Anda adalah pengunjung ke :

Jumat, 18 April 2014

Tips Pembersihan & Sanitasi KANDANG

PEMBERSIHAN kandang setelah periode sebelumnya usai merupakan satu hal yang sangat penting bagi keberhasilan budidaya layer maupun broiler untuk periode berikutnya.

Tujuan utama dan pembersihan kandang adalah mempersiapkan kandang yang bersih, lingkungan yang sehat untuk anak ayam dan menghilangkan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit dari flok sebelumnya serta mencegah kontaminasi penyakit dari luar.

Untuk membersihkan sisa-sisa mikroorganisme penyebab penyakit dibutuhkan kerja keras serta bantuan bahan kimia seperti deterjen, desinfektan dan pestisida.
Proses desinfeksi tidak akan berhasil bila kotoran sisa-sisa bahan organik masih melekat pada lantai, dinding dan langit-langit kandang. Selain mencuci dan melakukan desinfeksi pada kandang, masih ada satu hal penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan periode berikutnya yaitu waktu istirahat kandang.

Kesalahan utama dalam menghitung waktu istirahat kandang adalah menghitung waktu istirahat atau waktu kosong kandang setelah ayam periode sebelumnya dipanen/diafkir.
Waktu istirahat harus dihitung setelah kandang dicuci benar-benar bersih dan didesinfeksi, untuk memutus rantai penyakit dari periode sebelumnya dibutuhkan waktu istirahat kandang minimal 14 hari.
Kegagalan dalam pembersihan kandang dapat berakibat fatal, virus Gumboro dapat hidup berbulan-bulan di luar tubuh ayam. Apabila virus masih tersisa dalam kandang ketika DOC masuk, akan mengakibatkan infeksi awal yang biasanya terjadi sebelum minggu ketiga.

Infeksi sebelum usia tiga minggu dapat bersifat subklinis (tanpa gejala penyakit Gumboro yang jelas) atau dapat membentuk klinis dengan gejala penyakit yang jelas.

Serangan penyakit Gumboro subklinis bersifat immunosupresi yang dapat mengakibatkan kegagalan seluruh program vaksinasi yang kita lakukan.

Serangan penyakit Gumboro subklinis bisa diamati dengan adanya gejala gangguan pernafasan yang sangat sulit diobati dengan antibiotik yang ada. Selanjutnya kematian bisa meningkat dengan gejala utama coli septisemia.

Pada umumnya serangan penyakit Gumboro subklinis maupun klinis dapat terlihat dua hari setelah vaksinasi Gumboro yang biasa dilakuk pada umur 13 sampai 17 hari.

Serangan penyakit Gumboro pada usia ini disebabkan masih tersisanya virus penyakit Gumboro dan periode sebelumnya di dalam kandang.Virus lapangan yang ganas dapat membawa antibodi maternal yang dimiliki oleh anak ayam, sedangkan virus vaksin yang sudah dilemahkan tidak mempunyai kemampuan seperti virus lapangan.Vaksinasi pada saat antibodi maternal masih tinggi menjadi gagal karena antibodi dapat menghilangkan virus vaksin. Selain itu vaksinasi pada ayam yang sudah terserang penyakit Gumboro dapat mempercepat timbulnya gejala klinis pada ayam.

Untuk menghilangkan organisme penyebab penyakit sisa periode sebelumnya dari dalam kandang dapat dilakukan dengan beberapa langkah di bawah ini.

Pembersihan kandang

(1). Bersihkan sisa ayam dan periode sebelumnya dan kandang.
  • Semprot langsung dengan desifektan dan insektisida setelah ayam keluar dan kandang.
  • Keluarkan semua peralatan dan kandang.
  • Buang dan bersihkan semua kotoran dan kandang dan keluarkan dan farm.
(2). Pembersihan kandang.
  • Semprot seluruh bagian kandang termasuk atap, lantai, dinding, layer dan bagian lain dengan air sabun (deterjen), gunakan tekanan rendah.
  • Kerok dan sikat sampai bersih sisa kotoran ayam dari slat dan dari permukaan kandang lain ketika masih basah.
  • Untuk membilas, semprot dengan air yang bertekanan tinggi atau gunakan air hangat.
(3). Lakukan reparasi kandang dan perawatan lantai apabila dibutuhkan seperti pemberian garam dapur (NaCl) untuk membunuh cacing, kapur untuk membunuh coccidia, tawas untuk membunuh kutu.

(4). Bersihkan gudang peralatan, gudang pakan dan fasilitas-fasilitas lain dalam area farm, sapu, sikat dan hilangkan sarang laba-laba. Untuk kandang yang menggunakan bin (tangki penyimpan pakan), buang sisa pakan pada bin, dan bersihkan/ sikat bin.

(5). Desinfeksi
  • Lakukan desinfeksi setelah kandang benar-benar bersih dan kering.
  • Gunakan desinfektan untuk kandang dengan pertimbangan efektivitas spektrum dan harga.
  • Desinfektan saluran minum kemudian tutup untukmencegah kontaminasi debu.
  • Lakukan desinfeksi kedua dengan desinfektan berbeda setelah kandang kering, sesudah desinfeksi pertama.
  • Desinfeksi gudang peralatan, gudang pakan dan fasilitas lain dalam area farm (rumah jaga, asrama, dipping mobil).

(6). Musnahkan tikus dan serangga.

Masa istirahat kandang

Masa istirahat kandang dimulai setelah kandang dicuci bersih total selesai di desinfeksi. Biarkan kandang minimal 14 hari tanpa ada hewan atau manusia yang masuk.
Pada masa istirahat kandang ini
  • Semua perbaikan/ perawatan kandang sudah harus selesai.
  • Semua peralatan kandang sudah dicuci bersih dan di desinfeksi.
  • Sekeliling kandang harus sudah bersih, rumput sudah dipotong dan semprot peptisida pada area 3 meter sekeliling kandang.
Persiapan kandang

Sebelum anak ayam masuk, perhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Sebarkan litter dengan ketebalan 10 cm (minimal 8 cm) yang umumnya adalah sekam atau tatal, teliti kualitas litter. Apabila perlu berikan anti jamur pada litter.
  2. Sediakan peralatan kandang yang sudah bersih dan sudah didesinfeksi, jangan gunakan karton, bekas untuk chickguard.
  3. Lakukan desinfeksi terakhir sebelum anak ayam masuk.
  4. Semprot permukaan litter dengan insektisida yang tidak meracuni anak ayam bila sekam tercemar kutu.
  5. Sediakan bak dekontaminasi sepatu di depan pintu masuk kandang.
  6. Sediakan baskom dekontaminasi untuk mencuci tangan.





sumber :
Drh. Antimon Ilyas, MSc. PhD.
Praktisi Perunggasan tinggal di Jakarta
readmore »»  

PENGARUH UDARA TROPIS TERHADAP PETERNAKAN AYAM

Udara bersih dan partikulat

Udara bersih adalah udara yang mengandung beberapa macam gas dengan komposisi yang normal, dan hanya sedikit sekali partikulat.

Menurut Sastrawijaya, 2000. Udara bersih mengandung :
nitrogen (N2 78 %), oksigen, argon (O2, Ar 0.94%) karbondioksida (CO2 0.03%), helion (He 0.01%), neon (Ne 0,01%), kripton (Kr 0.01%) serta metana, karbonmonoksida (CO), amoniak (NH2), nitrat oksida (N2O) dan hidrogen sulfide (H2S) dalam jumlah yang sangat sedikit sekali.

Sedangkan artikulat adalah partikel halus yang mencemari udara dan dapat berupa zat padat atau zat cair yang sangat halus seperti debu (0.1 -25 mikron), Fumes (zat padat hasil kondensasi gas) berukuran kurang dari 0.1 mikron smoke (kurang dari mikron), smog merupakan fog (kabut) campur asap disamping itu ada pula partikulat hidup seperti mikroba dan beberapa sapropyt sperti jamur, spora, bakteri tanah dan virus. Udara bukanlah tempat hidup alamiah mikroba, oleh karena itu penularan penyakit melalui udara bebas sulit terjadi disamping karena adanya efek pengeringan, ozon dan radiasi ultra violet, kecuali penyakit yang disebabkan oleh mikroba berspora dan virus.

Kenyamanan thermal
Dari 170 triliun kilo watt energi matahari yang jatuh ke bumi, 3% diserap ozon, 8% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi dan 45% diserap oleh tanah, isanya (44%) dipantulkan oleh awan , diserap gas dan debu. Sehingga partikulat disamping sebagai polutan juga membawa panas matahari (Sukandarrumidi,2006). Zat cair dan air dalam bentuk kabut atau uap air mempengaruhi tingkat kelembaban, yaitu perbandingan kandungan uap air pada suatu saat dengan kandungan uap air pada titik jenuh dalamsuhu saat itu. Air dalam bentuk kabut akan lebih mudah menangkap panas dari udara lingkungan sekitarnya, tetapi jika lingkungan lembab seperti umumnya daerah tropis lembab), udara tidak lagi haus akan uap air, sehingga penguapan tidak berlangsung dengan cepat. Kenyamanan Thermal adalah daerah dalam komposisi udara yang yaman, yang secara kasar di wilayah tropis lembab diwakili oleh batas –batas 24*C< T < 26*C ; 40%< RH <60% dan Kecepatan angin 0.6m/s < V < 1.5 m/s.

Udara Tropis Lembab vs Peternakan Ayam

Masalah Utama untuk membangun sebuah peternakan ayam di daerah tropis adalah kelembaban yang tinggi. Udara akan terasa lebih panas, karena ayam mengeluarkan panas dari aktivitas metabolisme yang harus dibuang melalui udara. Namun karena udara jenuh dengan uap air maka dengan cepat udara akan terasa lebih panas dan ayam terlihat panting, paruh ayam akan terbuka lebar sebagai usaha untuk mengeluarkan panas lebih cepat, karena ayam tidak mempunyai kelenjar keringat. Ayam yang panting pasti tidak makan oleh karenanya feed intake tentu saja tidak tercapai, sehingga akan terjadi gangguan produktivitas.

Ventilasi

Untuk mengatasi panas dan partikulat polutan di dalam maupun diluar bangunan kandang dibutuhkan Ventilasi yang cukup. Ventilasi adalah proses penggantian udara ruangan oleh udara segar dari luar baik secara alami maupun dengan bantuan alat mekanis (kipas angin)

Udara di dalam kandang

Ada 3 macam udara di alam kandang, Udara Atas yang ringan, Udara Tengah yang mengenai tubuh ayam dan Udara Bawah yang berat, lembab dan kotor. Udara bawah ini sebagai tempat yang menyenangkan untuk serangga dan mikroba, sehingga ventilasi disamping untuk mengeluarkan panas , kelembaban dan partikulat di dalam kandang, juga terutama diarahkan untuk mengeluarkan udara bawah kandang ini dan mengganti dengan udara dari luar yang masih segar.

Menurut FG. Winarno (Kompas, 26 Agustus 2007), Peralatan dapur seperti cobek, talenan dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Dalam setiap 1 cm persegi peralatan itu terdapat 750,000 bakteri, dalam kondisi dibiarkan kotor selama 2 jam terdapat 5 juta bakteri per cm persegi atau bertambah sebanyak 4,250,000 bakteri. Luar biasa dibandingkan dengan udara bawah kandang, tempat kotoran ayam menumpuk dan mikroba yang normal ada di atas tanah atau yang dilepaskan oleh tubuh ayam melalui faecesnya. 
Dari udara bawah inilah sebenarnya sumber pencemaran udara di dalam kandang, selain mikroba partikulat debu, gas ammoniak, gas methan adalah sumber ketidak nyamanan bagi ayam yang hidup di atasnya.

Penularan penyakit melalui udara bebas sulit terjadi, oleh karenanya bentuk vegetatif akan lekas musnah terutama di udara bebas, namun jumlahnya tergantung aktivitas dan keadaan lingkungan yang ada. Udara di atas tanah yang subur mengandung lebih banyak mikroba dari pada udara di atas tanah yang tandus/gundul, udara di atas tanah yang gundul akan lebih banyak mikroba daripada udara di atas tanah yang ditumbuhi tanaman dan yang paling sedikit adalah udara di atas laut. Maka pemilihan lokasi kandang menjadi sangat penting.

Kandang dilokasi yang banyak memiliki aliran angin umumnya mempunyai performance yang baik dari pada kandang yang sedikit atau bahkan mati angin. Kandang dengan sistem panggung akan lebih baik performancenya dibandingkan sistem postal. Pada kandang ayam petelur dengan sistem baterei, alas kandang yang dibentuk seperti bak dengan pinggiran sekitar 15 atau 20 cm di atas tanah dan berfungsi sebagai penampung faeces akan menghalangi pertukaran udara bawah. Akan lebih baik jika ke dalam bak itu ditambahkan tanah dan zat- zat absorben seperti kapur, sekam atau lainnya yang dibentuk seperti bukit sehingga permukaannya lebih tinggi dari permukaan tanah, sehingga masih tetap ada pergantian udara bawah,

Dengan memasang kipas angin dibawah kolong baterai dalam jumlah yang cukup, ternyata menghasilkan performance yang baik. Manajemen udara bawah dan manajemen untuk mengelola feces di sebuah peternakan ayam petelur menjadi sangat penting , mengingat posisinya sebagai sumber pencemaran, maka di lokasi yang kurang mendapat angin atau angin tidak ada, sistem kandang closed house adalah pilihan yang tepat. Meskipun kandang dengan aliran angin yang cukup mampu memberikan performance yang baik, namun tidak sepenuhnya kenyamanan thermal dapat di kontrol seperti halnya pada closed house.

Kandang closed house

Meskipun memerlukan teknolgi yang lebih tinggi dan SDM yang lebih terdidik, closed house lebih menjamin ayam tetap berada dalam kenyamanan thermal yang diinginkan, kecuali, faktor kelembaban yang masih sulit untuk dikontrol. Namun dengan pergantian udara yang terus menerus kekurangan ini dapat dikompensasi, yang penting kenyamanan fisiologis (yang di rasakan oleh ayam) sudah terjadi. Pergantian udara bawahpun terjadi dengan baik, sehingga benar sekali kalau Dr. A. Nidom mengatakan, bahwa closed house sebagai bagian dari biosekuriti.” (Poultry Indonesia Vol. II Agustus, 2007). Keuntungan lainnya closed house mengurangi dampak sosial yang ditimbulkan oleh bau (amoniak & methane) dan lalat.

Ayam membutuhkan kenyamanan, kesejukan dan kesegaran disaat bekerja untuk lebih banyak menghasilkan telur atau mengkonversi makanan menjadi daging, maka perlu mengarahkan manajemen peternakan dengan mengutamakan kenyamanan hidup ayam.


disarikan dari sumber :
(Subacho, Tech.Service & Development CPI-JKT) 
BULETIN CP. SEPTEMBER 2007
readmore »»