Anda adalah pengunjung ke :

Selasa, 23 Juli 2013

Petunjuk Praktis Pemeliharaan ITIK PETELUR







Pemeliharaan Fase Starter (0-6 minggu)

Pemilihan bibit /DOD (day old duck)
  • Berat DOD saat menetas antara 48-50 gr
  • Tubuh ramping (tidak gemuk) dan bentuk seperti botol, leher kecil,panjang dan bulat seperti rotan.
  • Kepala kecil, mata bersinar (terletak dibagian atas kepala).
  • Sayap menutup badan secara rapat, dengan ujung sayap tersusun rapi dipangkal ekor,
  • Bulu halus, rapi dan tidak kusut.
  • Kaki berdiri kokoh
  • DOD berasal dari induk yang memiliki potensi produksi telurnya tinggi antara lain itik Tegal, Khaki Khampbell dan itik Bali.
Management Fase Starter
  • Berikan penghangat (Brooder) untuk DOD umur 1hari sampai 6 hari dan perhatikan penyebaran DOD pada kandang Kebutuhan suhu pada kurun waktu 1-6 hari adalah 33°C, dan setelahnya 30°C.
  • Perhatikan pertukaran udara (ventilasi) dalam kandang
  • Berikan pakan starter dengan kadar Protein 21- 22% sampai dengan umur 21hari dengan metode Ad Libitum atau selalu tersedia (bukan tak terbatas)
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Starter
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
DOD – 1
15
1-2
41
2-3
67
3-4
93
4-5
108
5-6
115
6-7
115
7-8
120
  • Selalu sediakan air minum yang bersih
  • Vaksin ND pada umur 4hari melalui tetes mata
  • Untuk usia 21hari - 2bulan, beri campuran pakan dengan perbandingan 25% starter + 75% bekatul (40-80gr/ek/hari)
  • Seleksi yang besar dan kecil (grading) setelah umur 21hari (untuk yang kecil dipisahkan dan diberi pakan secara intensif untuk mengejar ketinggalan berat badan).
  • Tambahkan asupan suplemen probiotik (SnS PRO probiotic solution), multivitamin dan asam amino (BENNEFIT plus), untuk meningkatkan kecernaan pakan, nafsu makan dan kesehatan organ pencernaan.
  • Perhatikan kepadatan kandang, hindari keadaan yang terlalu padat.
Tabel. Kebutuhan luas lantai kandang
Fase Starter
Umur
(mgg)
Kepadatan
(ekor/m2)
DOD-1
20
1-2
18
2-3
15
5-6
10

Pemeliharaan Fase Grower (6-13 minggu)
  • Perhatikan pertukaran udara (ventilasi) dalam kandang
  • Berikan pakan dengan protein 15%-16% (bisa menggunakan metode basah atau kering)
  • Berikan pakan 2 kali sehari.
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Grower
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
6-7
115
7-8
120
8-9
130
9-13
145
  • Tambahkan asupan suplemen probiotik (SnS PRO probiotic solution), multivitamin dan asam amino (BENNEFIT plus), untuk meningkatkan kecernaan pakan, nafsu makan, kesehatan organ pencernaan dan pertumbuhan, dalam rangka persiapan masa bertelur.
  • Selalu sediakan air minum yang bersih dan dalam jumlah yang cukup dengan metode ad libitum/selalu tersedia.
  • Lakukan terus seleksi keseragaman berat badan (grading), pisahkan antara itik yang kecil, sedang dan besar, untuk memudahkan penanganan.
  • Perhatikan kepadatan kandang
Tabel. Kebutuhan luas lantai kandang
Fase Grower
Umur
(mgg)
Kepadatan
(ekor/m2)
6-7
10
7-8
8
8-9
6
9-13
6

Pemeliharaan Fase Pre-Layer dan Layer (15-20 minggu /20 minggu - Afkir)
  • Berikan pakan dengan protein 17-18% (bisa menggunakan metode basah atau kering)
  • Berikan pakan 2 kali sehari
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Layer
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
15-20
150
 > 20
160-180
  • Selalu sediakan air minum bersih dan dalam jumlah yang cukup dengan metode ad libitum/selalu tersedia.
  • Lakukan seleksi keseragaman berat badan menjelang bertelur
  • Kurangi kualitas pakan saat itik rontok bulu dan berhenti bertelur (cukup bekatul tanpa konsentrat)
  • Pengambilan telur dilakukan setiap pagi
  • Lakukan pembersihan dan seleksi grade telur (ukuran telur)
PERKANDANGAN

Kandang sebaiknya menghadap ke timur untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk kedalamnya, sehingga ruang kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat kurang dari 2 meter. Dinding kandang bagian bawah sebaiknya terbuat dari tembok setinggi 60 cm dari lantai. Sedangkan bagian atas terbuat dari kawat atau bilah-bilah bambu yang diberi jarak. Ukuran atau besar kecilnya kandang tidak menjadi masalah asalkan kepadatan itik per kandang tidak terlampau sesak. Pada prinsipnya, semakin rendah kepadatan itik perkandang akan semakin baik perkembangan itik didalamnya.

Persyaratan kandang yang harus dipenuhi adalah :
  • Mudah dibersihkan,
  • Terbuat dari bahan yang memiliki jangka usaha ekonomis cukup panjang.
  • Sirkulasi udara lancar
  • Cukup mendapatkan sinar matahari.
Beberapa tipe kandang yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaannya seperti :

a) Kandang sistim terkurung atau postal
  • Lantai kandang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan dialasi/bagian atas dilapisi sekam/serbuk gergaji dicampur dengan serbuk kapur.
  • Seluruh ruangan kandang dinaungi atap.
  • Apabila sampai dewasa (produksi) kepadatannya dapat mencapai 4 ekor/m²
b) Kandang sistim koloni

Yakni perpaduan atau kombinasi antara terkurung dengan sistim dilepas, yang bercirikan :
  • Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan ataupun disemen dan dialasi dengan litter (dapat berasal dari sekam, kulit padi atau bekas serutan kayu/serbuk gergaji).
  • Atap kandang menggunakan sistim atap berlubang
  • Umbaran atau pekarangannya dibuatkan pagar setinggi ± 75 cm, yang dilengkapi dengan peralatan kandang (tempat makan dan minum).
  • Dinding dari bambu atau kayu.
c) Kandang sistem batere
  • Satu kotak untuk satu ekor itik (dengan ukuran 45 x 35 x 60), bahan kotaknya dapat dibuat dari bambu atau kawat.
  • Lantai kandang sedikit miring (agar telur mudah menggelinding keluar).
  • Tempat makan dan minum diusahakan diluar kotak(dibagian depan)
  • Semua kotak/kandang betere dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan anyaman bambu atau kawat.
PAKAN

Bahan baku Ransum itik pada umumnya digolongkan menjadi dua berdasarkan bahan bakunya, pakan berbahan baku nabati dan pakan berbahan baku hewani.

Bahan baku nabati merupakan sumber energi terbaik untuk itik dan cara pengadaanya relatif murah. Bahan Baku Nabati itu antara lain Dedak halus, Jagung kuning, Bungkil kedelai, Ampas tahu, Tepung daun pepaya, Tepung daun Lamtoro, Tepung daun Turi.

Bahan Baku Hewani antara lain : Keong, Bekicot, Cacing.

Ada juga yang dalam bentuk olahan pabrik, seperti : tepung ikan, Tepung bulu, Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung kerang, Tepung kepala udang.

Selain pakan-pakan diatas, itik masih membutuhkan pakan tambahan (feed additive dan feed supplement) untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang belum didapat pada pakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi telurnya. Sehingga potensi maksimal dari budidaya itik petelur yaitu memiliki produksi telur yang optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan tambahan/pelengkap maka SnS PROJECT mempersembahkan suplement SnS PRO probiotic solution.

Produk ini mengandung Asam Amino, Mineral dan multivitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh itik petelur yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan itik petelur.

SnS PRO probiotic solution mengandung :
  • Mikroorganisme-microorganisme non pathogen (bakteri menguntungkan) untuk menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efesiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi pakan ternak, membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan, mempercepat pertumbuhan dan peningkatan produksi telur secara kualitas maupun kuantitas.
  • Asam-asam amino essensial, yaitu : Lysine, Methionine, Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin, serine, tryptophan, phenylalanine dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Multivitamin lengkap yang berfungsi untuk kelangsungan proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh itik dari serangan penyakit.
  • Mineral-mineral lengkap yaitu Natriun, Phospor, Kalium, Calsium, Magnesium, Chlorida, dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
Aplikasi Penggunaan SnS PRO probiotic solution adalah dengan mencampur pada comboran pakan dengan dosis : 1-2 tutup botol untuk ± 4-5 kg pakan.
Pemberian disarankan sejak fase starter (1minggu) sampai fase layer/produksi.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

Tindakan pencegahan terhadap penyakit adalah lebih baik dari pada mengobatinya dan perlu diingat bahwa setiap penyakit belum tentu menyebabkan kematian, tetapi mungkin hanya menurunkan produksi saja.

Beberapa penyakit yang dapat menyerang itik petelur berdasarkan penyebabnya adalah :
  • Penyakit Parasit (berak darah, cacingan)
  • Penyakit Bakterial (salmonellosis, cholera, keracunan, kaki bengkak, pasteurellosis, corryza/pilek, ngorok)
  • Penyakit Virus (Cacar, Hepatitis Itik)
  • Penyakit lain disebabkan jamur (pneumonia, afloktosikosis)
Penyakit Berak Darah/Coccidiosis
  • Penyebab penyakit berak darah yaitu : Eimeria spp, yang sering dijumpai dalam tinja itik. Tanda-tanda penyakit berak darah yaitu : Bulu kusam, kedinginan, pucat, kursus dan jalan sempoyongan; Kotoran mencret berwarna coklat atau merah; Nafsu makan turun, lesu, dan stress terus menerus; Pada yang berat tidak berdiri dan diakhiri dengan kematian; Angka kematian tinggi.
  • Penularan penyakit berak darah : Lewat makanan, minuman dan peralatan kandang; Binatang pembawa penyakit (carrier) : tikus, ayam dan serangga.
  • Pencegahan penyakit berak darah : Jaga kebersihan kandang dan lingkungan, semprot dengan desinfektan; Cegah binatang pembawa penyakit masuk kandang; Jaga kebersihan dan kualitas makanan serta air minum; pisahkan ternak yang sakit.
  • Pengobatan penyakit berak darah : dengan menggunakan obat-obat coccidial, misalnya Sufaquinoxaline, Amprolium, Diclazuril, Toltrazuril dll.

Penyakit Cacingan
  • Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada itik yang dilepas.
  • Tanda penyakit adalah nafsu makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun.
  • Pencegahan harus dijaga kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan makan, minum.
  • Pengobatan dengan memberikan Anthelmetik/obat cacing minimal 2-3 bulan sekali.

Salmonellosis (Pullorum + Berak kapur)
  • Penyebabnya bakteri Salmonella pullorum, bila menyerang itik umur 3-15 hari berakibat kematian tinggi.
  • Tanda penyakit yang nampak adalah adanya kotoran warna putih lengket seperti pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk kedinginan, cepat terengah-engah, bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi kelumpuhan.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta makanan dan minum, isolasi itik yang sakit.
  • Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan antibiotik.

Penyakit Botulismus
  • Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan sering memakannya.
  • Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki dan sayap, Nampak mengantuk, kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontok. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar.
  • Pengobatan dapat dicoba dengan obat laxanitia/pencahar.

Lumpuh.
  • Penyebab Kekurangan vitamin B.
  • Tanda-tanda Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk,
  • kadang-kadang keluar air mata berlebihan.
  • Pencegahan Pemberian sayuran /hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

(dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar