Anda adalah pengunjung ke :

Sabtu, 04 Mei 2013

RHODOPSEUDOMONAS. Spp

Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas,spp) adalah mikroorganisme yang mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari bahan organik dan atau gas-gas berbahaya (misalnya hidrogen sulfida) dll, Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino, asam nukleik, zat-zat bioaktif dan gula, yang semuanya mempercepat pertumbuhan.

Hasil-hasil metabolisme yang diproduksi oleh bakteri ini dapat diserap langsung dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganime lainnya

Rhodopseudomonas.spp adalah bakteri gram negatif, terkenal karena kemampuannya untuk beralih antara empat mode yang berbeda dari metabolisme yang mendukung kehidupan : photoautotrophic, photoheterotrophic, chemoautotroph dan chemoheterotrophic. Ini berarti bahwa bakteri ini dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen, yang dapat menggunakan cahaya, senyawa anorganik, atau senyawa organik untuk energi, melainkan dapat memperoleh karbon baik dari fiksasi karbon dioksida atau hijauan berasal dari tumbuhan senyawa, dan juga dapat memperbaiki nitrogen. Fleksibilitas ini metabolik telah meningkatkan minat dalam komunitas riset dan membuat bakteri ini cocok untuk digunakan potensial dalam aplikasi bioteknologi

Rhodopseudomonas.spp adalah salah satu kelompok Bakteri ungu non sulfur. Kultur bakteri ungu (kontras dengan namanya) dapat berwarna beige, olive, hjau, merah oranye, pink, dan bahkan biru. Bakteri ungu nonsulfur memiliki 4 kelompok filogenetik yang berbeda, yaitu Rhozocyclus, Rhodospirillum, Rhodopseudomonas dan Rhodobacter. Bakteri ungu tersebut pertama termasuk kelompok filogenetik a-proteobakteri, sedangkan sisanya termasuk kelompok filogeneti b-proteobakteri. Bentuk sel bakteri ungu nonsulfur bervariasi, yaitu spirilum (Rhodospirillum), batang (Rhodopseudomonas dan Rhodobacter), dan jejaring sel.

Bakteri ungu nonsulfur hidup di lingkungan tanpa oksigen (anoksigenik) dan melakukan fotosintesis. Lingkungan anaerob dan bercahaya hanya dapat dijumpai di lingkungan akuatik dan dasarnya. Oleh karena itu bakteri ungu nonsulfur dapat dijumpai di lingkungan akuatik (tawar dan laut) di mana sinar matahari dapat menembus dasar perairan. Bakteri ungu nonsulfur tumbuh secara fotoautolitotrofik atau fotoheteroorganotrofik, tetapi dapat berubah menjadi kemoheteroorganotrof atau kemoautolitotrofik, jika ditumbuhkan pada lingkungan tanpa cahaya.

Pertumbuhan secara fotosintetik, menyebabkan bakteri ungu memerlukan cahaya sebagai sumber energi dan senyawa anorganik atau organik sebagai sumber karbon. Sulfur berperan sebagai sumber elektron. Banyak jenis bakteri ungu nonsulfur mengunakan nitrat, nitrit, dan nitrous oksida sebagai akseptor elektron dan menjadikan senyawa-senyawa tersebut menjadi nitrogen. Rhodopseudomonas capsulata dapat tumbuh di kegelapan dengan hidrogen sebagai sumber elektron dan oksigen sebagai akseptor elektron. Tanpa adanya akseptor elektron, maka bakteri ungu nonsulfur mampu melakukan fermentasi. Rhodospirillum rubrum mampu memfermentasi fruktosa menjadi suksinat, asetat, propionat, format, CO2, dan H2. Jika ditumbuhkan pada piruvat R. rubrum menghasilkan produk fermentasi berupa asetat, format, CO2, dan H2.

Senyawa sulfur berperan sebagai donor elektron untuk metabolisme fotosintetik. Selain sebagai sumber alektron, hidrogen sulfida dapat meracuni bakteri ungu nonsulfur. Bakteri ungu nonsulfur air laut lebih toleran terhadap hisrogen sulfida dibandingkan bakteri ungu nonsulfur air tawar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar