Anda adalah pengunjung ke :

Selasa, 23 Juli 2013

BIOFILM

Biofilm adalah kumpulan sel mikroorganisme, khususnya bakteri, yang melekat di suatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang dikeluarkan oleh bakteri.
Biofilm terbentuk karena mikroorganisme cenderung menciptakan lingkungan mikro dan relung (niche) mereka sendiri.
Biofilm memerangkap nutrisi untuk pertumbuhan populasi mikroorganisme dan membantu mencegah lepasnya sel-sel dari permukaan pada sistem yang mengalir. Permukaan sendiri adalah habitat yang penting bagi mikroorganisme karena nutrisi dapat terjerap pada permukaan sehingga kandungan nutrisinya dapat lebih tinggi daripada di dalam larutan. Konsekuensinya, jumlah dan aktivitas mikroba pada permukaan biasanya lebih tinggi daripada di air.

Selain bakteri, mikroorganisme lainnya seperti alga dan khamir (fungi bersel satu) juga dapat membentuk biofilm, namun biofilm bakteri adalah yang paling banyak dipelajari dan dirujuk sebagai contoh.

Komposisi Biofilm

Komposisi biofilm terdiri dari sel-sel mikroorganisme, produk ekstraseluler, detritus, polisakarida sebagai bahan pelekat, dan air yang adalah bahan penyusun utama biofilm dengan kandungan hingga 97%, Polisakarida (polimer dari monosakarida atau gula sederhana) yang diproduksi oleh mikrob untuk membentuk biofilm termasuk eksopolisakarida (EPS) yaitu polisakarida yang dikeluarkan dari dalam sel. EPS yang disintesis oleh sel mikrob berbeda-beda komposisi dan sifat kimiawi dan fisikanya.[8] Beberapa adalah makromolekul yang bersifat netral, namun mayoritas bermuatan karena keberadaan asam uronat (Asam D-glukuronat), Asam D-galakturonat, dan Asam D- manuroniat. Ada biofilm yang bersifat kaku karena EPS-nya terdiri dari ikatan ß-1,4 atau ß-1,3 glikosida (ikatan monosakarida monomer penyusun polisakarida) seperti EPS xanthan gum yang dihasilkan oleh Xanthomonas campestris tetapi ada juga yang bersifat fleksibel karena memiliki ikatan α-1,2 atau α-1,6 glikosida yang banyak ditemukan pada dekstran Beberapa contoh EPS selain xanthan gum adalah asam kolanat yang diproduksi oleh Escherichia coli, alginat oleh P. aeruginosa, dan galaktoglukan oleh Vibrio cholera. Bahan-bahan penyusun biofilm yang lain contohnya adalah protein, lipid, dan lektin.

Struktur Biofilm

Struktur dari suatu biofilm adalah unik tergantung dari lingkungan tempatnya berada, contohnya adalah kandungan nutrisi dan keadaan fisik. Selain itu, di alam, sangat jarang terdapat biofilm yang hanya terdiri dari satu spesies, biasanya biofilm tersusun dari beberapa spesies dalam lapisan-lapisan yang berbeda.

Biasanya mikroorganisme fotosintetik ada di permukaan paling atas, mikroorganisme kemoorganotrof anaerob fakultatif di bagian tengah, sedangkan di bagian dasar adalah mikroorganisme anaerob pereduksi sulfat. Pada bagian atas, cahaya matahari lebih mudah didapat sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis, sedangkan bagian tengah dapat dihuni oleh mikrob kemoorganotrof fakultatif anaerob karena dapat mentolerir kandungan udara yang sedikit serta banyak dapat mengakses bahan organik sebagai sumber energinya.

Pada bagian dasar, tidak terdapat kandungan udara sehingga mikrob anaerob pereduksi sulfat dapat tumbuh dan energi dengan cara mereduksi sulfat. Pemodelan habitat mikrob-mikrob tersebut dapat diamati menggunakan Kolom Winogradsky. Struktur biofilm yang lebih kompleks dapat berbentuk empat dimensi (x,y,z, dan waktu) dengan agregat sel, pori-pori, dan saluran penghubung. Tergantung dari kondisi lingkungannya, biofilm dapat menjadi sangat besar dan tebal sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang contohnya pada lingkungan air laut dapat terbentuk stromatolit. Struktur dan ukuran biofilm sangat bergantung pada konsentrasi substrat

Pembentukan Biofilm

Pelekatan suatu sel pada suatu permukaan adalah hasil dari sinyal untuk mengekspresikan gen-gen pembentuk biofilm. Gen-gen ini mengkodekan protein-protein untuk mensitensis sinyal komunikasi antarsel dan memulai pembentukan polisakarida. Pada bakteri gram negatif seperti Pseudomonas aeruginosa, molekul sinyal yang utama adalah komponen yang disebut homoserin lakton yang berfungsi sebgai agen kemostatik untuk mengumpulkan sel-sel P. aeruginosa yang berdekatan (melalui mekanisme quorum sensing) dan membentuk biofilm.

Ada 5 tahap pembentukan biofilm yaitu:
  1. Pelekatan awal: mikrob melekat pada permukaan suatu benda dan dapat diperantarai oleh fili (rambut halus sel) contohnya pada P.aeruginosa.
  2. Pelekatan permanen: mikrob melekat dengan bantuan eksopolisakarida (EPS).
  3. Maturasi I: proses pematangan biofilm tahap awal.
  4. Maturasi II: proses pematangan biofilm tahap akhir, mikrob siap untuk menyebar.
  5. Dispersi: Sebagian bakteri akan menyebar dan berkolonisasi di tempat lain.
Pemicu pembentukkan biofilm salah satunya adalah kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan atau mencekam. Contohnya adalah produksi EPS oleh Escherichia coli berupa asam dan P. aeruginosa saat ketersediaan nutrisi menipis.


(sumber : Wikipedia dan berbagai sumber)
readmore »»  

Petunjuk Praktis Pemeliharaan ITIK PETELUR







Pemeliharaan Fase Starter (0-6 minggu)

Pemilihan bibit /DOD (day old duck)
  • Berat DOD saat menetas antara 48-50 gr
  • Tubuh ramping (tidak gemuk) dan bentuk seperti botol, leher kecil,panjang dan bulat seperti rotan.
  • Kepala kecil, mata bersinar (terletak dibagian atas kepala).
  • Sayap menutup badan secara rapat, dengan ujung sayap tersusun rapi dipangkal ekor,
  • Bulu halus, rapi dan tidak kusut.
  • Kaki berdiri kokoh
  • DOD berasal dari induk yang memiliki potensi produksi telurnya tinggi antara lain itik Tegal, Khaki Khampbell dan itik Bali.
Management Fase Starter
  • Berikan penghangat (Brooder) untuk DOD umur 1hari sampai 6 hari dan perhatikan penyebaran DOD pada kandang Kebutuhan suhu pada kurun waktu 1-6 hari adalah 33°C, dan setelahnya 30°C.
  • Perhatikan pertukaran udara (ventilasi) dalam kandang
  • Berikan pakan starter dengan kadar Protein 21- 22% sampai dengan umur 21hari dengan metode Ad Libitum atau selalu tersedia (bukan tak terbatas)
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Starter
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
DOD – 1
15
1-2
41
2-3
67
3-4
93
4-5
108
5-6
115
6-7
115
7-8
120
  • Selalu sediakan air minum yang bersih
  • Vaksin ND pada umur 4hari melalui tetes mata
  • Untuk usia 21hari - 2bulan, beri campuran pakan dengan perbandingan 25% starter + 75% bekatul (40-80gr/ek/hari)
  • Seleksi yang besar dan kecil (grading) setelah umur 21hari (untuk yang kecil dipisahkan dan diberi pakan secara intensif untuk mengejar ketinggalan berat badan).
  • Tambahkan asupan suplemen probiotik (SnS PRO probiotic solution), multivitamin dan asam amino (BENNEFIT plus), untuk meningkatkan kecernaan pakan, nafsu makan dan kesehatan organ pencernaan.
  • Perhatikan kepadatan kandang, hindari keadaan yang terlalu padat.
Tabel. Kebutuhan luas lantai kandang
Fase Starter
Umur
(mgg)
Kepadatan
(ekor/m2)
DOD-1
20
1-2
18
2-3
15
5-6
10

Pemeliharaan Fase Grower (6-13 minggu)
  • Perhatikan pertukaran udara (ventilasi) dalam kandang
  • Berikan pakan dengan protein 15%-16% (bisa menggunakan metode basah atau kering)
  • Berikan pakan 2 kali sehari.
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Grower
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
6-7
115
7-8
120
8-9
130
9-13
145
  • Tambahkan asupan suplemen probiotik (SnS PRO probiotic solution), multivitamin dan asam amino (BENNEFIT plus), untuk meningkatkan kecernaan pakan, nafsu makan, kesehatan organ pencernaan dan pertumbuhan, dalam rangka persiapan masa bertelur.
  • Selalu sediakan air minum yang bersih dan dalam jumlah yang cukup dengan metode ad libitum/selalu tersedia.
  • Lakukan terus seleksi keseragaman berat badan (grading), pisahkan antara itik yang kecil, sedang dan besar, untuk memudahkan penanganan.
  • Perhatikan kepadatan kandang
Tabel. Kebutuhan luas lantai kandang
Fase Grower
Umur
(mgg)
Kepadatan
(ekor/m2)
6-7
10
7-8
8
8-9
6
9-13
6

Pemeliharaan Fase Pre-Layer dan Layer (15-20 minggu /20 minggu - Afkir)
  • Berikan pakan dengan protein 17-18% (bisa menggunakan metode basah atau kering)
  • Berikan pakan 2 kali sehari
Tabel. Kebutuhan pakan Fase Layer
Umur
(mgg)
Kebutuhan Pakan
(gr/ekor/hari)
15-20
150
 > 20
160-180
  • Selalu sediakan air minum bersih dan dalam jumlah yang cukup dengan metode ad libitum/selalu tersedia.
  • Lakukan seleksi keseragaman berat badan menjelang bertelur
  • Kurangi kualitas pakan saat itik rontok bulu dan berhenti bertelur (cukup bekatul tanpa konsentrat)
  • Pengambilan telur dilakukan setiap pagi
  • Lakukan pembersihan dan seleksi grade telur (ukuran telur)
PERKANDANGAN

Kandang sebaiknya menghadap ke timur untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk kedalamnya, sehingga ruang kandang menjadi sehat dan cukup terang. Tinggi kandang dibuat kurang dari 2 meter. Dinding kandang bagian bawah sebaiknya terbuat dari tembok setinggi 60 cm dari lantai. Sedangkan bagian atas terbuat dari kawat atau bilah-bilah bambu yang diberi jarak. Ukuran atau besar kecilnya kandang tidak menjadi masalah asalkan kepadatan itik per kandang tidak terlampau sesak. Pada prinsipnya, semakin rendah kepadatan itik perkandang akan semakin baik perkembangan itik didalamnya.

Persyaratan kandang yang harus dipenuhi adalah :
  • Mudah dibersihkan,
  • Terbuat dari bahan yang memiliki jangka usaha ekonomis cukup panjang.
  • Sirkulasi udara lancar
  • Cukup mendapatkan sinar matahari.
Beberapa tipe kandang yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaannya seperti :

a) Kandang sistim terkurung atau postal
  • Lantai kandang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan dialasi/bagian atas dilapisi sekam/serbuk gergaji dicampur dengan serbuk kapur.
  • Seluruh ruangan kandang dinaungi atap.
  • Apabila sampai dewasa (produksi) kepadatannya dapat mencapai 4 ekor/m²
b) Kandang sistim koloni

Yakni perpaduan atau kombinasi antara terkurung dengan sistim dilepas, yang bercirikan :
  • Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan ataupun disemen dan dialasi dengan litter (dapat berasal dari sekam, kulit padi atau bekas serutan kayu/serbuk gergaji).
  • Atap kandang menggunakan sistim atap berlubang
  • Umbaran atau pekarangannya dibuatkan pagar setinggi ± 75 cm, yang dilengkapi dengan peralatan kandang (tempat makan dan minum).
  • Dinding dari bambu atau kayu.
c) Kandang sistem batere
  • Satu kotak untuk satu ekor itik (dengan ukuran 45 x 35 x 60), bahan kotaknya dapat dibuat dari bambu atau kawat.
  • Lantai kandang sedikit miring (agar telur mudah menggelinding keluar).
  • Tempat makan dan minum diusahakan diluar kotak(dibagian depan)
  • Semua kotak/kandang betere dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya dipagar dengan anyaman bambu atau kawat.
PAKAN

Bahan baku Ransum itik pada umumnya digolongkan menjadi dua berdasarkan bahan bakunya, pakan berbahan baku nabati dan pakan berbahan baku hewani.

Bahan baku nabati merupakan sumber energi terbaik untuk itik dan cara pengadaanya relatif murah. Bahan Baku Nabati itu antara lain Dedak halus, Jagung kuning, Bungkil kedelai, Ampas tahu, Tepung daun pepaya, Tepung daun Lamtoro, Tepung daun Turi.

Bahan Baku Hewani antara lain : Keong, Bekicot, Cacing.

Ada juga yang dalam bentuk olahan pabrik, seperti : tepung ikan, Tepung bulu, Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung kerang, Tepung kepala udang.

Selain pakan-pakan diatas, itik masih membutuhkan pakan tambahan (feed additive dan feed supplement) untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang belum didapat pada pakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi telurnya. Sehingga potensi maksimal dari budidaya itik petelur yaitu memiliki produksi telur yang optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan tambahan/pelengkap maka SnS PROJECT mempersembahkan suplement SnS PRO probiotic solution.

Produk ini mengandung Asam Amino, Mineral dan multivitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh itik petelur yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan itik petelur.

SnS PRO probiotic solution mengandung :
  • Mikroorganisme-microorganisme non pathogen (bakteri menguntungkan) untuk menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efesiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi pakan ternak, membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan, mempercepat pertumbuhan dan peningkatan produksi telur secara kualitas maupun kuantitas.
  • Asam-asam amino essensial, yaitu : Lysine, Methionine, Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin, serine, tryptophan, phenylalanine dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Multivitamin lengkap yang berfungsi untuk kelangsungan proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh itik dari serangan penyakit.
  • Mineral-mineral lengkap yaitu Natriun, Phospor, Kalium, Calsium, Magnesium, Chlorida, dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
Aplikasi Penggunaan SnS PRO probiotic solution adalah dengan mencampur pada comboran pakan dengan dosis : 1-2 tutup botol untuk ± 4-5 kg pakan.
Pemberian disarankan sejak fase starter (1minggu) sampai fase layer/produksi.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

Tindakan pencegahan terhadap penyakit adalah lebih baik dari pada mengobatinya dan perlu diingat bahwa setiap penyakit belum tentu menyebabkan kematian, tetapi mungkin hanya menurunkan produksi saja.

Beberapa penyakit yang dapat menyerang itik petelur berdasarkan penyebabnya adalah :
  • Penyakit Parasit (berak darah, cacingan)
  • Penyakit Bakterial (salmonellosis, cholera, keracunan, kaki bengkak, pasteurellosis, corryza/pilek, ngorok)
  • Penyakit Virus (Cacar, Hepatitis Itik)
  • Penyakit lain disebabkan jamur (pneumonia, afloktosikosis)
Penyakit Berak Darah/Coccidiosis
  • Penyebab penyakit berak darah yaitu : Eimeria spp, yang sering dijumpai dalam tinja itik. Tanda-tanda penyakit berak darah yaitu : Bulu kusam, kedinginan, pucat, kursus dan jalan sempoyongan; Kotoran mencret berwarna coklat atau merah; Nafsu makan turun, lesu, dan stress terus menerus; Pada yang berat tidak berdiri dan diakhiri dengan kematian; Angka kematian tinggi.
  • Penularan penyakit berak darah : Lewat makanan, minuman dan peralatan kandang; Binatang pembawa penyakit (carrier) : tikus, ayam dan serangga.
  • Pencegahan penyakit berak darah : Jaga kebersihan kandang dan lingkungan, semprot dengan desinfektan; Cegah binatang pembawa penyakit masuk kandang; Jaga kebersihan dan kualitas makanan serta air minum; pisahkan ternak yang sakit.
  • Pengobatan penyakit berak darah : dengan menggunakan obat-obat coccidial, misalnya Sufaquinoxaline, Amprolium, Diclazuril, Toltrazuril dll.

Penyakit Cacingan
  • Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada itik yang dilepas.
  • Tanda penyakit adalah nafsu makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun.
  • Pencegahan harus dijaga kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan makan, minum.
  • Pengobatan dengan memberikan Anthelmetik/obat cacing minimal 2-3 bulan sekali.

Salmonellosis (Pullorum + Berak kapur)
  • Penyebabnya bakteri Salmonella pullorum, bila menyerang itik umur 3-15 hari berakibat kematian tinggi.
  • Tanda penyakit yang nampak adalah adanya kotoran warna putih lengket seperti pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk kedinginan, cepat terengah-engah, bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi kelumpuhan.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta makanan dan minum, isolasi itik yang sakit.
  • Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan antibiotik.

Penyakit Botulismus
  • Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan sering memakannya.
  • Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki dan sayap, Nampak mengantuk, kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontok. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar.
  • Pengobatan dapat dicoba dengan obat laxanitia/pencahar.

Lumpuh.
  • Penyebab Kekurangan vitamin B.
  • Tanda-tanda Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk,
  • kadang-kadang keluar air mata berlebihan.
  • Pencegahan Pemberian sayuran /hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Senin, 08 Juli 2013

PENYEBAB FEED INTAKE RENDAH

1. Kualitas Pakan
  • Kualitas pakan secara fisik, meliputi warna, bau dan kesegaran, bentuk dan ukuran, kontaminan kutu dan jamur sangat mempengaruhi banyak sedikitnya konsumsi pakan/feed intake.
  • Kualitas pakan dari segi kandungan nutrisinya, Tingginya kandungan serat kasar dan tinggi rendahnya kandungan metabolisme energy (ME) juga bisa mengakibatkan penurunan konsumsi karena serat kasar berpengaruh pada palatabilitas (tingkat kesukaan) dan tinggi rendahnya kandungan metabolisme energy menyebabkan ayam cenderung makan lebih sedikit jika kandungan metabolisme energy tinggi, dan sebaliknya.
2. Tata laksana
  • Kecukupan tempat pakan, ini berkaitan dengan kemudahan ayam untuk mengakses ransum dan keserempakan ayam untuk makan secara bersamaan.
  • Pengaturan jumlah dan waktu pemberian pakan, pemberian pakan 25-30% di pagi hari dan 70-75% disiang hari, sangat dianjurkan untuk mengatasi feed intake yang rendah. Karena sebagaimana diketahui bahwa nafsu makan ayam berbanding terbalik dengan tinggi rendahnya suhu lingkungan, suhu yang tinggi berakibat nafsu makan ayam menurun dan sebaliknya suhu yang rendah nafsu makan ayam akan meningkat.
  • Lighting Program, (program pencahayaan) yang kurang juga bisa menurunkan konsumsi ransum ayam. Pengaturan pencahayaan yang baik, terutama di malam hari, sangat berguna untuk merangsang aktivitas makan. Pada peternakan ayam petelur, pemberian cahaya ini harus dikontrol dan diprogram dengan baik terkait berhasil dan tidaknya pencapaian target performa ayam di masa produksi.
3. Status Ayam
  • Status Performance ayam, ini berkaitan dengan perkembangan gizzard dan tembolok ayam, yang pada dasarnya ayam akan mengkonsumsi ransum sesuai daya tampung tembolok dan gizzardnya. Apabila sejak awal pemeliharaan, tembolok dan gizzard ayam tidak berkembang dengan baik, maka pakan yang dikonsumsinya juga akan rendah dan tidak sesuai dengan standar.
  • Status Kesehatan ayam, Pada saat ayam dalam kondisi stres, respon ayam pertama kali adalah fokus meningkatkan laju metabolisme cadangan energi tubuh, yang pada akhirnya berakibat pada laju pergerakan dan penyerapan usus akan melambat dan konsumsi pakan pun akan menurun (Ferket dan Gernat, 2006). Beberapa pemicu stress antara lain heat stress (stres panas), kualitas udara/sirkulasi udara dalam kandang yang buruk dan kualitas litter yang buruk. Akan berdampak langsung pada penurunan konsumsi pakan. Penurunan feed intake yang terjadi akibat serangan penyakit merupakan kasus yang paling banyak dan biasa dijumpai. Ketika ayam sakit, organ kekebalan akan bekerja keras menghasilkan antibodi. Semakin banyak antibodi yang diproduksi, maka akan semakin besar pula energi yang diperlukan untuk membentuk antibodi tersebut. Hal ini mengakibatkan ayam akan terlihat lesu, lemah, mengantuk dan lebih memilih untuk “diam” tidak melakukan aktivitas makan.



dari berbagai sumber
readmore »»  

Jumat, 05 Juli 2013

ARANG (karbon aktif)

Karbon aktif atau lazim disebut arang adalah material yang terbentuk dari proses pembakaran yang belum sempurna dan memiliki pori pori sangat banyak, pori pori ini berfungsi untuk menyerap apa saja yang di laluinya, Arang sudah sangat dikenali orang sebagai anti racun dan untuk mengatasi mencret atau diare yang disebabkan oleh zat-zat dalam makanan ataupun oleh bakteri pathogen semisal E. Coli.

Arang dapat menyerap (adsorbtion, bukan absorbtion) . Arang dapat menyerap timah asetat, strychnine, DDT,banyak obat-obatan (termasuk kokain, iodine, penicillin, aspirin, phenobarbital), dan bahan-bahan anorganik (klorin, timah dan merkuri). Arang dapat menyerap ribuan kali beratnya sendiri zat-zat berupa gas, logam berat, racun-racun dan bahan-bahan kimia lainnya; sehingga merupakan bahan yang efektif dan tidak berbahaya. Arang dapat menyerap gas dalam usus dan menyerap berbagai jenis gas-gas berbau busuk. Arang dapat melakukan berbagai fungsi ini karena kemampuannya untuk menarik bahan-bahan lain ke permukaannya dan menahannya di situ. Inilah yang disebut dengan “adsorbtion” (penyerapan dengan menempelkan bahan yang diserap, bukan absorbsi).

Arang banyak digunakan terutama untuk 7 tujuan yang berbeda, yaitu:
  1. Untuk mengobati gigitan ular, laba-laba, dan serangga.
  2. Untuk mengobati keracunan secara umum, termasuk overdosis atau kelebihan aspirin, Tylenol dan obat-obatan lain,
  3. Untuk mengobati beberapa jenis disentri, diare, gangguan pada pencernaan, dan penyakit mulut dan kuku,
  4. Untuk mengobati infeksi dan bau busuk pada luka,
  5. Untuk menghilangkan racun sampingan yang menyebabkan anemia pada pasien kanker .
  6. Untuk menyaring racun dari darah pada penyakit hati dan ginjal.
  7. Membersihkan darah dalam transfusi darah.
Meskipun arang aktif dapat digunakan sebagai antiracun dalam keracunan karena sebagian terbesar obat-obatan dan bahan-bahan kimia, arang tidak efektif terhadap bahan berikut: sianida, alkohol, basa akustik (seperti larutan basa), asam mineral, atau asam borak.

100 zat-zat yang diserap oleh arang:

Acetaminophen / Aconitine / Amitriptyline / hydrochloride / Amphetamine / Antimony / Antipyrine / Arsenik/ Aspirin / Atropine / Barbital, Barbiturates / Ben-Gay / Benzodiazepines / Cantharides / Kamfer / Chlordane/ Chloroquine / Chlorpheniramine / Chlorpromazine/ Kokain/ Colchicine / Congesprin / Contact / Dalmane / Darvon / Delphinium / Diazepam / 2-, 4-Dichlorophenoxyacetic acid / Digitalis (Foxglove) /Dilantin / Diphenylhydantoin / Diphenoxylates /Doriden / Doxepin / Elaterin / Elavil / Equanil / Ergotamine/ Ethchlorvynol / Bensin / Glutethimide /Golden chain / Hemlock / Hexachlorophene / Imipramine / Iodine / Ipecac / Isoniazid / Minyak tanah / Timah asetat / Malathion / Mefenamic acid / Meprobamate /Merkuri Klorida / Merkuri / Methylene blue / Methyl salicylate / Miltown / Morfin / Multivitamins dan minerals / Muscarine / Narcotika / Neguvon / Nikotin/ Nortriptyline / Nytol / Opium / Oxazepam / Parathion/ Penicillin / Pentazocine / Pentobarbital / Pestisida /Phenobarbital / Phenolphthalein / Phenol / Phenothiazines/ Phenylpropanolamine / Placidyl / Potassium permanganate / Primaquine / Propantheline /Propoxyphene / Quinacrine / Quinidine / Quinine /Bahan-bahan radioaktif / Salicylamide / Salicylates /secobarbital / Selenium / Serax / Silver / Sinequan /Sodium Salicylate / Sominex / Stramonium / Strychnine/ Sulfonamides / Talwin / Tofranil / tembakau /Yew / Valium / Veratrine /garam-garaman perak dan antinomy / berbagai jenis herbisida

Secara ringkas kegunaan karbon aktif :

  1. Pada pengolahan air untuk penjernihan dan mengurangi kesadahan dengan menyerap bau, rasa, warna, kaporit, kapur (CaCO3), logam berat dan cemaran akibat racun yang dihasilkan bakteri-bakteri pathogin yang lazim terdapat dalam air sumur.
  2. Pada pengolahan emas untuk menyerap konsentrasi emas (ore) dalam bentuk Carbon in pulp (CIP), Carbon in Leach (CIL), Carbon in Clear Solution (CIC) biasanya dari batok kelapa mesh
  3. Pada pemurnian gas dengan menyerap belerang, gas beracun, bau busuk, asap dan pencegahan racun.
  4. Pada pengolahan limbah untuk menyerap Bahan Beracun Berbahaya (B3) yaitu menyerap sianida yang terdapat pada limbah industri serat sintetik (akrilonitril), petrokimia, baja, pertambangan dan pelapisan logam (electroplating) dengan cara merendam karbon aktif dengan larutan Cu2+ (0,5%) yang menghasilkan daya serap sianida menjadi 82% dalam waktu 2 jam.
  5. Untuk menyerap logam berat Raksa/Hg, Cadmium/Cd, Plumbum/Pb/Timbal, Cromium/Cr penyebab sakit kanker.
  6. Penyegar/pembersih udara ruangan dari kandungan uap air/gas berbau/beracun, seperti pada mobil, kamar pendingin, botol obat-obatan serta peralatan-peralatan yang harus dilindungi dari proses perkaratan.
  7. Pada industri obat dan makanan sebagai penyaring, penghilang warna, bau dan rasa tidak enak pada makanan.
  8. Pada bidang perminyakan dipakai sebagai bahan penyulingan bahan mentah dan zat perantara

(dari berbagai sumber)

readmore »»  

Menghitung Kebutuhan Air Untuk Vaksin Melalui Air Minum

Beberapa kendala yang biasa ditemukan dilapangan oleh beberapa peternak pada saat akan melakukan vaksinasi melalui air minum adalah teknik atau cara menentukan kebutuhan air untuk vaksin melalui air minum.
Pertama-tama yang harus diketahui oleh seorang peternak adalah kebutuhan air.
Tabel 1. Kebutuhan Air Minum dari berbagai jenis unggas/aves
(Temperatur 32,5°C) Per Ekor

Dari Tabel 1 diatas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan kebutuhan jumlah air minum untuk vaksin melalui air minum.

Jumlah Kebutuhan Air Untuk Vaksin = A : 8 (liter

Keterangan :
A = Jumlah Kebutuhan Air Minum (Sesuaikan Dengan Umur ,Lihat Tabel 1).
8 = konstanta

Contoh :

Seorang peternak mempunyai ayam arab/buras 2.000 ekor, yang berumur 13 hari. Pada hari ke – 14 peternak sudah membuat program untuk vaksin gumboro ( Vaksin IBD ).
Berapa liter air yang harus dipakai oleh peternak jika ia mau melaksanakan vaksin gumboro melalui air minum?
Jawab :

Dari Tabel 1 didapatkan bahwa kebutuhan air minum ayam arab/buras per ekor adalah 55 ml untuk minggu kedua ( 14 Hari ), jadi total kebutuhan air minum adalah sebesar :
55 x 2.000 = 110.000 ml = 110 liter.
Air minum yang dibutuhkan oleh peternak untuk vaksin gumboro di umur 14 hari adalah :
110 : 8 = 13.75 Liter.


readmore »»