Anda adalah pengunjung ke :

Jumat, 28 Agustus 2015

IMMUNE STIMULANT

Saat ini, dengan adanya kelemahan dari perkembangan genetik yaitu semakin sensitifnya ayam terhadap serangan penyakit, para peneliti dan industri obat hewan, seolah berlomba untuk meneliti dan memproduksi obat ataupun feed supplement untuk menutupi kelemahan tersebut, yang diistilahkan sebagai immune stimulant, immunomodulator atau immune booster.

Immune stimulant merupakan bahan yang berfungsi untuk merangsang sistim kekebalan tubuh bekerja lebih optimal, sehingga ayam lebih kuat dalam menghadapi serangan mikroorganisme pathogen.

Immune stimulant bisa dibedakan pada dua kelompok yaitu endogenus regulator yaitu hormone dan cytokine dan immunogenic compound seperti vitamin, mineral, lipopolysaccaride, asam lemak esensial, asam amino, enzyme dan Probiotik

Immunogenic compound dapat dikatakan sebagai immune stimulant karena fungsi dan perannya terhadap kerja sistim kebal tubuh antara lain : membantu perkembangan jaringan limpoid, meningkatkan produksi mucus, meningkatkan pembentukan bahan aktive sistem kebal, mengaktivasi dan meningkatkan proliperasi sel-sel kebal, serta modulasi dan pengaturan sistem kekebalan tubuh.

Di bawah ini adalah contoh zat atau bahan yang dapat dikategorikan sebagai immune stimulant:

VITAMIN E

Vitamin E berfungsi sebagai Antioxidant utama, baik di dalam maupun di luar sel, melindungi kerusakan sel membran akibat proses oksidasi, mengurangi efek dari reaksi radang akibat adanya infeksi mikroorganisme, melindungi sel-sel darah seperti eritrosit dan macrophage, dengan demikian vitamin E dapat berfungsi sebagai immune stimulant terutama menstimulasi perbanyakan sel limfosit dan aktivitas Natural Kill Cells.

VITAMIN D

Vitamin D berperan dalam peningkatan proliferasi sel limposit dan proses pengeluaran cytokine.

PROBIOTIK

Istilah kata probiotik pertama kali dipopulerkan oleh Lilley dan Stillwell (1965), untuk menjelaskan suatu zat yang disekresikan oleh mikroba yang mampu menstimulasi pertumbuhan. Akan tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat, maka arti probiotik menjadi lebih luas.
  • Sperti (1977) menjelaskan bahwa probiotik adalah ekstrak jaringan tubuh yang menstimulir pertumbuhan.
  • Parker (1974) mendefinisikan probiotik berdasarkan hasil penelitiannya bahwa probiotik adalah mikroba dan zat yang dapat menyebabkan mikroba dalam saluran pencernaan menjadi seimbang.
  • Fuller (1989) membuat definisi yang lebih sempurna dan bisa diterima oleh semua pihak yaitu suatu produk yang mengandung mikroba hidup non-patogen, yang diberikan pada hewan untuk memperbaiki laju pertumbuhan, efisiensi konversi ransum, dan kesehatan hewan.
Kini mulai berkembang penggunaan probiotik sebagai pemacu pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan.

Probiotik dalam penerapannya sebagai produk bioteknologi terdiri atas tiga jenis produk yaitu probiotik yang mengandung kultur bakteri, kultur khamir, dan kultur molds (kapang) serta kombinasinya.

Probiotik yang terdapat dalam saluran pencernan mampu :
  • Menetralisir toksin yang dihasilkan bakteri pathogen,
  • Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen dengan mencegah kolonisasinya di dinding usus halus,
  • Mempengaruhi aktivitas enzim di usus halus,
  • Asimilasi kolesterol
  • Meningkatkan pertumbuhan serta performan ternak.

Probiotik tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, namun juga menyediakan enzim yang mampu mencerna serat kasar, protein, lemak, dan mendetoksikasi zat racun atau metabolitnya.

Probiotik mempercepat/menahan aktivitas mikroba sehingga menyebabkan pH usus menurun. Hal ini akibat dari terbentuknya ammonia dan metabolisme empedu.
SnS PRO probiotic solution merupakan salah satu produk probiotik andalan kami SnS PROJECT - INDONESIA yang telah ikut serta berperan menyumbangkan bentuk solusi bagi para peternak dalam menyikapi kelemahan dari perkembangan genetik yaitu semakin sensitifnya ayam terhadap serangan penyakit, dan kasus-kasus yang berkaitan dengan management pemeliharaan lainnya

LEVAMISOLE

Levamisole berperan dalam menstimulasi pembentukan Antibodi, menstimulasi perbanyakan dan aktivasi sel – T, meningkatkan fungsi monosit dan macrofage (termasuk proses fagositosis dan kemotaxis) dan meningkatkan pergerakan dan kemotaxis dari Neutrofil.

LIPOPOLYSACCHARIDE
Lipopolysaccharides (LPS) berperan dalam produksi cytokine.

BETAIN

Betain selain berperan sebagai osmoregulator juga berperan dalam pembentukan sel darah (macrofage, sel B, sel T).

Β-GLUCANS

B-glucans berperan dalam mengaktivasi macrophage untuk memproduksi cytokine dan menstimulasi sel B dan sel T dalam proses pembentukan antibody.

ARGININE

Arginine berperan dalam menetralisasi NO2- yg dihasilkan dari proses phogositosis oleh macrophage, meningkatkan berat dan fungsi thymus serta meningkatkan proliferasi sel lymphocyte.

Dan masih banyak lagi zat atau bahan yang berfungsi sebagai immune stimulant, yang pada pada dasarnya bertujuan dapat meningkatkan sistim kekebalan tubuh dan meningkatkan produktifitas.

Secara umum efek yang terlihat dari pemberian immune stimulant terhadap ternak adalah :
  • Menurunnya tingkat mortalitas atau kematian,
  • Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan mikroorganisme pathogen, 
  • Menyehatkan saluran pencernaan, meningkatkan kecernaan dan penyerapan pakan,
  • Serta meningkatkan efektivitas pengobatan dan vaksinasi.
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

OBAT CACING

Obat Cacing atau Anthelmintik dipergunakan bertujuan untukmengurangi/ mengeradikasikan cacing pada lumen usus atau jaringan. Diagnosis pasti pada hewan/ternak yang terinfeksi cacingan yaitu terlihat adanya telur atau cacing dalam feses, urine, darah, atau jaringan.

Cacing dibedakan menjadi nematoda dan plathyhelminth (trematoda dan cestoda). Karena berbeda struktur molekulnya, maka pengobatannya juga berbeda. Nematoda dan trematoda berbeda sistem sarafnya, Nematoda memiliki reseptor nicotinic yang jika terikat dengan obat akan menimbulkan eksitasi, kemudian timbul paralisis spastik. Nematoda juga punya reseptor GABA yang jika dirangsang menimbulkan paralisis flaccid. Plathyhelminth hanya memiliki 1 sistem syaraf yaitu nicotinic (paralisis spastik).

Berikut ini adalah beberapa jenis preparat Anthelmintik dan cara kerjanya :

 MEBENDAZOLE

Obat ini bekerja menghambat uptake glukosa secara ireversibel sehingga cacing mati paralisis. Obat ini sangat efektif untuk kebanyakan infeksi cacing (termasuk taenia saginata) dan nematoda. 

Mebendazole jika dikonsumsi secara per oral maka tidak larut dalam air, artinya absorbsinya menurun dan terjadi first pass effect. Agar obat ini bisa diabsorbsi, konsumsinya harus bersama makanan berlemak. Pemakaian mebendazole harus dihindari oleh betina hamil.

THIABENDAZOLE 

Memiliki sifat seperti mebendazole, tetapi efek samping yang pernah ditemukan untuk aplikasi pada manusia adalah steven johnson syndrome dan eritema multiform.

ALBENDAZOLE 

Albendazole merupakan obat alternatif infeksi nematoda, merupakan salah satu pilihan untuk cysticercosis. Albendazole punya efek ovosid (membunuh telur). Penggunaan klinisnya adalah untuk parasit intraluminal, jadi diberikan saat perut kosong (parasit jaringan diatasi dengan pemberian obat bersama makanan berlemak).

Albendazole tidak digunakan untuk semua infeksi sebab efek sampingnya cukup berat yaitu gangguan di seluruh komponen darah (leukopenia eosinofilia berat, anemia), gangguan episgastrik ringan dan gangguan fungsi hepar.

PYRATEL PAMOATE

Bekerja dengan membloking depolarisasi NMJ cacing. Obat ini punya efek anti-Che dan sering dikombinasikan bersama mebendazole. Efek sampingnya menimbulkan keluhan GIT ringan. Obat ini digunakan untuk infeksi nematoda.

PIPPERAZINE 

Obat ini bekerja sebagai GABA agonis sehingga dapat digunakan untuk infeksi roundworm/ ascariasis dan threadworm/ enterobiasis.

LEVAMIZOLE 

Levamizole adalah obat alternatif ascariasis, trichostrongylus dan infeksi cacing tambang. Obat ini bekerja menstimulasi reseptor nikotinik pada NMJ.

DIETHYL CARBAMAZEPINE (DEC) 

Merupakan obat pilihan untuk nematoda jaringan (filariasis/mikrofilaria dan loasiasis). Mekanisme kerjanya belum jelas, tetapi disinyalir bahwa obat ini membantu sistem kekebalan imun host. Pada cacing obat ini punya efek imunosupresif. Efek samping khasnya yaitu proteinuria sehingga menimbulkan gejala Mazoti reaction pada pasien (bukan toksisitas, tetapi efek yang umum muncul pada penggunaan beberapa jenis obat).
 
IVERMECTINE 

Merupakan Obat pilihan untuk strongyloides dan onchocerciasis. Ivermectin dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk filariasis. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan transmisi sinyal GABA reseptor dalam saraf-saraf perifer (menimbulkan flaccid paralysis). OOAnya cepat dan batas keamanannya luas.

PRAZIQUANTEL 

Banyak digunakan untuk schistosomiasis (termasuk taenia solium). Obat ini bekerja dengan merangsang influx calcium pada plathyhelminth.

BIOTINOL 

Digunakan untuk infeksius trematoda.

EMETIN/ HIDROEMETIN 

Merupakan obat anti helmintik yang toksik untuk Fasciola. Obat ini menjadi pilihan kedua setelah bithionol.

NICLOSAMIDE 

Merupakan obat pilihan untuk sebagian infeksi cestoda/tapeworm (taenia saginata/ beef tapeworm, taenia solium/ pork tapeworm, diphyllobothrium latum/ fish tapeworm, dan hymenolepsis diminuta/ cacing pita tikus. Obat ini bekerja dengan memblok fosforilasi oksidatif dan menstimulasi ATPase.

NL-435 adalah kombinasi Niclosamide dan Levamisol yang bekerja secara sinergis dan bersifat broad spectrum anthelmintik pada semua jenis cacing yang menginfeksi unggas dan hewan ternak lainnya.
  • NICLOSAMIDE bekerja dengan proses oksidative phosporylasi pada mitokondria yang akan menghasilkan hambatan siklus krebs yang mangakibatkan akumulasi asam laktat sehingga cacing pita akan mati. 
  • LEVAMISOL bekerja dengan cara membuat paralisis otot cacing gelang yang mengakibatkan kematian pada cacing gelang
(dari berbagai sumber)
readmore »»