Anda adalah pengunjung ke :

Senin, 16 September 2013

SILASE

Silase adalah pakan yang telah diawetkan dengan cara disimpan dalam tempat kedap udara (kondisi an aerob /bebas O2 ) yang berbahan baku hijauan, hasil samping pertanian atau bijian dengan kadar air 60-70%.
Penyimpanan pada kondisi kedap udara tersebut menyebabkan terjadinya fermentasi pada bahan silase.
Proses selama pembuatan silase disebut ‘ensilase’. Proses ini memerlukan waktu 2-3 minggu.
 
Proses yang terjadi pada pembuatan silase :
  • Menjaga jangan sampai udara luar masuk dalam wadah drum silo, jika masuk akan terjadi proses pembusukkan. Pada proses ini terjadi perombakan nilai nutrisi hingga ada kemungkinan turun.
  • Untuk sementara rumput dalam silo drum masih bernapas dengan udara di sekelilingnya dan menghasilkan CO2 + H2O + energy panas.
  • Setelah udara dalam drum silo habis, sel sel rumput akan berhenti bernapas dan daun akan mati sehingga terjadilah proses ENSILASE.
  • Adanya pengaruh bakteri, bakteri laktis acid, streptococcus laktis dan membentuk asam laktat /susu dalam pembuatan silase yang perlu di perhatikan adalah membantu bakteri penolong dengan jalan menambah subtract ( umbi umbian, gamblong, katul ) dan yang perlu di cegah adalah bakteri pembusuk yang terdiri dari bakteri clostridium sacharo butirat dan clostridium tyrobutirat, yang menghasilkan asam mentega.
Bakteri asam susu asam laktat dapat tumbuh baik bila dalam kondisi an aerob sehingga prosesnya di sebut peragian atau fermentasi, oleh karenanya agar bakteri penolong dapat bekerja optimal maka O2 harus di keluarkan secara maksimal. Proses pembentukan asam susu berjalan sampai ph 4 asam sehingga perkembangan bakteri clostridium akan terhambat, keadaan ini biasanya tercapai setelah 3-4 minggu.

Contoh bakteri asam laktat diantaranya adalah Streptococcus thermophillus, Streptococcus lactis, Lactobacillus lactis, Leuconostoc mesenteroides .

Selain bakteri pembentuk asam laktat, dalam bahan baku silase terdapat juga bakteri Clostridia. Bakteri ini mengkonsumsi karbohidrat, protein dan asam laktat sebagai sumber energi dan memproduksi asam butirat. Bakteri ini merugikan karena menguraikan asam amino (menurunkan kandungan protein dan menghasilkan ammonia) sehingga menyebabkan pembusukan silase. Keadaan yang mendukung pertumbuhan bakteri Clostridia adalah tingginya kadar air, terlalu lamanya proses respirasi, kurangnya bakteri asam laktat dan rendahnya karbohidrat. Inilah yang menyebabkan perlunya pelayuan bila kadar air bahan lebih dari 75% dan bahan tambahan dalam pembuatan silase hijauan.

Bahan tambahan untuk pembuatan silase dibedakan menjadi 2 jenis yaitu stimulant dan inhibitor. Bahan yang masuk kategori stimulant adalah bahan pakan sumber karbohidrat seperti molasses, onggok, dedak halus atau ampas sagu. Molasses dan onggok bisa ditambahkan sebanyak 1,5 - 2 % dari berat hijauan. Sedangkan kalau dedak halus sebanyak 5% dan kalau menggunakan ampas sagu diperlukan 7% dari berat hijauan. Urea juga bisa ditambahkan untuk meningkatkan kandungan protein silase berbahan baku jagung. Bahan stimulant lain yang juga bisa dipakai adalah SnS PRO, probiotic solution, sebagai mikrobia yang membantu proses ensilase yang sempurna.

Sedangkan bahan yang masuk kategori inhibitor diantaranya asam format, asam klorida, antibiotik, asam sulfat dan formalin. Penambahan inhibitor bermanfaat untuk proses ensilase tetapi masih asing bagi petani kita. Bahan stimulant lebih mudah didapatkan, harganya juga lebih murah dan lebih ramah lingkungan.

Proses pembuatan silase

Bahan Silase
  • Bahan Pakan Ternak (Rumput, Leguminosa/kacang-kacangan dll) : 100 kg
  • Molasses /tetes tebu ; 1,5 liter/ 100 kg bahan Pakan Ternak
  • SnS PRO, probiotic solution : 1 liter/100 kg bahan Pakan Ternak
  • Dedak : 5 kg/100 kg bahan Pakan Ternak
  • Tepung jagung : 5 kg/ 100 kg bahan Pakan Ternak
Cara pembuatan silase
  1. Bahan Pakan Ternak (Rumput, Leguminosa/kacang-kacangan dll) di potong potong sepanjang 5 cm,
  2. Larutkan molasses dan SnS PRO, probiotic solution kedalam air sebanyak 25-30 liter.
  3. Masukkan Bahan Pakan Ternak kedalam silo (tempat menyimpan silase bisa menggunakan drum plastic, plastic meteran tebal atau terpal berlapis plastic yang di tanam dalam lobang tanah), padatkan dengan cara diinjak-injak
  4. Taburkan secara merata bahan pengawet (Dedak dan Tepung jagung)
  5. Kucuri / siram dengan larutan air yang berisi larutan molasses dan SnS PRO,probiotic solution.
  6. Masukkan lagi Bahan Pakan Ternak kedalam silo, injak-injak hingga padat, taburi lagi dengan bahan pengawet, siram lagi dengan larutan molasses dan SnS PRO,probiotic solution. Begitu seterusnya hingga bahan silase dan bahan pengawet habis ,lalu tutup rapat agar udara dan sinar matahari tidak bisa menembus dalam silo.
Setelah 1 minggu atau 2 minggu atau 4 minggu silase sudah dapat di ambil, jika ingin di simpan lama dalam hitungan tahun, minimal peram/ fermentasi silase selama 1,5 bulan.
Silase di ambil secukupnya saja, misalnya untuk stock selama 7 hari, lalu di angin anginkan, setelah itu baru bisa di berikan ke ternak.
Setelah silase di ambil , jangan lupakan proses penutupan silo, yang rapat agar dalam silo bebas O2.

Ciri ciri silase yang baik :
  1. Rasa dan bau asam tape caramel
  2. Warna hijau dengan sedikit gradasi coklat
  3. Tekstur tetap seperti hijau daun
  4. Tidak berjamur, tidak berlendir dan tidak menggumpal


Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar