Anda adalah pengunjung ke :

Minggu, 29 Januari 2017

KONTAMINAN PAKAN  

 (Hal-Hal Yang Mencemari Pakan dan Bahan Baku Pakan)

PAKAN yang tidak sehat dan terkontaminasi dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap ternak yang mengkonsumsinya. Penampilan parameter produksi dari ternak yang mengkonsumsinya akan terpengaruh seperti antara lain status kesehatan, berat badan, konversi pakan, mortalitas dan tingkat produksi telur (hen day atau hen housed).
Pakan bermasalah atau tidak higienis secara langsung akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi makan yang dalam periode berikutnya menyebabkan ternak tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung kapasitas produksinya.
Beberapa kasus kontaminasi yang menyebabkan pakan menjadi tidak higienis adalah : kutu beserta rumah kutu atau serangga dan dalam bentuk larvanya, cemaran salmonella, cemaran tikus termasuk ekskreta dan urinnya, pertumbuhan jamur yang menghasilkan toksin, oksidasi berantai yang menyebabkan ketengikan, kontaminasi benda-benda asing lainnya/kotoran mati yang menurunkan kualitas bahan baku, dll.

Kontaminasi Jamur

Faktor kontaminan yang utama diperhatikan sejak awal adalah jamur yang khususnya terdapat pada jagung dan bahan bungkil (groundnut meal, soybean meal, dll). Jagung yang dibeli dari pedagang tradisional yang pengeringannya mengandalkan panas matahari biasanya mengandung kadar air 16-17 %. Pada musim hujan akan sulit mendapatkan jagung kering, sehingga kadar air naik di atas 17 %. Selama penyimpanan di gudang, suhu dan kelembaban yang tinggi cenderung mendukung pertumbuhan jamur. 

Kadar air yang aman dalam jagung adalah berkisar 14 % dimana jamur sulit bertumbuh dan menyebarkan sporanya. Sebaiknya jangan menerima jagung dengan kadar air di atas 17 % apalagi jika stok jagung cukup banyak dan akan disimpan dalam waktu lebih dari 2 minggu. Karena selama penyimpanan, tingkat cemaran jamur bisa berkembang lebih 2-3 kali lipat. 

Jagung juga cepat menjadi berbau asam karena panas yang ditimbulkan akibat pertumbuhan jamur.
Kontrol cara penyimpanan jagung yang tidak kering ;
  • Jagung Disusun Dengan Diberikan Ruang Kosong Dalam Jarak Tertentu 
  • Jangan Menempel langsung Pada Dinding Gudang Untuk Memberikan Ventilasi Angin Yang Baik Terhadap Tumpukan Jagung, Mencegah Pembentukan Panas dan Memudahkan Pemeriksaan.
  • Laksanakan Prinsip FIFO Secara Ketat.
  • Apabila Ditemukan Jamur Yang Signifikan, Lakukan Tindakan Pencegahan Atau Pengobatan.

Kontaminasi Kutu
Kontaminasi kutu bisa ditemukan hampir pada semua bahan baku yang mengindikasikan masa penyimpanan yang terlalu lama di gudang pemasok.
Jenis bahan baku yang umum ditemukan tercemar kutu antara lain jagung, tapioka, katul, meskipun tidak tertutup kemungkinan juga bisa ditemukan pada bungkil kedele dll.
Jenis kutu yang berbeda dijumpai pada bahan sumber protein hewani seperti meat bone meal, poultry meat meal, fish meal, blood meal dll. Kutu yang mengkontaminasi bahan ini tergolong mempunyai bentuk badan yang besar dan berwarna coklat gelap sampai hitam. 
Sekali suatu bahan baku terinfestasi kutu, maka secepatnya harus dilakukan tindakan pengendalian yaitu fumigasi.
Kutu cepat berkembang biak dan menimbulkan kerugian besar karena kutu memakan sejumlah besar nutrisi bahan dan mengubahnya menjadi kotoran dan debu. 
Kutu juga berkaitan erat dengan penyebaran jamur, Kutu menciptakan kondisi yang baik untuk mendukung pertumbuhan jamur dengan merusak bijian sebelum atau sesudah panen. Perkembangan populasi kutu menciptakan larva dan sarang kutu. Seterusnya akan bersarang dan melekat pada lekukan fasilitas pabrik dan pojok mesin yang tidak selalu dilalui pergerakan material sehingga kutu leluasa membentuk sarang di daerah seperti itu.

Kontaminasi Salmonella

Salah satu organisma pathogen yang paling utama ditakuti adalah salmonella, karena kontaminasinya mencapai telur dan daging yang menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia.
Pakan dianggap merupakan sumber paling umum bagi infeksi salmonella ke dalam flok unggas yang dipelihara. Sebuah investigasi yang dilakukan pada tahun 1996 menunjukkan bahwa hampir 5 % dari protein ternak telah terkontaminasi oleh serotipe salmonella. Sebanyak 10 % dari semua isolat tersebut adalah berupa Salmonella enteriditis.
Pada umumnya bahan baku sumber protein hewan mempunyai kadar kontaminasi Salmonella yang jauh lebih tinggi dibandingkan protein asal tanaman. 
Bagian dalam unggas dan tepung bulu adalah yang patut paling diperhitungkan beresiko tinggi mengandung Salmonella.

Periode umur 1 – 14 hari pada ayam adalah yang paling peka terhadap infeksi salmonella.
Uji salmonella masih tergolong mahal dan baru umum digunakan terhadap ayam pembibitan.
Berbagai fasilitas produksi berpotensi menyimpan populasi mikro organisma pathogen apabila tidak dibersihkan dan disanitasi secara teratur. Dalam banyak hal, ini diperparah oleh terkonsentrasinya tepung dari sisa proses pakan, yang terakumulasi dalam jangka panjang menyediakan tempat pertumbuhan yang baik. 
Tepung ditambah kelembaban dan umur pakan merupakan faktor-faktor yang menjadi pemicu kontaminasi. 
Pada lokasi-lokasi tertentu jamur mudah serta cepat berkembang untuk menghasilkan alfatoksin. Demikian pula kutu mudah membentuk sarang, menghasilkan larva dan benang-benang yang mencemari pakan. 


diolah dari sumber : feedindonesia.wordpress.com)

readmore »»  

Jumat, 27 Januari 2017

SnS Maxi PRO 
PROBIOTIK  SAPI /RUMINANSIA 


Pengertian probiotik secara umum adalah suatu bahan feed suplement yang berupa jasad hidup mikrobial yang mempunyai pengaruh menguntungkan bagi ternak induk semangnya (host) dengan meningkatkan keseimbangan mikrobial pada saluran pencernaan ternak tsb. 

Seperti diketahui bahwa di dalam saluran pencernaan ternak yaitu di bagian lambung dan usus terdapat berjenis-jenis mikrobia. Mikrobia yang terdapat di dalam pencernaan tersebut dibedakan dalam 2 tipe.
  • Tipe yang pertama adalah mikrobia non-pathogen yang bersifat menguntungkan ternak selama proses pencernaan berlangsung sehingga dikenal sebagai benefical species
  • Tipe kedua adalah tipe yang bersifat pathogen, yaitu yang dapat menimbulkan sejumlah penyakit pada ternak. 
 Pada keadaan normal yaitu pada kondisi kesehatan ternak dalam keadaan baik, kedua tipe mikrobia tersebut berada dalam keadaan seimbang. Sejumlah interaksi simbiosis dan kompetisi terjadi di antara kedua tipe mikrobia tersebut. 

Keadaan seimbang tersebut tidak selamanya tetap, misalnya pada saat ternak mengalami stress, akan menyebabkan perubahan keseimbangan yang lebih mendukung ke arah mikrobial patogenik dominant dan menyebabkan turunnya performance ternak, gangguan pencernaan, dan pada keadaan yang parah dapat menyebabkan kematian. Penggunaan probiotik akan membantu mencegah serangan mikrobia patogen selama ternak mengalami stress. 

Peran Probiotik 

Banyak hasil penelitian yang menunjukkan kelebihan probiotik sebagai fungsional feed suplement ternak. Probiotik yang terdapat pada saluran pencernaan dapat menetralisir toksin yang dihasilkan oleh mikrobia patogen, menghambat pertumbuhan mikrobial patogen dengan mencegah kolonisasi di dinding usus mempengaruhi aktivitas enzim di dalam usus, dan meningkatkan pertumbuhan serta performans ternak. 

Pada ternak ruminansia pengaruh probiotik secara umum adalah :

- Meningkatkan kecernaan bahan kering pakan, khususnya fraksi serat kasar.
- Pada sapi muda, probiotik akan menaikkan pertambahan berat badan dan konsumsi pakan.
- Pada sapi perah akan meningkatkan produksi susu dan lemak susu dan
- Pada sapi pedaging akan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan pertambahan berat hidup. 

SnS Maxi PRO adalah produk suplemen probiotik yang dikembangkan oleh SnS PROJECT GROUP mengandung bakteri/mikroorganisme-microorganisme non pathogen (BAL/Bakteri Asam Laktat) dan fungi (Saccharomyces cerevisiea dan Aspergillus oryzae) yang berfungsi sebagai enzim proteolitik (pengurai protein), lipolitik, selulolitik dan mikroba asam lambung maupun lignolitik (pengurai serat kasar), dan juga mengandung multivitamin, mikro mineral dan asam amino yang membantu menanggulangi ketidakseimbangan nutrisi dan mempercepat pemulihan kondisi tubuh setelah terserang penyakit bakterial dan parasit 

Probiotik SnS Maxi PRO yang diberikan sebagai fungsional feed suplement memiliki kemampuan dalam meningkatkan kesehatan dan produktifitas ternak. Pada keadaan ternak mengalami stress seperti laktasi, kebuntingan, kelahiran, transportasi, penyapihan, perubahan pakan dan cuaca, penggunaan SnS Maxi PRO sangat dianjurkan. 

Stress sebagai akibat dari sejumlah perubahan kondisi lingkungan fisik maupun emosi seperti tersebut di atas menyebabkan sekresi hormon-hormon adenotropik oleh kelenjar pituary sehingga menstimulir adrenal korteks untuk mensintesa kortikoid. Hal tersebut mempengaruhi fisiologis tubuh ternak termasuk produksi getah lambung di mana akan menaikkan keasaman lambung. Keadaan asam lambung tersebut akan menyebabkan peningkatan serangan penyakit oleh mikrobia patogenik. Penggunaan SnS Maxi PRO dalam kondisi ini memberikan hasil yang efektif, karena akan menetralisisr serangan mikrobia patogen.


Dari berbagai sumber

readmore »»  

PRODUK - PRODUK  SnS PROJECT


Berkat dukungan para pelanggan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dan terus memberikan masukan dan motivasi kepada kami, maka kamipun bertekad untuk terus berinovasi mempersembahkan yang terbaik. 

Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang begitu mendukung gerak langkah kami dalam upaya mempersembahkan yang terbaik bagi dunia peternakan, perikanan dan pertanian yang kita cintai.
 


readmore »»  

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR (4)

PEMELIHARAAN PHASE LAYER
(Phase Produksi)
(Umur 17 minggu s/d afkir) 


A. Tujuan dan target :


Persistensi produksi telur yang tinggi,
Berat telur yang bagus
Periode puncak produksi yang panjang


B. Manajemen Laying


Kualitas pakan yang bagus, program pakan yang benar, praktek manajemen lainnya seperti uniformity selama periode growing mempengaruhi waktu awal bertelur, puncak dan lama puncak produksi.
Program pencahayaan yang benar (durasi & intensitas cahaya) juga mempengaruhi waktu laying dan performans produksi
Bobot badan pada saat laying harus dicapai 1550 gr dan harus mencapai minimal 1900 gram pada saat puncak produksi dan minimal 85% keseragaman dianjurkan
Ayam akan berproduksi dengan baik pada 450 cm floor space dan 10 cm feeder space, kuncinya juga adalah ventilasi yang baik.


Layer floor space

- 4-6 ayam/baterei 450 cm / (40 x 45 cm untuk 4 ayam)
- 3 ayam/baterei 465 cm / (35 x 40 cm untuk 3 ayam)
- 2 ayam/baterei 600 cm / (30 x 40 cm untuk 2 ayam)
- 1 ayam/baterei 700-800 cm / (20 x 40 cm)

Kualitas pakan dan pemberian pakan sangat penting untuk periode ini selama puncak produksi
Monitor bobot badan aktual dibandingkan terhadap standar puncak produksi, disesuaikan dengan program pemberjan pakan untuk mencegah penurunan yang tajam setelah puncak produksi
Penurunan rataan produksi tergantung pada lingkungan, kualitas pakan, pemberian pakan, strain dan faktor manajemen.
Penurunan produksi yang normal kira-kira 0.4 - 0.6 % setiap minggu sesudah puncak.
Berat telur ditentukan oleh strain, bobot badan, keseragaman, temperatur, pakan , pemberian pakan, dan umur.
Setetah 8-10 bulan produksi telur, kekuatan kerabang tetur akan menjadi masalah
Buatlah recording data performans produksi meliputi : HH, HD, berat telur, mortalitas, konsumsi pakan dan FCR


C. Pemberian Pakan dan Minum

 Pakan pre layer digunakan hingga 5% produksi. Perubahan yang terlambat akan menyebabkan defisiensi mineral yang lebih lama pada pullet.
Pakan awal layer yang kaya protein dan asam amino, sangat dibutuhkan untuk produksi dan pertumbuhan
Kebutuhan Protein 17,5 – 18 % , ME 2900 – 2950 Kcal.
Kesegaran dan kehigienisan air minum harus selalu diperhatikan.
Ayam seharusnya diberi air minum yang berkwalitas baik pada semua periode. Adanya suatu factor dapat menyebabkan problem alat pencernakan dan masalah lainnya. Air harus selalu bebas dari salmonella dan agen patogen lainnya.
Pada ayam petelur konsumsi air akan bervariasi antara 210 dan 300 ml / ekor / hari tergantung suhu lingkungan
Kebutuhan air akan meningkat pada suhu diatas 20° C. konsumsi air juga berbeda – beda tergantung pada suhu air minumnya. Misalnya, jumlah konsumsi air 20 % lebih banyak pada suhu 25 °C dari pada suhu 14 °C.

D. Seleksi dan Culling pada fase layer

Seleksi pada fase layer di dasarkan pada :
  1. Catatan produksi yang dilakukan setiap hari dalam bentuk recording 
  2. Berdasarkan eksterior ayam

1. Catatan produksi

Didalam pencatatan produksi pada fase layer meliputi :

Umur ayam
Tanggal Pencatatan
Jumlah Ayam (Mati,Afkir,Hidup).
Jumlah Pakan yang diberikan
Produksi telur (Jumlah dan berat telur)
HD (Hen day production), adalah perbandingan antara jumlah telur (butir) dengan Jumlah ayam saat ini dikalikan 100 %.
FC / FCR (Feed confersi / Feed Confersi Rasio), adalah perbandingan Jumlah pakan yang diberikan saat ini dengan berat telur yang dihasilkan.
Obat-obatan dan vaksin.
Keterangan.


2. Eksterior Ayam


Seleksi cara ini lebih didasarkan pada bentuk eksterior dan tanda – tanda fisiologis pada ayam.

Contoh form Recording / catatan harian ayam petelur

CATATAN HARIAN AYAM PETELUR
Bulan : …………………

No. Code kandang : ……..……..
Strain ayam : ……………
Umur
Tgl
Jumlah Ayam
Pakan
(kg)
Prod.Telur
%
HD
FC
Keterangan
Mt/Afk
Hidup
Butir
Kg

1









2









3









4









5









6









7








Rata - rata








Dst …………………


A. Program Pencahayaan


Tujuan :

Untuk meningkatkan pertumbuhan
Untuk mengontrol sexual maturity
Untuk mencapai berat badan pada produksi 5 %
Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual.
Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan.

Program Pencahayaan

Umur
(hari)
Lama
(jam)
Intensitas
(lux)
1 - 3
23 - 24
40
4 - 7
22
40
8 – 14
20
40
15 - 21
19
40
22 - 35
18.5
40
36 - 49
17
40
50 - 63
16
40
64 - 77
15
40
78 - 91
14
40
92 - 98
13
40
99 - 105
13
40
106 – 112
Pencahayaan alami
40
113 - 126
Pencahayaan alami
40
Sesudah 127
Pencahayaan alami
40
5 % Lay
14 (+2)
40
Sesudah 35 % lay
15 (+2)
40
Sesudah 60 % lay
16 (+2)
40

 Catatan : Penambahan 2 jam diberikan saat tengah malam untuk meningkatkan konsumsi pakan 



Lama Pencahayaan (jam)

Misal :

Pada umur 4 hari dilakukan pencahayaan selama 23 jam
Midnight lighting mulai produksi 5%, kalau berat badan masih dibawah standar, midnight lighting mulai pada umur 6 minggu.  


Intensitas cahaya 

Untuk beberapa hari pertama dianjurkan intensitas 30-40 lux.
Memelihara dalam kandang gelap / agak gelap
Pada kandang yang gelap, intensitas 5-10 lux sudah cukup
Pada kandang penerangan alami, intensitas 40 lux dibutuhkan untuk menghindari terlalu banyaknya pertambahan intensitas atas transfer terhadap kandang laying, yang dapat memicu stress dan kanibal.
Memelihara pada kandang penyinaran alami / semi gelap
Untuk mengefektifkan program lampu dan kontrol kematangan seksual dibutuhkan intensitas diatas 40 lux.


Produksi pada kandang dengan penyinaran alami

Untuk mencegah keterlambatan kematangan seksual yang diinduksi oteh menurunnya pencahayaan disarankan untuk memulai stimulasi lampu pada bobot badan 1250 gram dengan penambahan cahaya 2 jam dan kemudian ditingkatkan kira-kira ½ jam / minggu hingga 16 jam atau 16,5 jam.

Program cahaya pada daerah panas

  • Sebaiknya pencahayaan dilakukan pada pagi hari untuk meningkatkan konsumsi pakan. 
  • Penambahan pencahayaan tidak boleh dilakukan sebelum produksi 5%. Pada lklim panas dapat ditambahkan cahaya selama 2 jam di tengah malam untuk meningkatkan konsumsi pakan. 


Program cahaya untuk periode produksi

(1). Program normal dengan lama pencahayaan 15 jam sampai produksi 50%.
Jumlah pakan yang dimakan tergantung dari panjang hari. Perubahan panjang hari dalam satu jam akan merubah konsumsi pakan kira-kira 1,5 - 2 gram.

(2). Satu setengah sampai dengan 2 jam penyinaran di tengah malam dilakukan 3 jam setelah lampu dimatikan.
Teknik ini banyak dilakukan pada pullet dan awal produksi. Menghadapi periode akhir dari layer, program lampu di malam hari akan memperbaiki kualitas dan warna kerabang telur.

(TAMAT)

Artikel berikutnya akan kami coba persembahkan buat pemerhati dan praktisi peternakan artikel-artikel seputar management dan atau tatakelola serta tips dan trik untuk membangun dunia peternakan lebih maju lagi yang semoga bermanfaat, mohon maaf jika terdapat kekeliruan serta kami mengharap kritik dan sarannya. Terima Kasih.
readmore »»  

Rabu, 21 Oktober 2015

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR (3)

PERIODE GROWER



Tujuan dan target Untuk mencapai standart berat badan dan keseragaman.
Untuk mengembangkan sistem pencernaan pullet agar dapat meningkatkan konsumsi pakan pada saat awal periode layer.

Manajemen Growing dan Pullet

1. Kontrol Berat Badan dan Keseragaman

Tujuannya adalah memperoleh kelompok ayam yang seragam mengikuti kurva pertumbuhan normal. Pertumbuhan ayam tidak dapat hanya dilihat dari Jumlah pakan yang diberikan karena pakan tergantung pada

a. Kualitas pakan
b. Suhu kandang
c. Status kesehatan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Rendahnya berat badan dan jeleknya keseragaman akan menyebabkan produksi menjadi rendah.
Timbang ayam mulai umur 1 minggu yang dilakukan pada sore hari.

Lakukan seleksi tiap hari hingga umur 10 minggu. Target pencapaian berat badan umur 10 minggu (830-870 g), 13 minggu (1100-1140 g) dan 15 minggu (1270-1320 g).
Keseragaman seharusnya dimonitor pada 5 minggu dan 12-15 minggu.
Minimal Delapan puluh lima persen (85%) ayam harus berada dalam berat yang dianjurkan. Jika uniformity < 85% saat umur 6 minggu, lakukan grading total.

Pisahkan kelompok ayam (grading) berdasarkan kelompok berat badan. Jika keseragaman standar tidak tercapai, lakukan program pemberian pakan yang lebih intensif (memperpanjang pakan pre-starter) atau culling pada umur 10 minggu.

Penyebab dan cara mengatasi berat badan yang Iebih rendah dari standar
PENYEBAB
KOREKSI
Tempat pakan kurang
Brooding : mm. 10 feeder tray / 500 DOC
Growing mm. 5 tube feeder / 100 ekor
Tempat air minum kurang
Brooding 6 PS-MARK II atau 6 - 8 galon /  500 DOC
Growing 12 PS-MARK II / 1000 ekor
Suhu brooding tidak sesuai
Segera koreksi sesuai suhu standar
Waktu dan manajemen
pemberian pakan kurang
Berikan pakan sedikit demi sedikit tetapi sesering mungkin
Bentuk dan kualltas pakan
Gunakan bentuk crumble atau pellet berkualitas tinggi
Gangguan parasit internal dan eksternal
Gunakan obat-obatan atau bahan kimia anti parasit
Gangguan ventilasi
Usahakan penambahan kipas angin
Lakukan manajemen litter yang baik
Penyakit
Sanitasi/biosekuriti dan program vaksinasi
Gangguan kompetisi antar ayam
Seleksi atau pengelompokan berdasarkan berat badan
Kesalahan monitoring
berat badan
Penimbangan setiap minggu sekali



Metode Penimbangan
  • Sebaiknya lakukan penimbangan saat sore hari, setiap minggu mulai umur 1 minggu. Gunakan timbangan dengan ketepatan minimal 20 gram.
  • Cara menimbang bisa dilakukan dengan memakai penyekat yang dapat diangkat, lalu sekelompok ayam digiring ke salah satu pojok kandang.
  • Timbang ayam tersebut satu per satu (minimal 5% dan jumlah populasi).
  • Flock dianggap seragam jika 85 % – 90 % dan berat badan ayam terdapat antara +10% dan -10% dari berat badan rata -rata.

Ayam dengan kematangan seksual dini akan menghasilkan telur lebih kecil, sedangkan yang mengalami matang seksual terlambat akan bertelur lebih sedikit namun telur lebih berat.


2. Teknik Pemberian Pakan
  • Teknik pemberian pakan yang digunakan pada umur 5-16 minggu bertujuan untuk
  • Menghindari bertambahnya sisa-sisa pakan yang partikelnya halus
  • Meningkatkan perkembangan tembolok dengan memberikan konsumsi pakan secara cepat.
  • Meningkatkan perkembangan gizard

(1). Suatu hal yang penting untuk diaplikasikan pada pullet dan layer adalah mengosongkan tempat pakan pada waktu tertentu terutama siang hari, karena ayam lebih banyak makan pada pagi hari dan malam hari dengan tujuan mempercepat perkembangan tembolok dan gizzard.


(2). Secara rutin berikan asupan SnS PRO melalui air minum minimal 2-3 hari setiap minggu untuk memelihara flora normal usus sehingga proses pencernaan dan penyerapan pakan dalam usus menjadi maksimal yang berujung pada pertumbuhan dan produksi kelak.


(3). Untuk meningkatkan konsumsi pakan yang cepat disarankan pemberian pakan kira-kira 2-3 jam sebelum gelap. Waktu yang tepat pemberian pakan harus dipilih sehingga sekitar 50% di makan pada pagi berikutnya. Ketika lampu menyala karena sistem pencernaan kosong, ayam akan memakan partikel-partikel pakan yang halus.


(4). Pengosongan tempat pakan dilakukan secara bertahap mulai umur 4-8 minggu, sehingga pada umur 10-12 minggu tempat pakan dibiarkan kosong minimum 2-3 jam per hari.


(5). Peralatan harus cukup dan distribusi pakan harus merata agar konsumsi pakan tencapai. Demikian juga dengan ketersediaan air minum harus cukup.


(6). Untuk meningkatkan perkembangan kapasitas crop dapat dibantu dengan mengosongkan tempat pakan di tengah hari dan pemberian midnight lighting pada musim panas (kalau berat badan di bawah standar).


3. Program Pencahayaan


Tujuan Program Pencahayaan :
  • Untuk mendorong laju pertumbuhan
  • Untuk merangsang dewasa kelamin.
  • Untuk mencapai berat badan pada saat mulai produksi.

Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual. Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lama pencahayaan.

Yang perlu diperhatikan dalam program pencahayaan pada periode grower :
  • Hindari penambahan cahaya saat ayam umur 8 - 14 minggu.
  • Berikan Bennefit plus & SnS PRO , minimal 2-3 hari setiap minggu, untuk memaksimalkan sistem pencernaan dan penyerapan pakan serta melancarkan sistem metabolisme tubuh selama masa pertumbuhan

Jangan mengurangi pencahayaan setelah ayam mulai bertelur.


5. Transfer
  • Transfer dilakukan saat umur 13-16 minggu
  • Transfer harus ditakukan segera mungkin sebelum mulai bertelur. transfer terlambat atau terlalu lama pengiriman seringkali menyebabkan terlambat bertelur.
  • Jika ada program vaksinasi, berikan minimal 1 minggu sebelum transfer.

Lakukan adaptasi terhadap Iingkungan baru, dengan cara :
  • Pemberian Cahaya selama 22 jam pertama setelah transfer.
  • Tingkatkan intensitas cahaya pada 4 - 7 hari pertama setelah transfer agar mudah menemukan nipple drinker (Bagi kandang yang menggunakan niple untuk distribusi air minum), hal ini juga dapat mengurangi resiko kanibalisme.

Konsumsi Air Minum
  • Selama transfer ayam mengalami dehidrasi (air akan hilang antara 0.3 - 0.5% per jam) maka perlu persediaan air minum secepatnya. Sewaktu datang pullet harus minum terlebih dahulu sebelum makan, dengan cara mengosongkan tempat pakan.
  • Berikan Bennefit plus selama 5 hari berturut-turut. untuk mengatasi dehidrasi yang diderita ayam
  • Tunggu 3 - 4 jam sebelum pakan didistribusikan dan periksa lagi kondisi nipple drinker
  • Kontrol konsumsi air minum setiap hari.
  • Pada saat transfer berat badan dapat mengalami penurunan sekitar 5 - 10 %. Oleh karena itu hindarilah stress dan berikan air minum serta pakan yang lebih dari sebelumnya.
  • Dua hari setelah transfer, berikan 24 jam penyinaran untuk meminimalisasi berat badan yang hilang akibat stres.


(BERSAMBUNG)
readmore »»  

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN AYAM PETELUR (2)

PERIODE STARTER

Tujuan dan target

Mencapai kerangka dan struktur berat badan yang sesuai dengan standart.
Memperoleh berat badan 290 gram pada saat 4 minggu dan 390 gram saat umur 5 minggu.
Pemberian pakan 

Pemberian pakan bentuk crumble sangat penting untuk mencapai berat badan standar pada minggu ke-5 atau sampai berat badan tercapai.
Jumlah pakan diprediksikan 0 - 5 minggu : 840 gram.
Pakan diberikan sedikit demi sedikit pada awal minggu tapi sesering mungkin.

Pemberian air minum

Pada dua hari pertama sebaiknya diberikan air hangat dengan temperatur >25° C,
Berikan larutan Bennefit plus 0.015 ml/ekor & SnS PRO 0.035 ml/ekor
Pada dua minggu pertama tempat minum harus dibersihkan 3 kali sehari dan setelah itu dibersihkan 2 kali sehari.

POTONG PARUH

Alasan dilakukannya potong paruh
Untuk mencegah kanibalisme
Untuk menghindari pemborosan pakan
Agar paruh lebih seragam

Hal-hal yang perlu diperhatikan Sebelum potong paruh 

Periksa bahwa ayam berada dalam keadaan sehat.
Jangan Lakukan potong paruh ketika ayam menunjukkan reaksi vaksinasi.
Tambahkan vitamin K dan C ke dalam air minum untuk mencegah haemoraghi.
Kontrol panas pisau potong paruh pada temperatur yang cukup (650°C) untuk mencegah haemoraghi.

Cara potong paruh umur 8-10 hari 

Pegang ayam dalam satu tangan dengan ibu jari di belakang kepala.
Kepala dipegang dengan erat dalam posisi istirahat diatas ibu jari.
Pilih lubang yang benar, potong 1/3 bagian paruh kurang lebih 2 mm dari nostril / lubang hidung.
Untuk mencegah ketidaksamaan pertumbuhan paruh atas dan paruh bawah maka pemotongan paruh bagian atas ¾ bagian dan paruh bawah dipotong 1/4 bagian

Hal-hal yang perlu diperhatikan Sesudah potong paruh 

Kontrol apakah ayam mengalami pendarahan dan dapat minum dengan bebas.
Selama 3 hari tempat pakan diisi tebih tebal sehingga ayam dapat makan dengan aman setelah potong paruh.
Berikan antiseptik setelah potong paruh (bila diperlukan). Berikan larutan Bennefit plus 0.035 ml/ekor & SnS PRO 0.06 ml/ekor setelah pelaksanaan potong paruh.

(BERSAMBUNG)
readmore »»