Anda adalah pengunjung ke :

Kamis, 30 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE LAYER

Tujuan dan target yang harus dicapai pada periode ini adalah tingginya produksi telur, berat dan ukuran telur yang bagus dan ideal serta puncak produksi yang panjang.

Kualitas pakan yang bagus, program pakan yang benar, praktek manajemen lainnya seperti uniformity/keseragaman selama periode growing yang sangat mempengaruhi waktu awal bertelur, puncak dan lama puncak produksi. Demikian juga halnya dengan Program pencahayaan yang benar (durasi & intensitas cahaya) juga mempengaruhi waktu laying dan performans produksi

Berat badan pada saat laying harus dicapai minimal 1550 g dan harus mencapai minimal 1900 gram pada saat puncak produksi dan minimal 85% keseragaman dianjurkan. Yang selanjutnya berat badan senantiasa dikontrol dan dimonitor sampai puncak produksi, Kualitas pakan dan pemberian pakan sangat penting untuk periode ini selama puncak produksi, pemberian pakan disesuaikan dengan program pemberian pakan untuk mencegah penurunan yang tajam setelah puncak produksi.
Pada periode layer penurunan rataan produksi tergantung pada lingkungan, kualitas pakan, pemberian pakan, strain dan faktor manajemen. Penurunan produksi yang normal kira-kira 0.4 - 0.6 % setiap minggu sesudah puncak.
Berat telur ditentukan oleh strain, bobot badan, keseragaman, temperatur, pakan , pemberian pakan, dan umur ayam.

Pemberian pakan dan air minum
  • Ayam pada periode layer membutuhkan setidaknya 17.5-18 % crude protein dan 2750 Kcal energy metabolism pada pakannya. Perhatikan ukuran dan bentuk pakan atau tekstur pakan untuk meningkatkan konsumsi pakan.
  • Pengosongan tempat pakan selama 2-3 jam di tengah hari membantu meningkatkan konsumsi pakan.
  • Pemberian pakan pada sore hari akan meningkatkan konsumsi pakan dan absorbsi kalsium untuk pembentukan kerabang telur.
  • Jumlah distribusi pakan menjadi faktor penentu pada sistem pemberian pakan
  • Partikel halus yang berada di tempat pakan seharusnya dihindari.
  • Berikan lima belas jam pencahayaan pada saat produksi 50% : konsumsi pakan dipengaruhi oleh pencahayaan. Perubahan pencahayaan dalam 1 jam akan menyebabkan perubahan konsumsi pakan 1.5-2 gram per hari.
  • Pencahayaan tambahan pada tengah malam 1,5-2 jam dibutuhkan untuk menggiatkan konsumsi pakan pada awal produksi.
  • Air minum selalu tersaji dalam kondisi bersih, segar dan higienis.
  • Ganti air minum jika kondisi air minum dalam keadaan keruh (karena cemaran pakan), dan dalam keadaan hangat (karena radiasi panas matahari), karena konsumsi air minum akan turun jika suhu air minum telah mencapai lebih dari 26°C, dan dalam suhu yang hangat aktivitas E.coli dalam air akan meningkat dua kali lipat.
Pencahayaan (Lighting)

Tujuan program pencahayaan :

Untuk meningkatkan feed intake. |  Untuk mengontrol sexual maturity.  |  Untuk mencapai berat badan optimal pada awal produksi (pada produksi 5 %).  

Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual. Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan.

Program cahaya untuk periode produksi
  • Program normal dengan lama pencahayaan 15 jam sampai produksi 50%. Jumlah pakan yang dimakan tergantung dari panjang hari. Perubahan panjang hari dalam satu jam akan merubah konsumsi pakan kira-kira 1,5 - 2 gram.
  • Satu setengah sampai dengan 2 jam penyinaran di tengah malam dilakukan 3 jam setelah lampu dimatikan.

Teknik ini banyak dilakukan pada pullet dan awal produksi. Menghadapi periode akhir dari layer, program lampu di malam hari akan memperbaiki kualitas dan warna kerabang telur.


Vaksinasi

Program vaksinasi bertujuan untuk memperoleh tingkat kekebalan yang tinggi terhadap penyakit dan dapat mencegah beberapa penyakit tertentu., Tidak ada program vaksinasi tunggal untuk satu wilayah atau negara, tetapi sangat tergantung pada tantangan lapangan.

Penyakit-penyakit yang termasuk dalam program vaksinasi :

Mareks - di hatchery setelah menetas  |  New Castle Disease  |  Infectious Bronchitis   |   Avian Encephatomyelitis  |  Infectious Bursal Disease/ gumboro/ IBD  |  Fowl Pox   |  Infectious Laryngotracheitis  |  Egg Drop Syndrome  |  Coryza   |  Coccidiosis

Supaya program vaksinasi yang dibuat lebih efisien, pemeriksaan serologis sangat diperlukan.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan vaksinasi ;
Agen penyakit yang ada di dalam atau di sekitar area kandang. | Tingkat virulensi agen infeksius di wilayah area kandang. | Jumlah populasi ayam di farm. | Level biosecurity yang telah dilaksanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun program vaksinasi

Frekuensi vaksinasi | Virutensi agen infeksius yang ada di sekitar farm | Umur ayam pada vaksinasi yang pertama dan interval antara vaksinasi awal dengan yang kedua dan seterusnya | Target penyakit yang akan divaksinasi | Kemungkinan reaksi post vaksinasi | Metode aplikasi yang akan diberikan | Tipe vaksin (live atau killed).

Biosecurity
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh manusia dengan cara Membatasi orang dan kendaraan yang masuk ke lokasi kandang.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh ayam dengan cara Segera keluarkan ayam yang mati dalam kandang setiap hari. Jika ada ayam yang menunjukan gejala sakit segera isolasi ke kandang individual.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh peralatan dengan cara pembersihan dan desinfeksi kandang dan peralatan untuk mengurangi mikroorganisme patogen hingga level minimum.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh vector dengan cara control dan pemberantasan Vektor penyebab penyakit seperti rodensia, burung liar, serangga, parasit internal dan eksternal harus diberantas.
Selain aspek-aspek diatas HINDARI STRESS CHALLENGES LAINNYA

Parasit (internal dan eksternal parasit)   |   Penyakit bakterial infeksius   |   Kekurangan air minum   |   Kekurangan pakan   |   Kekurangan udara segar   |   Intensitas cahaya yang terlalu tinggi/terlalu rendah
Suara gaduh / ribut   |   Rodensia / Tikus dll

readmore »»  

Kamis, 23 Mei 2013

BENNEFIT - E Liquid Forte

BENNEFIT-E  liquid forte adalah suplement yang memiliki komposisi unik yang saling bersinergi dalam menciptakan dan membentuk penampilan /performance ayam secara maksimal. Sehingga potensi maksimal baik dari produksi daging (broiler) maupun telur (layer) dapat terapai. Carnitine yang terdapat dalam BENNEFIT-E liquid forte berguna dalam memetabolisme lemak dan mengekskresikan kelebihan acetyl CoA dari mitokhondria untuk mencegah terjadinya penimbunan keton bodies. Sorbitol berfungsi sebagai intestinal tonik serta meningkatkan kontraksi dan sekresi cairan empedu. Methionine berfungsi sebagai lipotropik untuk mempercepat metabolisme lemak dihati dan sebagai hepatic protector dengan memproduksi gluthionine yang berfungsi sebagai antioksidan. Lysine berperan dalam penyerapan kalsium, Membantu pembentukan hormon dan kolagen, serta antibodi, Menstimulasi selera makan, membantu proses detoksifikasi pada hati dan menghasilkan enzim pencernaan, Merangsang produksi carnitine, Mencegah hilangnya kalsium melalui urin, memiliki efek anti-inflamasi dan membantu untuk mengembangkan blok bangunan Protein dalam tubuh. Multivitamin berperan sebagai koenzim dalam metabolisme dan anabolisme nutrien dalam tubuh. Vitamin C, E dan antioksidan, berperan dalam melindungi jaringan epithel dan membran mukosa, Vitamin C juga berguna dalam menurunkan kadar Corticosteroid yang meningkat karena cekaman panas. Inositol dapat membantu menindak balas eksema dan membantu menyebarkan lemak pada tubuh.

Komposisi :

Tiap liter mengandung :
Carnitine ............................................. 40.000  mg
Sorbitol (Energy + Hepatic protector) .. 60.000 mg
L-Lysine ..............................................   9.000 mg
Methionine .........................................  30.000 mg
Vitamine B1........................................ 3.000 mg
Vitamine B2 ....................................... 4.000 mg
Vitamine B6 ....................................... 2.000 mg
Vitamine B12 ..................................... 5.000 mg
Vitamine C ......................................... 40.000 mg
Vitamine E ......................................... 1.500 mg
Inositol ..............................................  40.000 mg
Antioksidan  ....................................... 200 mg
Exepient Ad ....................................... 1.000 ml

Indikasi :

Meningkatkan nafsu makan dan efisiensi pakan | Memacu pertumbuhan dan meningkatkan performance ayam  |     Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi viral dan infeksi bakterial  |  Anti stress  |  Memperbaiki fungsi hati, pencernaan dan system urinany/ginjal  |  Meminimalisir efek samping akibat pemakaian antibiotik  |  Membantu system pencernaan setelah pergantian pakan, keracunan zat makanan dll  |  Mengatasi dehidrasi.

Dosis dan cara penggunaan :

Unggas :  Larutkan 1 ml BENNEFIT-E Liquid Forte kedalam 2,5 liter air,  diberikan selama 3-5 hari berturut - turut.

Pemesanan Produk Hubungi :

Sarana Satwa 
Telp  : (0354)477169
HP    : 08155-345678-6   |   08533-6038-121
email : sales@saranasatwa.com

atau

SnS PROJECT
HP    :  085-336-038-121  |  081-233-91380 
 
readmore »»  

Minggu, 19 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE GROWER dan PRE-LAYER

Selama periode ini adalah periode Perkembangan ukuran dan terbentuknya rangka, Perkembangan organ tubuh, Perkembangan hormonal dan Perkembangan organ reproduksi.
Untuk itu sangat penting memperhatikan jumlah konsumsi pakan per hari baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Pembatasan pemberian pakan dilakukan bila berat badan yang di peroleh melebihi standar, walaupun pada umumnya pemberian pakan tanpa batas dapat dianjurkan.
Bila berat badan sejalan dengan kurva yang ada, pada umur 10 minggu, pakan dapat diubah dari pakan starter ke grower. Jika berat kelompok lebih rendah, aturlah pakan starternya sampai berat badannya sesuai dengan umurnya.
Pakan grower harus berkualitas baik dan memenuhi kebutuhan asam amino. Pakan yang mengandung protein dan asam amino yang rendah akan menyebabkan naiknya lemak tubuh (gemuk), dan akan menyebabkan ayam makan terlalu banyak pada masa grower dan bermasalah pada awal produksi.

Berikut ini beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan ayam petelur periode grower dan pre-layer :

Pada pemeliharaan kandang system litter
Perhatikan kelembaban litter (20-30%), temperature kandang, kepadatan kandang (jumlah ayam, umur dan berat badan), sirkulasi udara.

Konsumsi pakan dan air minum

Berikan pakan secepatnya pada waktu yang sama. Perhatikan ruang tempat pakan yang tersedia, Sirkulasi udara dan Suhu harus dijaga agar sesuai dan konsisten (tidak terlalu tinggi).

Efisiensi penyerapan pakan harus baik, perlu tambahan suplemen vitamin dan probiotik (BENNEFIT Plus dan SnS PRO probiotic solution) untuk membantu penyerapan pakan dan untuk membantu pematangan sistem hormonal, dan bertujuan agar nafsu makan terjaga.

Antisipasi pada saat pergantian pakan dari starter ke grower, dan dari jenis pakan grower ke pre-layer, yang biasanya timbul gejala diarhe.

Pemberian pakan pre layer mulai ± umur 16 minggu (112 hari) atau dimulai beberapa hari sebelum produksi telur pertama sampai 2% produksi. Pakan pre layer merupakan pakan peralihan antara pakan grower dan layer. Pakan ini mengandung protein, asam amino dan kalsium lebih banyak daripada pakan grower dan tujuannya adalah sebagai cadangan kalsium dalam tulang dan sebagai persiapan untuk bertelur. Untuk menghindari konsumsi pakan yang rendah akibat tepung kapur, tambahkan 2/3 kalsium dalam bentuk butiran berukuran ± 2 - 4 mm.

Tingkat energi pakan memegang peranan penting dalam perkembangan alat pencernaan. Penggunaan pakan berenergi rendah pada periode ini akan berakibat pada tingginya konsumsi pakan pada masa bertelur, kelebihan lemak tubuh, dan perturnbuhan yang lambat.

Sebaliknya pakan berenergi tinggi akan menyebabkan mengecilnya alat pencernaan sehingga terjadi konsumsi pakan yang tidak mencukupi pada saat mulai bertelur. Pullet saat itu dihadapkan pada masalah pakan layer rendah energi, sementara kebutuhannya untuk pertumbuhan dan produksi bertambah. Karena itu sangat disarankan penggunaan pakan grower yang berenergi lebih rendah daripada pakan layer.

Teknik Pemberian Pakan
  • Pengosongan tempat pakan pada waktu tertentu terutama siang hari karena ayam lebih banyak makan pada pagi dan malam hari (tujauan mempercepat perkembangan tembolok dan gizzard)
  • Pemberian pakan 2-3 jam sebelum gelap
  • Pengosongan pakan dilakukan bertahap pada 4-8 minggu
  • Pada umur 10-12 minggu pengosongan pakan minimal 2-3 jam per hari
  • Penggunaan grid dianjurkan 3-10 minggu (3 gr/pullet/mgg) …… ukuran partikel 2-3 mm
Kontrol berat badan dan Keseragaman / Uniformity
Kontrol dan monitor Berat badan dan keseragaman dalam angka diatas 80%, dengan cara melakukan penimbangan (sampling) setiap minggu sebanyak 10% dari jumlah populasi ayam. Ambil tindakan seleksi dan pengelompokan bila terdapat ayam-ayam yang berat badannya tidak tercapai dan keseragamannya dibawah 80% dan beri perlakuan khusus mulai dari pengaturan jenis pakan, pemberian vitamin, suplemen dan lain-lain.

Kelompok ayam yang berat badannya sangat ringan saat mulai bertelur akan menghabiskan cadangan energinya sehingga tidak mampu menjaga kesetabilan produksi. Hal ini akan mengurangi produksi dan ukuran telur. Penting dicatat bahwa kurva pertumbuhan harus sesuai dengan kematangan seksual.

Ayam dengan kematangan seksual dini akan bertelur dengan berat telur lebih ringan, Sedangkan yang mengalami matang seksual terlambat akan bertelur lebih sedikit namun telur tebih berat.

Ventilasi
  • Ventilasi yang baik (35 m³/jam) akan membuat kondisi litter menjadi baik dan akan meningkatkan pertumbuhan.
  • Ventilasi yang jelek akan memicu terjadinya Iritasi dan Konjungtivitas.
  • Kelembaban relative dalam kandang 70 %.
Program Vaksinasi dan Kesehatan

Ikuti semua program Kesehatan yang ada. Program vaksinasi, pemberian vitamin dan suplemen, dan pencegahan penyakit dengan preparat antibiotik tertentu (bila diperlukan) hendaknya diikuti dengan baik agar tidak terdapat gangguan kesehatan yang berarti.

Sesuaikan program vaksinasi dan kesehatan dengan tantangan (Challange) lingkungan setempat. Kesalahan dalam pemilihan program vaksinasi dan kesehatan dapat berakibat fatal.

Pemberian vitamin dan supplement setelah perlakuan-perlakuan yang mengakibatkan stress dan dalam kondisi cekaman panas perlu diperhatikan agar proses pertumbuhan ayam pada periode ini tidak terganggu sehingga tujuan mendapatkan ayam petelur dengan performance yang baik dapat terwujud dan puncak produksi tercapai.

Potong paruh / Debeaking

Tujuan dari potong paruh/debeaking adalah untuk Mencegah Kanibalisme dan Mencegah Pemborosan Pakan. Potong paruh pada periode ini bersifat kontrol dari potong paruh sebelumnya pada umur 8-10 hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum & Sesudah Potong Paruh
  • Ayam dalam keadaan sehat dan tidak dalam masa reaksi vaksin
  • Tambahkan vitamin K dan C atau multivitamin (BENNEFIT plus) dalam air minum untuk mencegah Haemoraghi dan stress yang berat.
  • Untuk mencegah ketidak samaan pertumbuhan paruh atas dan bawah, pakai pedoman pemotongan sekitar 15° (Atas ¾ bagian, bawah ¼ bagian)
  • Jangan kosongkan tempat pakan selama potong paruh.
  • Berikan antibiotik dalam air minum untuk mencegah terjadinya infeksi skunder setelah potong paruh.
Pencahayaan / Lighting

Tujuan program pencahayaan pada periode ini :
  • Untuk meningkatkan pertumbuhan.
  • Untuk mengontrol sexual maturity.
  • Untuk mencapai berat badan pada produksi 5 %.
Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual. Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan.

Berikut tabel program pencahayaan periode grower :

Demikian aspek-aspek yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan ayam periode grower dan pre-layer. Dengan melaksanakan semua petunjuk tekhnis yang ada diharapakan tujuan untuk mendapat performa ayam yang baik dan puncak produksi yang panjang dapat tercapai. Semoga bermanfaat.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Sabtu, 18 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE PRE-STARTER dan STARTER

1. Suhu brooding tercapai

Suhu yang dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah paru-paru sehingga kerja paru- paru terganggu. Hal ini akan memicu hidrops ascites (perut kembung). Penyempitan pembuluh darah paru-paru juga dapat disebabkan oleh aliran angin yang kencang dan langsung mengenai tubuh ayam.

Pada suhu yang panas ayam akan mengalami panting (megap-megap) mengakibatkan meningkatnya konsumsi minum dan mengurangi konsumsi ransum. Penurunan konsumsi ransum akan menyebabkan asupan nutrisi dalam tubuh berkurang sehingga pertumbuhan terhambat. Sedangkan konsumsi minum yang meningkat akan menyebabkan feses ayam cenderung lebih encer. Feses yang encer menjadikan litter lebih cepat lembab dan memicu peningkatan kadar amonia dalam kandang dan anak ayam akan lebih mudah mengalami dehidrasi yang ditandai dengan kaki dan kulit tubuh yang kering.

Suhu yang tidak stabil juga berpengaruh pada penyerapan kuning telur yang merupakan Sebagai sumber nutrisi sementara bagi anak ayam,dan Sebagai sumber kekebalan (antibodi maternal)

Bila suhu terlalu panas, kuning telur akan menjadi kering. Sebaliknya bila terlalu dingin, saluran kuning telur akan menyempit. Pencegahan kasus ini adalah melakukan kontrol suhu brooding secara teratur dan menghindari aliran udara langsung mengenai tubuh ayam, yaitu dengan mengatur buka tutup tirai kandang.

Lebih jauh tentang DOC yang perlu diketahui adalah :
  • DOC memiliki temperatur rektal berkisar antara 39,8 – 40,1°C. DOC dengan temperatur yang rendah (kurang ari 38,6°C) akan kehilangan serum glukosa lebih cepat an pemulihan kembali sangat lambat dibandingkan DOC yang temperatur tubuhnya lebih tinggi (lebih dari 39,1°C)
  • Temperatur tubuh DOC bersifat tidak tetap sebelum umur 7 hari.
  • Temperatur tubuh mempengaruhi performance ayam selanjutnya.
  • Untuk mengurangi kebutuhan metabolik glukosa jaga temperatur brooding selalu stabil diangka 32-33°C.
Sirkulasi Udara

Pengaturan sirkulasi udara bertujuan mengurangi bau amonia, debu maupun asap dari brooder dalam kandang. Kontrol sirkulasi udara dilakukan dengan mengatur buka tutup tirai kandang,yang tentunya harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan misalnya suhu dan kecepatan angin di sekitar kandang.

Pengaturan sirkulasi udara yang tidak baik akan mengakibatkan kandungan O2 berkurang dan gas beracun seperti CO2 serta amonia meningkat. Akibatnya sistem pernapasan ayam akan terganggu.

Kandungan O2 yang kurang akan mengakibatkan Hipoksia yaitu sebuah kasus kekurangan O2 yang berdampak pada terganggunya proses metabolisme tubuh ayam serta memicu kasus hidrops ascites.

Kepadatan kandang

Pengaturan kepadatan kandang bertujuan agar ayam tetap merasa nyaman dan leluasa beraktifitas makan dan minum dalam waktu yang bersamaan, tanpa adanya persaingan yang pada akhirnya berdampak pada ketidak seragaman pertumbuhan.

Kepadatan kandang yang melebihi kapasitas juga akan berdampak liter menjadi basah, kelembaban dan amonia meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah pada kesehatan.

Pemberian pakan dan minum

Berikan pakan dan minum segera pada saat DOC datang
Sesaat setelah anak ayam menetas hingga mendapatkan nutrisi pertama kali, merupakan periode kritis dalam memicu pertumbuhan yang baik bagi DOC. Meskipun setelah DOC menetas masih memiliki sisa kuning telur yang berfungsi sebagai sumber energi, namun pemberian ransum segera setelah DOC datang tetap penting untuk dilakukan. Tidak hanya untuk memberikan energi, namun untuk mempercepat penyerapan kuning telur dan memicu perkembangan saluran pencernaan, sehingga pertambahan berat badan yang dihasilkan tercapai sesuai standart.

Managemen pemberian pakan dan minum yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
  • Berikan air gula 2-5% (20-50 gram dalam 1 liter air minum) untuk mengganti energi yang hilang dari tubuh ayam selama masa pengangkutan.
  • Berikan pakan sedikit demi sedikit ke dalam tempat pakan. Kesegaran pakan perlu dijaga agar nafsu makan DOC tetap tinggi.
  • Pemeriksa konsumsi pakan dan air minum, 2-3 jam setelah pemberian pakan pertama melalui perabaan tembolok. Konsumsi pakan yang baik bila minimal 75% sampel DOC teraba kenyal dan lunak yang mengindikasikan bahwa ayam sudah mengkonsumsi cukup ransum dan juga air minum.
Pencahayaan

Pencahayaan memberikan stimulasi/rangsangan yang kuat dalam meningkatkan produktivitas ayam. Adanya cahaya akan mendorong ayam untuk selalu aktif mengonsumsi pakan, merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat memacu pertumbuhan anak ayam.

Kebutuhan pencahayaan pada masa brooding adalah 10-20 lux atau 20-40 watt tiap 10 m2. Pencahayaan diberikan selama 24 jam pada minggu pertama lalu dikurangi secara bertahap sebanyak 2 jam setiap minggu sejalan dengan bertambahnya umur ayam. Pengurangan pencahayaan dilakukan dengan cara mematikan lampu pada malam hari.

Grading dan Afkir

Seleksi, grading dan afkir pada masa starter hendaknya mulai dilakukan sedari awal masa pemeliharaan, pisahkan ayam berdasarkan kelompoknya (besar, sedang dan kecil), berikan perlakuan khusus pada kelompok ayam kecil baik dari segi pakan maupun perlakuan lainnya.

Kontrol berat badan ayam dengan melakukan sampling (10%) setiap minggu untuk mengetahui dan memantau berat badan dan keseragaman. Keseragaman yang baik adalah lebih dari 80%.

Afkir ayam-ayam yang memiliki karakter jelek, misalnya masalah kaki, tali pusar basah, paruh cacat dll.

Kandang dan lingkungan kandang

Berikan suasana nyaman pada ayam dan hindarkan ayam dari perlakuan-perlakuan tidak perlu yang mengakibatkan stress, agar pada masa kritis ini perkembangan dan pertumbuhannya tidak terganggu, sehingga perkembangan organ anatomi dan fisiologi serta sistem kekebalan tubuh dapat bertumbuh dengan sempurna, yang pada akhirnya menghasilkan performance ayam yang berkualitas.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Kamis, 16 Mei 2013

VITAMIN B9 (Asam Folat/Folic acid)

Asam folat (bahasa Inggris: folic acid, folate, folacin, vitamin B9, vitamin BC, pteroyl-L-glutamic acid, pteroyl-L-glutamate, pteroylmonoglutamic acid) adalah vitamin yang larut air. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Asam Folat diperlukan untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia.

Manfaat dan fungsi asam folat atau vitamin B9

Sel Darah Merah

Selain zat besi dan vitamin B12, dibutuhkan juga asam folat dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah sangat berperan penting bagi tubuh karena bertugas mengambil oksigen pada paru-paru dan mengedarkannya keseluruh tubuh dan juga mengambil karbondioksida pada tubuh untuk dikeluarkan kembali melalui paru-paru. Dengan mengkonsumsi banyak makanan berasam folat, maka akan menciptakan sel darah merah yang baik bagi tubuh.

DNA

Karena fungsi asam folat itu berperan dalam sel-sel tubuh, maka dari itu asam folat berperan penting dalam perbaikan DNA pada tubuh Anda. Dengan demikian kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan pertumbuhan resiko penyakit kanker. Saat seseorang mengkonsumsi asam folat pada makanan khusus (suplemen), maka akan mencegahnya dari dampak kekurangan vitamin B9 yaitu masalah pada usus besar. Dimana masalah pada usus besar pun dapat mengakibatkan kanker.

Ibu Hamil

Dibandingkan dengan manfaat sebelumnya, asam folat memang lebih dikenal bermanfaat bagi ibu hamil. Asam folat berfungsi mencegah bayi lahir cacat pada otak dan sumsum tulang belakang. Untuk wanita hamil dalam penelitian dianjurkan mengkonsumsi asam folat sebanyak 400 mcg sampai 600 mcg.

Menstruasi

Manfaat asam folat sebelumnya telah dibahas yaitu sebagai pembentuk dari sel darah merah. Dengan demikian dapat membantu gejala menstruasi dan akibatnya pada gejala anemia pada wanita. Pada beberapa wanita, menstruasi sangat berat dilalui. Kehilangan darah yang cukup banyak dari biasanya berdampak buruk bagi tubuh. Biasanya dokter akan menganjurkan Anda atau memberikan resep dimana asam folat ada didalamnya.

Pertumbuhan Jaringan Tubuh

Karena fungsinya yang telah dijelaskan sebagai pembentukan DNA, asam folat pun berperan penting dalam pertumbuhan jaringan tubuh. Ada keterkaitan antara asam folat dengan pembentukan jaringan tubuh yang telah rusak. Bahkan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penggunaan asam folat membantu atas kesembuhan jaringan saraf tulang belakang

Pencegahan Bayi Lahir Cacat

Bayi lahir cacat memang disayangkan. Salah satu manfaat asam folat adalah untuk mencegah hal itu terjadi. Karena telah dibuktikan dalam penelitian bahwa penggunaan asam folat pada saat kehamilan bermanfaat mencegah cacat tabung saraf yang akan berdampak pada tulang belakang dan otak. Penelitian pun berlanjut adanya penurunan bayi yang mengalami cacat lahir sebanyak 2% saja yang masih mengalami cacat lahir daripada mereka yang tidak mengkonsumsi asam folat bisa sampai 6%.

Fungsi Otak

Saat otak mengalami gangguan, maka seseorang bisa menjadi depresi atau gangguan kognitif lainnya. Untuk itulah asam folat bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi otak. Pada orang lanjut usia, asam folat berperan mencegah terjadinya kepikunan serta penurunan memori ingatan pada otak. Penelitian telah membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi asam folat setidaknya di usia 50 tahunan selama 3 tahun mampu mengimbangi mereka yang berusia 40 tahun dalam masalah ingatan pada sebuah tes di Belanda.

Jantung

Cacat pada jantung karena bawaan atau genetik akibat kelahiran bayi jarang terjadi. Pada penelitan telah membuktikan, cacat jantung bisa dikurangi jika pada saat kehamilan, ibu hamil banyak mengkonsumsi multivitamin yang terkandung asam folat didalamnya. Walau korelasinya tidak bisa diukur dengan jelas, namun dengan mengambil asam folat pada konsumsi suplemen ibu hamil mampu ditekan daripada mereka yang tidak mengkonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup.

Pertumbuhan Rambut

Asam folat ternyata mampu juga sebagai terapi untuk pertumbuhan rambut. Karena fungsinya yang dapat membuat pembentukan jaringan maka dapat menumbuhkan rambut. Pada studi khusus dikatakan bahwa asam folat dapat mengobati kerontokan rambut. Dengan konsumsi asam folat rutin berarti mencegah terjadinya kerontokan rambut. Misalnya saja pada pria yang telah berumur mengalami kebotakan pada kepala, rontoknya rambut pada tubuh, dapat diobati dengan penggunaan asam folat dalam konsumsi sehari-harinya. Asam folat yang direkomendasikan sejumlah 400 mcg perhari. Bisa diperoleh pada sereal, sayuran, dan buah-buahan. Jika sudah mengkonsumsi makanan tersebut masih mengalami kerontokan pada rambut, Anda bisa mengkonsumsi suplemen asam folat yang langsung tertera lebih dari 400 mcg pertablet/kapsulnya.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Senin, 06 Mei 2013

KOLIBASILOSIS

 
Kolibasilosis adalah penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli patogen sebagai agen primer ataupun sekunder. Infeksi E. coli atau koliseptikemia ini dapat terjadi pada ayam pedaging dan petelur dari semua kelompok umur, serta unggas lainnya seperti kalkun dan itik (CHARLTON et al., 2000).


Tanda klinis kolibasilosis tidak spesifik dan dipengaruhi oleh umur ayam, lama infeksi, organ yang terserang dan adanya penyakit lain bersamanya. Pada ayam pedaging umur 4−8 minggu dan ayam petelur umur ±20 minggu dapat terjadi septikemia akut dan menimbulkan kematian, yang didahului dengan hilangnya nafsu makan, malas bergerak dan mengantuk (LEE dan LAWRENCE, 1998).

Penularan kolibasilosis biasanya terjadi secara oral melalui pakan, air minum atau debu/kotoran yang tercemar oleh E. coli. Debu dalam kandang ayam dapat mengandung 105–106 E. coli/gram dan bakteri ini dapat tahan lama, terutama dalam keadaan kering. Apabila debu tersebut terhirup oleh ayam, maka dapat menginfeksi saluran pernafasannya (TABBU, 2000).

Penyakit kolibasilosis dapat dimanifestasikan dalam bentuk kelainan organ, seperti: septikemia, enteritis, granuloma, omfalitis, sinusitis, airsacculitis, arthritis/ synovitis, peritonitis, pericarditis, selulitis dan Swollen Head Syndrome/SHS (ZANELLA et al., 2000), oovoritis, salpingitis, panopthalmitis dan bursitis sternalis (BARNES dan GROSS, 1997; TABBU, 2000).

Kolibasilosis mempunyai dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, peningkatan jumlah ayam yang diafkir, penurunan kualitas karkas dan telur, serta, kualitas anak ayam (doc)dan dapat menjadi faktor pendukung timbulnya penyakit komplek pada saluran pernafasan, pencernaan atau reproduksi yang sulit ditanggulangi (TABBU, 2000).

Dalam kondisi normal E. coli terdapat di dalam saluran pencernaan ayam. Sekitar 10−15 persen dari seluruh E. coli yang ditemukan di dalam usus ayam yang sehat tergolong serotipe patogen. Bagian usus yang paling banyak mengandung kuman tersebut adalah jejunum, ileum dan sekum. Jenis E. coli yang terdapat di dalam usus tidak selalu sama dengan jenis yang ditemukan pada jaringan lain. Sebagai agen penyakit sekunder, E. coli sering mengikuti penyakit lain, misalnya pada berbagai penyakit pernafasan dan pencernaan yang menyerang ayam. Kenyataan dilapangan, timbulnya kasus kolibasilosis, terutama akibat pengaruh imunosupresif dari Gumboro (ayam pedaging lebih dominan dibanding petelur) dan sebagai penyakit ikutan pada Chronic Respiratory Disease (CRD), Infectious Coryza (Snot), Swollen Head Syndrome (SHS), Infectious Laryngo Tracheitis (ILT) dan koksidiosis (TABBU, 2000).

Ayam yang terserang kolibasilosis, umumnya memperlihatkan tanda-tanda klinis: kurus, bulu kusam, nafsu makan menurun dan murung. Pertumbuhannya terganggu, diare, bulu kotor atau lengket di sekitar pantatnya (AKOSO, 1993).

Menurut TABBU (2000), Kolibasilosis dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, meliputi kematian embrio pada telur tetas, infeksi yolk sac (kandungan yolk sac menjadi lebih encer, berwarna kuning coklat atau menyerupai keju dan berbau busuk) dan omfalitis (radang umbilicus/tali pusar), koliseptikemia, airsacculitis enteritis, infeksi alat reproduksi, koligranuloma, arthritis, panopthalmitis dan bursitis sternalis.

Embrio yang dapat bertahan dari infeksi E. coli akan menghasilkan DOC yang kerapkali akan mati dalam waktu beberapa hari setelah menetas. Kematian DOC biasanya akan meningkat pada minggu pertama, terutama pada hari ke−4 dan ke−5, kemudian menurun pada hari ke-6. (TABBU,2002)

Walaupun demikian kematian anak ayam dapat juga berlangsung sampai minggu ke−3. Anak ayam yang dapat bertahan setelah hari ke−4, kemungkinan akan menderita perikarditis dan peri hepatitis (di samping infeksi yolk sac), yang memberi petunjuk adanya penyebaran E. coli secara sistemik melalui yolk sac.

Bila sudah terjadi perikarditis, perihepatitis, airsaculitis yang hebat dan ada selaput fibrin yang menutupi sebagian besar hatinya, itu merupakan tanda spesifik dari infeksi kolibasilosis. Mortalitas biasanya tinggi (bisa mencapai 10−15%), jika infeksinya terjadi pada minggu pertama.

Kasus Kolibasilosis lebih banyak dijumpai pada musim penghujan dibandingkan musim kemarau.

Pada ayam petelur, kolibasilosis sering dijumpai pada ayam dara atau dewasa, menjelang produksi maupun masa produksi, dan menyebabkan :
  • Kelainan pada alat reproduksinya, berupa ooforitis dan salpingitis yang cenderung bersifat khronis.
  • Kelainan menyerupai tumor (granuloma), yang disebut koligranuloma (Hjarre’s disease).
  • Perubahan yang spesifik berupa lesi pada hati (membesar, keras dan berwarna belang),
  • Terdapat bungkul-bungkul pada duodenum, sekum dan mesenteriumnya. Hal ini mungkin akibat reaksi jaringan bersifat lokal dari koliseptikemia.

Kolibasilosis pada ayam, baik pedaging maupun petelur jarang menyerang secara tunggal, umumnya bersama-sama penyakit lain. Namun meskipun kolibasilosis hanya nimbrung, justru tingkat keparahan yang ditimbulkan jauh lebih tinggi dari penyakit lain yang mengawalinya.

dari berbagai sumber
readmore »»