Anda adalah pengunjung ke :

Senin, 19 Agustus 2013

BIOSECURITY PETERNAKAN AYAM

Biosecurity adalah rancangan praktis untuk mencegah penyebaran penyakit ke dalam farm, dengan cara melakukan menjaga fasilitas yang dapat memperkecil lalu lintas organisme biologis (virus, bakteri, hewan dll) melintasi batasnya.
Biosecurity sangat murah, dan lebih efektif dalam pengendalian penyakit. Tidak ada program pencegahan penyakit tanpa penerapan biosecurity.

Biosecurity mempunyai tiga komponen utama :
  1. Isolasi mengarah pada pemisahan hewan yang disesuaikan berdasarkan pengendalian lingkungan. Pagar pemisah antara ayam di kandang dan hewan lain di luar. Isolasi juga penerapan pemisahan kelompok ayam berdasarkan umur. Dalam pengelolaan peternakan skala besar, sistim pemeliharaan all-in/all-out memungkinkan pengosongan populasi secara serempak diantara kelompok ayam dan menyediakan waktu untuk membersihkan dan mendesinfeksi secara periodik untuk memutus siklus penyakit.
  2. Kontrol lalu lintas, termasuk lalu lintas keluar-masuk farm dan di dalam farm.
  3. Sanitasi, ditujukan untuk desinfeksi bahan-bahan, orang dan peralatan yang masuk ke farm dan kebersihan personel didalam farm.

Pencegahan Penyebaran

Penyakit menular dapat disebarkan dari farm ke farm melalui :
  • Unggas sakit
  • Unggas carrier, ayam sehat yang dalam tahap penyembuhan
  • Sepatu dan pakaian tamu atau pegawai yang berpindah dari farm ke farm
  • Kontak dengan hewan yang terkontaminasi bibit penyakit
  • Ayam mati yang dikubur tidak layak
  • Air kotor, seperti air permukaan drainase
  • Tikus, hewan dan burung liar
  • Kendaraan pengangkut yang terkontaminasi
  • Penularan melalui angin
  • Melalui telur
Daftar tersebut diatas menunjukkan bahwa semua hal memungkinkan mengganggu biosecurity, kedatangan unggas baru dan lalu lintas memberikan resiko terbesar ke ayam sehat. Pengaturan dengan tepat dua faktor ini merupakan prioritas yang utama dalam usaha peternakan.

Seberapa Perlu Biosecurity ?

Untuk memperkirakan kebutuhan penerapan biosecurity di farm, dengan melihat faktor-faktor : ekonomis, toleransi, dan resiko relatif.
  • Kehadiran unggas baru memperbesar resiko dalam biosecuritykarena kita belum tahu status penyakitnya. Kemungkinan unggas tersebut telah terinfeksi atau walaupun berpenampilan normal tetapi telah terinfeksi (carrier). Apabila penggunaan sistem managemen all-in/all-out sulit diterapkan, diungkinkan untuk membuat kandang terpisah dan tempat isolasi untuk menampung kedatangan ayam baru atau kandang karanytina untuk ayam sakit. Kandang isolasi harus sejauh mungkin dari unggas yang dipelihara. Disarankan karantina sekitar dua minggu atau lebih baik empat minggu. Mengamati unggas untuk segala gejala penyakit yang muncul. Pemeriksaan darah untuk penyakit infekesius dapat di lakukan pada waktu itu.
  • Secepat mungkin membuang ayam mati dengan cara membakar, mengubur, dijadikan pupuk, atau mengirim ke tempat lain untuk menjaga kebersihan.
  • Gunakan keranjang ayam plastik untuk memendahkan ayam. Keranjang kayu sangat sulit dibersihkan dan sebagai perantara penyebaran penyakit.
  • Hindari penempatan ayam baru, terutama anak ayam, untuk berhubungan langsung dengan sisa-sisa kotoran, bulu dari kelompok ayam yang lama. Beberapa agen penyakit dapat dengan cepat mati tetapi yang lain mungkin dapat bertahan dalam jangka waktu lama (lihat Tabel 1)
  • Pengaturan lalu lintas dalam farm dari ayam muda ke ayam tua dan dari kandang pemeliharaan ke kandang isolasi. Memetapkan daerah yang bebas dari pepohonan untuk memperkecil jalur serangga dan tikus ke kandang.
  • Gunakan alas kaki yang berbeda untuk daerah isolasi dan derah pemeliharaan ayam untuk mencegah transfer mekanik pada alas kaki dan harus didesinfektan di setiap tempat. Penggunaan desinfektan dalam bak celup kaki membantu mengurangi jumlah mokroorganisme.
  • Mencuci tangan setelah bekerja di tempat isolasi atau kelompok ayam yang berbeda. Setiap hari secara rutin bersihkan tempat pakan dan minum dengan desinfektan. Rencanakan untuk membersihkan total dan mendesinfeksi total kandang dan peralatan secara periodik paling tidak sekali dalam setahun.Gunakan waktu ini untuk melaksanakan prosedur pengendalian tikus. Perlu diingat bahwa pengeringan dan sinar matahari sangat efektif untuk membunuh organisme penyebab penyakit.

Tabel 1. Usia Organisme Penyebab Penyakit
------------------------------------------------------------------------------------------
IBD ------------------------------ Beberapa bulan
Coccidiosis ----------------------- Beberapa bulan
Duck Plaque ---------------------- Beberapa hari
Fowl Cholera --------------------- Beberapa minggu
Coryza---------------------------- Beberapa jam s.d. Hari
Marek Disease-------------------- Beberapa bulan s.d. Tahun
Newcastle Disease--------------- -Beberapa hari s.d. Minggu
Mycoplasmosis (Pullorum)---------Beberapa minggu
Avian Tuberculosis---------------- Beberapa tahun
----------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Poultry Fact Sheet 26, UC, USA


Diintisarikan dan diterjemahkan dari : Biosecurity Rules for Poultry Flock, by Joan S. jeffrey, Extension Poultry Veterinarian, University of California, Davis, CA, USA













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar