Anda adalah pengunjung ke :

Kamis, 30 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE LAYER

Tujuan dan target yang harus dicapai pada periode ini adalah tingginya produksi telur, berat dan ukuran telur yang bagus dan ideal serta puncak produksi yang panjang.

Kualitas pakan yang bagus, program pakan yang benar, praktek manajemen lainnya seperti uniformity/keseragaman selama periode growing yang sangat mempengaruhi waktu awal bertelur, puncak dan lama puncak produksi. Demikian juga halnya dengan Program pencahayaan yang benar (durasi & intensitas cahaya) juga mempengaruhi waktu laying dan performans produksi

Berat badan pada saat laying harus dicapai minimal 1550 g dan harus mencapai minimal 1900 gram pada saat puncak produksi dan minimal 85% keseragaman dianjurkan. Yang selanjutnya berat badan senantiasa dikontrol dan dimonitor sampai puncak produksi, Kualitas pakan dan pemberian pakan sangat penting untuk periode ini selama puncak produksi, pemberian pakan disesuaikan dengan program pemberian pakan untuk mencegah penurunan yang tajam setelah puncak produksi.
Pada periode layer penurunan rataan produksi tergantung pada lingkungan, kualitas pakan, pemberian pakan, strain dan faktor manajemen. Penurunan produksi yang normal kira-kira 0.4 - 0.6 % setiap minggu sesudah puncak.
Berat telur ditentukan oleh strain, bobot badan, keseragaman, temperatur, pakan , pemberian pakan, dan umur ayam.

Pemberian pakan dan air minum
  • Ayam pada periode layer membutuhkan setidaknya 17.5-18 % crude protein dan 2750 Kcal energy metabolism pada pakannya. Perhatikan ukuran dan bentuk pakan atau tekstur pakan untuk meningkatkan konsumsi pakan.
  • Pengosongan tempat pakan selama 2-3 jam di tengah hari membantu meningkatkan konsumsi pakan.
  • Pemberian pakan pada sore hari akan meningkatkan konsumsi pakan dan absorbsi kalsium untuk pembentukan kerabang telur.
  • Jumlah distribusi pakan menjadi faktor penentu pada sistem pemberian pakan
  • Partikel halus yang berada di tempat pakan seharusnya dihindari.
  • Berikan lima belas jam pencahayaan pada saat produksi 50% : konsumsi pakan dipengaruhi oleh pencahayaan. Perubahan pencahayaan dalam 1 jam akan menyebabkan perubahan konsumsi pakan 1.5-2 gram per hari.
  • Pencahayaan tambahan pada tengah malam 1,5-2 jam dibutuhkan untuk menggiatkan konsumsi pakan pada awal produksi.
  • Air minum selalu tersaji dalam kondisi bersih, segar dan higienis.
  • Ganti air minum jika kondisi air minum dalam keadaan keruh (karena cemaran pakan), dan dalam keadaan hangat (karena radiasi panas matahari), karena konsumsi air minum akan turun jika suhu air minum telah mencapai lebih dari 26°C, dan dalam suhu yang hangat aktivitas E.coli dalam air akan meningkat dua kali lipat.
Pencahayaan (Lighting)

Tujuan program pencahayaan :

Untuk meningkatkan feed intake. |  Untuk mengontrol sexual maturity.  |  Untuk mencapai berat badan optimal pada awal produksi (pada produksi 5 %).  

Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual. Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan.

Program cahaya untuk periode produksi
  • Program normal dengan lama pencahayaan 15 jam sampai produksi 50%. Jumlah pakan yang dimakan tergantung dari panjang hari. Perubahan panjang hari dalam satu jam akan merubah konsumsi pakan kira-kira 1,5 - 2 gram.
  • Satu setengah sampai dengan 2 jam penyinaran di tengah malam dilakukan 3 jam setelah lampu dimatikan.

Teknik ini banyak dilakukan pada pullet dan awal produksi. Menghadapi periode akhir dari layer, program lampu di malam hari akan memperbaiki kualitas dan warna kerabang telur.


Vaksinasi

Program vaksinasi bertujuan untuk memperoleh tingkat kekebalan yang tinggi terhadap penyakit dan dapat mencegah beberapa penyakit tertentu., Tidak ada program vaksinasi tunggal untuk satu wilayah atau negara, tetapi sangat tergantung pada tantangan lapangan.

Penyakit-penyakit yang termasuk dalam program vaksinasi :

Mareks - di hatchery setelah menetas  |  New Castle Disease  |  Infectious Bronchitis   |   Avian Encephatomyelitis  |  Infectious Bursal Disease/ gumboro/ IBD  |  Fowl Pox   |  Infectious Laryngotracheitis  |  Egg Drop Syndrome  |  Coryza   |  Coccidiosis

Supaya program vaksinasi yang dibuat lebih efisien, pemeriksaan serologis sangat diperlukan.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan vaksinasi ;
Agen penyakit yang ada di dalam atau di sekitar area kandang. | Tingkat virulensi agen infeksius di wilayah area kandang. | Jumlah populasi ayam di farm. | Level biosecurity yang telah dilaksanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun program vaksinasi

Frekuensi vaksinasi | Virutensi agen infeksius yang ada di sekitar farm | Umur ayam pada vaksinasi yang pertama dan interval antara vaksinasi awal dengan yang kedua dan seterusnya | Target penyakit yang akan divaksinasi | Kemungkinan reaksi post vaksinasi | Metode aplikasi yang akan diberikan | Tipe vaksin (live atau killed).

Biosecurity
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh manusia dengan cara Membatasi orang dan kendaraan yang masuk ke lokasi kandang.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh ayam dengan cara Segera keluarkan ayam yang mati dalam kandang setiap hari. Jika ada ayam yang menunjukan gejala sakit segera isolasi ke kandang individual.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh peralatan dengan cara pembersihan dan desinfeksi kandang dan peralatan untuk mengurangi mikroorganisme patogen hingga level minimum.
  • Pencegahan penyebaran penyakit oleh vector dengan cara control dan pemberantasan Vektor penyebab penyakit seperti rodensia, burung liar, serangga, parasit internal dan eksternal harus diberantas.
Selain aspek-aspek diatas HINDARI STRESS CHALLENGES LAINNYA

Parasit (internal dan eksternal parasit)   |   Penyakit bakterial infeksius   |   Kekurangan air minum   |   Kekurangan pakan   |   Kekurangan udara segar   |   Intensitas cahaya yang terlalu tinggi/terlalu rendah
Suara gaduh / ribut   |   Rodensia / Tikus dll

readmore »»  

Kamis, 23 Mei 2013

BENNEFIT - E Liquid Forte

BENNEFIT-E  liquid forte adalah suplement yang memiliki komposisi unik yang saling bersinergi dalam menciptakan dan membentuk penampilan /performance ayam secara maksimal. Sehingga potensi maksimal baik dari produksi daging (broiler) maupun telur (layer) dapat terapai. Carnitine yang terdapat dalam BENNEFIT-E liquid forte berguna dalam memetabolisme lemak dan mengekskresikan kelebihan acetyl CoA dari mitokhondria untuk mencegah terjadinya penimbunan keton bodies. Sorbitol berfungsi sebagai intestinal tonik serta meningkatkan kontraksi dan sekresi cairan empedu. Methionine berfungsi sebagai lipotropik untuk mempercepat metabolisme lemak dihati dan sebagai hepatic protector dengan memproduksi gluthionine yang berfungsi sebagai antioksidan. Lysine berperan dalam penyerapan kalsium, Membantu pembentukan hormon dan kolagen, serta antibodi, Menstimulasi selera makan, membantu proses detoksifikasi pada hati dan menghasilkan enzim pencernaan, Merangsang produksi carnitine, Mencegah hilangnya kalsium melalui urin, memiliki efek anti-inflamasi dan membantu untuk mengembangkan blok bangunan Protein dalam tubuh. Multivitamin berperan sebagai koenzim dalam metabolisme dan anabolisme nutrien dalam tubuh. Vitamin C, E dan antioksidan, berperan dalam melindungi jaringan epithel dan membran mukosa, Vitamin C juga berguna dalam menurunkan kadar Corticosteroid yang meningkat karena cekaman panas. Inositol dapat membantu menindak balas eksema dan membantu menyebarkan lemak pada tubuh.

Komposisi :

Tiap liter mengandung :
Carnitine ............................................. 40.000  mg
Sorbitol (Energy + Hepatic protector) .. 60.000 mg
L-Lysine ..............................................   9.000 mg
Methionine .........................................  30.000 mg
Vitamine B1........................................ 3.000 mg
Vitamine B2 ....................................... 4.000 mg
Vitamine B6 ....................................... 2.000 mg
Vitamine B12 ..................................... 5.000 mg
Vitamine C ......................................... 40.000 mg
Vitamine E ......................................... 1.500 mg
Inositol ..............................................  40.000 mg
Antioksidan  ....................................... 200 mg
Exepient Ad ....................................... 1.000 ml

Indikasi :

Meningkatkan nafsu makan dan efisiensi pakan | Memacu pertumbuhan dan meningkatkan performance ayam  |     Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi viral dan infeksi bakterial  |  Anti stress  |  Memperbaiki fungsi hati, pencernaan dan system urinany/ginjal  |  Meminimalisir efek samping akibat pemakaian antibiotik  |  Membantu system pencernaan setelah pergantian pakan, keracunan zat makanan dll  |  Mengatasi dehidrasi.

Dosis dan cara penggunaan :

Unggas :  Larutkan 1 ml BENNEFIT-E Liquid Forte kedalam 2,5 liter air,  diberikan selama 3-5 hari berturut - turut.

Pemesanan Produk Hubungi :

Sarana Satwa 
Telp  : (0354)477169
HP    : 08155-345678-6   |   08533-6038-121
email : sales@saranasatwa.com

atau

SnS PROJECT
HP    :  085-336-038-121  |  081-233-91380 
 
readmore »»  

Minggu, 19 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE GROWER dan PRE-LAYER

Selama periode ini adalah periode Perkembangan ukuran dan terbentuknya rangka, Perkembangan organ tubuh, Perkembangan hormonal dan Perkembangan organ reproduksi.
Untuk itu sangat penting memperhatikan jumlah konsumsi pakan per hari baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Pembatasan pemberian pakan dilakukan bila berat badan yang di peroleh melebihi standar, walaupun pada umumnya pemberian pakan tanpa batas dapat dianjurkan.
Bila berat badan sejalan dengan kurva yang ada, pada umur 10 minggu, pakan dapat diubah dari pakan starter ke grower. Jika berat kelompok lebih rendah, aturlah pakan starternya sampai berat badannya sesuai dengan umurnya.
Pakan grower harus berkualitas baik dan memenuhi kebutuhan asam amino. Pakan yang mengandung protein dan asam amino yang rendah akan menyebabkan naiknya lemak tubuh (gemuk), dan akan menyebabkan ayam makan terlalu banyak pada masa grower dan bermasalah pada awal produksi.

Berikut ini beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan ayam petelur periode grower dan pre-layer :

Pada pemeliharaan kandang system litter
Perhatikan kelembaban litter (20-30%), temperature kandang, kepadatan kandang (jumlah ayam, umur dan berat badan), sirkulasi udara.

Konsumsi pakan dan air minum

Berikan pakan secepatnya pada waktu yang sama. Perhatikan ruang tempat pakan yang tersedia, Sirkulasi udara dan Suhu harus dijaga agar sesuai dan konsisten (tidak terlalu tinggi).

Efisiensi penyerapan pakan harus baik, perlu tambahan suplemen vitamin dan probiotik (BENNEFIT Plus dan SnS PRO probiotic solution) untuk membantu penyerapan pakan dan untuk membantu pematangan sistem hormonal, dan bertujuan agar nafsu makan terjaga.

Antisipasi pada saat pergantian pakan dari starter ke grower, dan dari jenis pakan grower ke pre-layer, yang biasanya timbul gejala diarhe.

Pemberian pakan pre layer mulai ± umur 16 minggu (112 hari) atau dimulai beberapa hari sebelum produksi telur pertama sampai 2% produksi. Pakan pre layer merupakan pakan peralihan antara pakan grower dan layer. Pakan ini mengandung protein, asam amino dan kalsium lebih banyak daripada pakan grower dan tujuannya adalah sebagai cadangan kalsium dalam tulang dan sebagai persiapan untuk bertelur. Untuk menghindari konsumsi pakan yang rendah akibat tepung kapur, tambahkan 2/3 kalsium dalam bentuk butiran berukuran ± 2 - 4 mm.

Tingkat energi pakan memegang peranan penting dalam perkembangan alat pencernaan. Penggunaan pakan berenergi rendah pada periode ini akan berakibat pada tingginya konsumsi pakan pada masa bertelur, kelebihan lemak tubuh, dan perturnbuhan yang lambat.

Sebaliknya pakan berenergi tinggi akan menyebabkan mengecilnya alat pencernaan sehingga terjadi konsumsi pakan yang tidak mencukupi pada saat mulai bertelur. Pullet saat itu dihadapkan pada masalah pakan layer rendah energi, sementara kebutuhannya untuk pertumbuhan dan produksi bertambah. Karena itu sangat disarankan penggunaan pakan grower yang berenergi lebih rendah daripada pakan layer.

Teknik Pemberian Pakan
  • Pengosongan tempat pakan pada waktu tertentu terutama siang hari karena ayam lebih banyak makan pada pagi dan malam hari (tujauan mempercepat perkembangan tembolok dan gizzard)
  • Pemberian pakan 2-3 jam sebelum gelap
  • Pengosongan pakan dilakukan bertahap pada 4-8 minggu
  • Pada umur 10-12 minggu pengosongan pakan minimal 2-3 jam per hari
  • Penggunaan grid dianjurkan 3-10 minggu (3 gr/pullet/mgg) …… ukuran partikel 2-3 mm
Kontrol berat badan dan Keseragaman / Uniformity
Kontrol dan monitor Berat badan dan keseragaman dalam angka diatas 80%, dengan cara melakukan penimbangan (sampling) setiap minggu sebanyak 10% dari jumlah populasi ayam. Ambil tindakan seleksi dan pengelompokan bila terdapat ayam-ayam yang berat badannya tidak tercapai dan keseragamannya dibawah 80% dan beri perlakuan khusus mulai dari pengaturan jenis pakan, pemberian vitamin, suplemen dan lain-lain.

Kelompok ayam yang berat badannya sangat ringan saat mulai bertelur akan menghabiskan cadangan energinya sehingga tidak mampu menjaga kesetabilan produksi. Hal ini akan mengurangi produksi dan ukuran telur. Penting dicatat bahwa kurva pertumbuhan harus sesuai dengan kematangan seksual.

Ayam dengan kematangan seksual dini akan bertelur dengan berat telur lebih ringan, Sedangkan yang mengalami matang seksual terlambat akan bertelur lebih sedikit namun telur tebih berat.

Ventilasi
  • Ventilasi yang baik (35 m³/jam) akan membuat kondisi litter menjadi baik dan akan meningkatkan pertumbuhan.
  • Ventilasi yang jelek akan memicu terjadinya Iritasi dan Konjungtivitas.
  • Kelembaban relative dalam kandang 70 %.
Program Vaksinasi dan Kesehatan

Ikuti semua program Kesehatan yang ada. Program vaksinasi, pemberian vitamin dan suplemen, dan pencegahan penyakit dengan preparat antibiotik tertentu (bila diperlukan) hendaknya diikuti dengan baik agar tidak terdapat gangguan kesehatan yang berarti.

Sesuaikan program vaksinasi dan kesehatan dengan tantangan (Challange) lingkungan setempat. Kesalahan dalam pemilihan program vaksinasi dan kesehatan dapat berakibat fatal.

Pemberian vitamin dan supplement setelah perlakuan-perlakuan yang mengakibatkan stress dan dalam kondisi cekaman panas perlu diperhatikan agar proses pertumbuhan ayam pada periode ini tidak terganggu sehingga tujuan mendapatkan ayam petelur dengan performance yang baik dapat terwujud dan puncak produksi tercapai.

Potong paruh / Debeaking

Tujuan dari potong paruh/debeaking adalah untuk Mencegah Kanibalisme dan Mencegah Pemborosan Pakan. Potong paruh pada periode ini bersifat kontrol dari potong paruh sebelumnya pada umur 8-10 hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum & Sesudah Potong Paruh
  • Ayam dalam keadaan sehat dan tidak dalam masa reaksi vaksin
  • Tambahkan vitamin K dan C atau multivitamin (BENNEFIT plus) dalam air minum untuk mencegah Haemoraghi dan stress yang berat.
  • Untuk mencegah ketidak samaan pertumbuhan paruh atas dan bawah, pakai pedoman pemotongan sekitar 15° (Atas ¾ bagian, bawah ¼ bagian)
  • Jangan kosongkan tempat pakan selama potong paruh.
  • Berikan antibiotik dalam air minum untuk mencegah terjadinya infeksi skunder setelah potong paruh.
Pencahayaan / Lighting

Tujuan program pencahayaan pada periode ini :
  • Untuk meningkatkan pertumbuhan.
  • Untuk mengontrol sexual maturity.
  • Untuk mencapai berat badan pada produksi 5 %.
Ayam sensitif terhadap perubahan cahaya dan berpengaruh terhadap umur kematangan seksual. Penambahan konsumsi pakan dipengaruhi oleh lamanya pencahayaan.

Berikut tabel program pencahayaan periode grower :

Demikian aspek-aspek yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan ayam periode grower dan pre-layer. Dengan melaksanakan semua petunjuk tekhnis yang ada diharapakan tujuan untuk mendapat performa ayam yang baik dan puncak produksi yang panjang dapat tercapai. Semoga bermanfaat.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Sabtu, 18 Mei 2013

ASPEK-ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MANAGEMEN AYAM PETELUR FASE PRE-STARTER dan STARTER

1. Suhu brooding tercapai

Suhu yang dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah paru-paru sehingga kerja paru- paru terganggu. Hal ini akan memicu hidrops ascites (perut kembung). Penyempitan pembuluh darah paru-paru juga dapat disebabkan oleh aliran angin yang kencang dan langsung mengenai tubuh ayam.

Pada suhu yang panas ayam akan mengalami panting (megap-megap) mengakibatkan meningkatnya konsumsi minum dan mengurangi konsumsi ransum. Penurunan konsumsi ransum akan menyebabkan asupan nutrisi dalam tubuh berkurang sehingga pertumbuhan terhambat. Sedangkan konsumsi minum yang meningkat akan menyebabkan feses ayam cenderung lebih encer. Feses yang encer menjadikan litter lebih cepat lembab dan memicu peningkatan kadar amonia dalam kandang dan anak ayam akan lebih mudah mengalami dehidrasi yang ditandai dengan kaki dan kulit tubuh yang kering.

Suhu yang tidak stabil juga berpengaruh pada penyerapan kuning telur yang merupakan Sebagai sumber nutrisi sementara bagi anak ayam,dan Sebagai sumber kekebalan (antibodi maternal)

Bila suhu terlalu panas, kuning telur akan menjadi kering. Sebaliknya bila terlalu dingin, saluran kuning telur akan menyempit. Pencegahan kasus ini adalah melakukan kontrol suhu brooding secara teratur dan menghindari aliran udara langsung mengenai tubuh ayam, yaitu dengan mengatur buka tutup tirai kandang.

Lebih jauh tentang DOC yang perlu diketahui adalah :
  • DOC memiliki temperatur rektal berkisar antara 39,8 – 40,1°C. DOC dengan temperatur yang rendah (kurang ari 38,6°C) akan kehilangan serum glukosa lebih cepat an pemulihan kembali sangat lambat dibandingkan DOC yang temperatur tubuhnya lebih tinggi (lebih dari 39,1°C)
  • Temperatur tubuh DOC bersifat tidak tetap sebelum umur 7 hari.
  • Temperatur tubuh mempengaruhi performance ayam selanjutnya.
  • Untuk mengurangi kebutuhan metabolik glukosa jaga temperatur brooding selalu stabil diangka 32-33°C.
Sirkulasi Udara

Pengaturan sirkulasi udara bertujuan mengurangi bau amonia, debu maupun asap dari brooder dalam kandang. Kontrol sirkulasi udara dilakukan dengan mengatur buka tutup tirai kandang,yang tentunya harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan misalnya suhu dan kecepatan angin di sekitar kandang.

Pengaturan sirkulasi udara yang tidak baik akan mengakibatkan kandungan O2 berkurang dan gas beracun seperti CO2 serta amonia meningkat. Akibatnya sistem pernapasan ayam akan terganggu.

Kandungan O2 yang kurang akan mengakibatkan Hipoksia yaitu sebuah kasus kekurangan O2 yang berdampak pada terganggunya proses metabolisme tubuh ayam serta memicu kasus hidrops ascites.

Kepadatan kandang

Pengaturan kepadatan kandang bertujuan agar ayam tetap merasa nyaman dan leluasa beraktifitas makan dan minum dalam waktu yang bersamaan, tanpa adanya persaingan yang pada akhirnya berdampak pada ketidak seragaman pertumbuhan.

Kepadatan kandang yang melebihi kapasitas juga akan berdampak liter menjadi basah, kelembaban dan amonia meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah pada kesehatan.

Pemberian pakan dan minum

Berikan pakan dan minum segera pada saat DOC datang
Sesaat setelah anak ayam menetas hingga mendapatkan nutrisi pertama kali, merupakan periode kritis dalam memicu pertumbuhan yang baik bagi DOC. Meskipun setelah DOC menetas masih memiliki sisa kuning telur yang berfungsi sebagai sumber energi, namun pemberian ransum segera setelah DOC datang tetap penting untuk dilakukan. Tidak hanya untuk memberikan energi, namun untuk mempercepat penyerapan kuning telur dan memicu perkembangan saluran pencernaan, sehingga pertambahan berat badan yang dihasilkan tercapai sesuai standart.

Managemen pemberian pakan dan minum yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
  • Berikan air gula 2-5% (20-50 gram dalam 1 liter air minum) untuk mengganti energi yang hilang dari tubuh ayam selama masa pengangkutan.
  • Berikan pakan sedikit demi sedikit ke dalam tempat pakan. Kesegaran pakan perlu dijaga agar nafsu makan DOC tetap tinggi.
  • Pemeriksa konsumsi pakan dan air minum, 2-3 jam setelah pemberian pakan pertama melalui perabaan tembolok. Konsumsi pakan yang baik bila minimal 75% sampel DOC teraba kenyal dan lunak yang mengindikasikan bahwa ayam sudah mengkonsumsi cukup ransum dan juga air minum.
Pencahayaan

Pencahayaan memberikan stimulasi/rangsangan yang kuat dalam meningkatkan produktivitas ayam. Adanya cahaya akan mendorong ayam untuk selalu aktif mengonsumsi pakan, merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat memacu pertumbuhan anak ayam.

Kebutuhan pencahayaan pada masa brooding adalah 10-20 lux atau 20-40 watt tiap 10 m2. Pencahayaan diberikan selama 24 jam pada minggu pertama lalu dikurangi secara bertahap sebanyak 2 jam setiap minggu sejalan dengan bertambahnya umur ayam. Pengurangan pencahayaan dilakukan dengan cara mematikan lampu pada malam hari.

Grading dan Afkir

Seleksi, grading dan afkir pada masa starter hendaknya mulai dilakukan sedari awal masa pemeliharaan, pisahkan ayam berdasarkan kelompoknya (besar, sedang dan kecil), berikan perlakuan khusus pada kelompok ayam kecil baik dari segi pakan maupun perlakuan lainnya.

Kontrol berat badan ayam dengan melakukan sampling (10%) setiap minggu untuk mengetahui dan memantau berat badan dan keseragaman. Keseragaman yang baik adalah lebih dari 80%.

Afkir ayam-ayam yang memiliki karakter jelek, misalnya masalah kaki, tali pusar basah, paruh cacat dll.

Kandang dan lingkungan kandang

Berikan suasana nyaman pada ayam dan hindarkan ayam dari perlakuan-perlakuan tidak perlu yang mengakibatkan stress, agar pada masa kritis ini perkembangan dan pertumbuhannya tidak terganggu, sehingga perkembangan organ anatomi dan fisiologi serta sistem kekebalan tubuh dapat bertumbuh dengan sempurna, yang pada akhirnya menghasilkan performance ayam yang berkualitas.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Kamis, 16 Mei 2013

VITAMIN B9 (Asam Folat/Folic acid)

Asam folat (bahasa Inggris: folic acid, folate, folacin, vitamin B9, vitamin BC, pteroyl-L-glutamic acid, pteroyl-L-glutamate, pteroylmonoglutamic acid) adalah vitamin yang larut air. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Asam Folat diperlukan untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia.

Manfaat dan fungsi asam folat atau vitamin B9

Sel Darah Merah

Selain zat besi dan vitamin B12, dibutuhkan juga asam folat dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah sangat berperan penting bagi tubuh karena bertugas mengambil oksigen pada paru-paru dan mengedarkannya keseluruh tubuh dan juga mengambil karbondioksida pada tubuh untuk dikeluarkan kembali melalui paru-paru. Dengan mengkonsumsi banyak makanan berasam folat, maka akan menciptakan sel darah merah yang baik bagi tubuh.

DNA

Karena fungsi asam folat itu berperan dalam sel-sel tubuh, maka dari itu asam folat berperan penting dalam perbaikan DNA pada tubuh Anda. Dengan demikian kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan pertumbuhan resiko penyakit kanker. Saat seseorang mengkonsumsi asam folat pada makanan khusus (suplemen), maka akan mencegahnya dari dampak kekurangan vitamin B9 yaitu masalah pada usus besar. Dimana masalah pada usus besar pun dapat mengakibatkan kanker.

Ibu Hamil

Dibandingkan dengan manfaat sebelumnya, asam folat memang lebih dikenal bermanfaat bagi ibu hamil. Asam folat berfungsi mencegah bayi lahir cacat pada otak dan sumsum tulang belakang. Untuk wanita hamil dalam penelitian dianjurkan mengkonsumsi asam folat sebanyak 400 mcg sampai 600 mcg.

Menstruasi

Manfaat asam folat sebelumnya telah dibahas yaitu sebagai pembentuk dari sel darah merah. Dengan demikian dapat membantu gejala menstruasi dan akibatnya pada gejala anemia pada wanita. Pada beberapa wanita, menstruasi sangat berat dilalui. Kehilangan darah yang cukup banyak dari biasanya berdampak buruk bagi tubuh. Biasanya dokter akan menganjurkan Anda atau memberikan resep dimana asam folat ada didalamnya.

Pertumbuhan Jaringan Tubuh

Karena fungsinya yang telah dijelaskan sebagai pembentukan DNA, asam folat pun berperan penting dalam pertumbuhan jaringan tubuh. Ada keterkaitan antara asam folat dengan pembentukan jaringan tubuh yang telah rusak. Bahkan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penggunaan asam folat membantu atas kesembuhan jaringan saraf tulang belakang

Pencegahan Bayi Lahir Cacat

Bayi lahir cacat memang disayangkan. Salah satu manfaat asam folat adalah untuk mencegah hal itu terjadi. Karena telah dibuktikan dalam penelitian bahwa penggunaan asam folat pada saat kehamilan bermanfaat mencegah cacat tabung saraf yang akan berdampak pada tulang belakang dan otak. Penelitian pun berlanjut adanya penurunan bayi yang mengalami cacat lahir sebanyak 2% saja yang masih mengalami cacat lahir daripada mereka yang tidak mengkonsumsi asam folat bisa sampai 6%.

Fungsi Otak

Saat otak mengalami gangguan, maka seseorang bisa menjadi depresi atau gangguan kognitif lainnya. Untuk itulah asam folat bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi otak. Pada orang lanjut usia, asam folat berperan mencegah terjadinya kepikunan serta penurunan memori ingatan pada otak. Penelitian telah membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi asam folat setidaknya di usia 50 tahunan selama 3 tahun mampu mengimbangi mereka yang berusia 40 tahun dalam masalah ingatan pada sebuah tes di Belanda.

Jantung

Cacat pada jantung karena bawaan atau genetik akibat kelahiran bayi jarang terjadi. Pada penelitan telah membuktikan, cacat jantung bisa dikurangi jika pada saat kehamilan, ibu hamil banyak mengkonsumsi multivitamin yang terkandung asam folat didalamnya. Walau korelasinya tidak bisa diukur dengan jelas, namun dengan mengambil asam folat pada konsumsi suplemen ibu hamil mampu ditekan daripada mereka yang tidak mengkonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup.

Pertumbuhan Rambut

Asam folat ternyata mampu juga sebagai terapi untuk pertumbuhan rambut. Karena fungsinya yang dapat membuat pembentukan jaringan maka dapat menumbuhkan rambut. Pada studi khusus dikatakan bahwa asam folat dapat mengobati kerontokan rambut. Dengan konsumsi asam folat rutin berarti mencegah terjadinya kerontokan rambut. Misalnya saja pada pria yang telah berumur mengalami kebotakan pada kepala, rontoknya rambut pada tubuh, dapat diobati dengan penggunaan asam folat dalam konsumsi sehari-harinya. Asam folat yang direkomendasikan sejumlah 400 mcg perhari. Bisa diperoleh pada sereal, sayuran, dan buah-buahan. Jika sudah mengkonsumsi makanan tersebut masih mengalami kerontokan pada rambut, Anda bisa mengkonsumsi suplemen asam folat yang langsung tertera lebih dari 400 mcg pertablet/kapsulnya.
 
(dari berbagai sumber)
readmore »»  

Senin, 06 Mei 2013

KOLIBASILOSIS

 
Kolibasilosis adalah penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli patogen sebagai agen primer ataupun sekunder. Infeksi E. coli atau koliseptikemia ini dapat terjadi pada ayam pedaging dan petelur dari semua kelompok umur, serta unggas lainnya seperti kalkun dan itik (CHARLTON et al., 2000).


Tanda klinis kolibasilosis tidak spesifik dan dipengaruhi oleh umur ayam, lama infeksi, organ yang terserang dan adanya penyakit lain bersamanya. Pada ayam pedaging umur 4−8 minggu dan ayam petelur umur ±20 minggu dapat terjadi septikemia akut dan menimbulkan kematian, yang didahului dengan hilangnya nafsu makan, malas bergerak dan mengantuk (LEE dan LAWRENCE, 1998).

Penularan kolibasilosis biasanya terjadi secara oral melalui pakan, air minum atau debu/kotoran yang tercemar oleh E. coli. Debu dalam kandang ayam dapat mengandung 105–106 E. coli/gram dan bakteri ini dapat tahan lama, terutama dalam keadaan kering. Apabila debu tersebut terhirup oleh ayam, maka dapat menginfeksi saluran pernafasannya (TABBU, 2000).

Penyakit kolibasilosis dapat dimanifestasikan dalam bentuk kelainan organ, seperti: septikemia, enteritis, granuloma, omfalitis, sinusitis, airsacculitis, arthritis/ synovitis, peritonitis, pericarditis, selulitis dan Swollen Head Syndrome/SHS (ZANELLA et al., 2000), oovoritis, salpingitis, panopthalmitis dan bursitis sternalis (BARNES dan GROSS, 1997; TABBU, 2000).

Kolibasilosis mempunyai dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, peningkatan jumlah ayam yang diafkir, penurunan kualitas karkas dan telur, serta, kualitas anak ayam (doc)dan dapat menjadi faktor pendukung timbulnya penyakit komplek pada saluran pernafasan, pencernaan atau reproduksi yang sulit ditanggulangi (TABBU, 2000).

Dalam kondisi normal E. coli terdapat di dalam saluran pencernaan ayam. Sekitar 10−15 persen dari seluruh E. coli yang ditemukan di dalam usus ayam yang sehat tergolong serotipe patogen. Bagian usus yang paling banyak mengandung kuman tersebut adalah jejunum, ileum dan sekum. Jenis E. coli yang terdapat di dalam usus tidak selalu sama dengan jenis yang ditemukan pada jaringan lain. Sebagai agen penyakit sekunder, E. coli sering mengikuti penyakit lain, misalnya pada berbagai penyakit pernafasan dan pencernaan yang menyerang ayam. Kenyataan dilapangan, timbulnya kasus kolibasilosis, terutama akibat pengaruh imunosupresif dari Gumboro (ayam pedaging lebih dominan dibanding petelur) dan sebagai penyakit ikutan pada Chronic Respiratory Disease (CRD), Infectious Coryza (Snot), Swollen Head Syndrome (SHS), Infectious Laryngo Tracheitis (ILT) dan koksidiosis (TABBU, 2000).

Ayam yang terserang kolibasilosis, umumnya memperlihatkan tanda-tanda klinis: kurus, bulu kusam, nafsu makan menurun dan murung. Pertumbuhannya terganggu, diare, bulu kotor atau lengket di sekitar pantatnya (AKOSO, 1993).

Menurut TABBU (2000), Kolibasilosis dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, meliputi kematian embrio pada telur tetas, infeksi yolk sac (kandungan yolk sac menjadi lebih encer, berwarna kuning coklat atau menyerupai keju dan berbau busuk) dan omfalitis (radang umbilicus/tali pusar), koliseptikemia, airsacculitis enteritis, infeksi alat reproduksi, koligranuloma, arthritis, panopthalmitis dan bursitis sternalis.

Embrio yang dapat bertahan dari infeksi E. coli akan menghasilkan DOC yang kerapkali akan mati dalam waktu beberapa hari setelah menetas. Kematian DOC biasanya akan meningkat pada minggu pertama, terutama pada hari ke−4 dan ke−5, kemudian menurun pada hari ke-6. (TABBU,2002)

Walaupun demikian kematian anak ayam dapat juga berlangsung sampai minggu ke−3. Anak ayam yang dapat bertahan setelah hari ke−4, kemungkinan akan menderita perikarditis dan peri hepatitis (di samping infeksi yolk sac), yang memberi petunjuk adanya penyebaran E. coli secara sistemik melalui yolk sac.

Bila sudah terjadi perikarditis, perihepatitis, airsaculitis yang hebat dan ada selaput fibrin yang menutupi sebagian besar hatinya, itu merupakan tanda spesifik dari infeksi kolibasilosis. Mortalitas biasanya tinggi (bisa mencapai 10−15%), jika infeksinya terjadi pada minggu pertama.

Kasus Kolibasilosis lebih banyak dijumpai pada musim penghujan dibandingkan musim kemarau.

Pada ayam petelur, kolibasilosis sering dijumpai pada ayam dara atau dewasa, menjelang produksi maupun masa produksi, dan menyebabkan :
  • Kelainan pada alat reproduksinya, berupa ooforitis dan salpingitis yang cenderung bersifat khronis.
  • Kelainan menyerupai tumor (granuloma), yang disebut koligranuloma (Hjarre’s disease).
  • Perubahan yang spesifik berupa lesi pada hati (membesar, keras dan berwarna belang),
  • Terdapat bungkul-bungkul pada duodenum, sekum dan mesenteriumnya. Hal ini mungkin akibat reaksi jaringan bersifat lokal dari koliseptikemia.

Kolibasilosis pada ayam, baik pedaging maupun petelur jarang menyerang secara tunggal, umumnya bersama-sama penyakit lain. Namun meskipun kolibasilosis hanya nimbrung, justru tingkat keparahan yang ditimbulkan jauh lebih tinggi dari penyakit lain yang mengawalinya.

dari berbagai sumber
readmore »»  

Minggu, 05 Mei 2013

Vitamin B7 (Biotin)

Vitamin B7 (Biotin) ialah vitamin larut air yang juga dikenal juga dengan sebutan vitamin H. Vitamin ini memiliki peranan yang sangat besar dalam reaksi biokimia di dalam tubuh, seperti dalam transfer karbon dioksida dan metabolisme karbohidrat dan lemak. Biotin merupakan salah satu jenis vitamin yang cukup stabil diberbagai kondisi lingkungan, seperti panas, paparan cahaya matahari, dan oksigen.

Biotin di dalam tubuh berperan membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat yang akan membentuk molekul gula sederhana (glukosa), asam lemak, dan asam amino. Reaksi ini dikenal dengan istilah Katabolisme, yaitu pemecahan senyawa kompleks menjadi banyak molekul sederhana yang disertai dengan pelepasan energi. Molekul sederhana tersebut kemudian akan dipakai tubuh untuk mensintesis sel-sel baru.

Biotin merupakan koenzim bagi piruvat karboksilase, salah satu jenis enzim yang berperan dalam metabolisme energi.

Biotin banyak digunakan untuk membantu pemulihan tubuh terhadap penyakit defisiensi holokarboksilase sintetase dan defisiensi biotinidase.

Biotin juga mampu menurunkan kadar gula darah serta memperkuat struktur rambut dan kuku. Terkait dengan peranannya dalam metabolisme energi, vitamin ini dapat meningkatkan efisiensi dan mengkatalis pemecahan lemak tubuh. menurunkan berat badan, menjaga kesehatan organ seks pria, serta membantu pembentukan dan sirkulasi sel darah merah di sumsum tulang belakang.

Defisiensi biotin adalah salah satu jenis penyakit yang jarang ditemui karena vitamin ini dapat ditemukan di hampir semua jenis makanan Sumber utama biotin antara lain berasal dari daging, kuning telur, dan pisang. Selain itu, biotin juga dapat diperoleh dari tanaman kacang-kacangan, molase, ragi, dan gandum. Di dalam saluran pencernaan manusia, juga terdapat bakteri yang mampu memproduksi biotin, tetapi hanya dalam jumlah yang sedikit.

Biotin diperlukan dalam jumlah sedikit dan diserap tubuh di usus penyerapan melalui proses difusi. Berdasarkan RDA, biotin perlu di konsumsi sebanyak 30 hingga 100 mikrogram perhari. Kuantitas ini dapat ditingkatkan hingga 2500 mikrogram perhari untuk mengatasi masalah rambut dan kuku yang rusak, serta juga digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.

Di dalam tubuh, biotin banyak berperan dalam metabolisme dan pertumbuhan tubuh, terutama dalam hal pembentukan asam lemak, antibodi, enzim pencernaan, dan niasin. Bila kadarnya di dalam tubuh tidak mencukupi maka akan timbul berbagai gangguan fisiologis. Sebagai contoh, defisiensi biotin seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti dermatitis, depresi, nusea, anemia, dan kerontokan rambut. Sistem antibodi tubuh pun dapat terganggu. Hal ini menyebabkan tubuh mudah terinfeksi oleh bakteri dan jamur. Untuk mengatasi hal ini, penderita dapat diberi asupan kuning telur secara berkala karena memiliki kandungan biotin yang tinggi.

Sumber Vitamin B7 (Biotin)
  1. Swiss Chard, mengandung 10,5 mcg dalam satu cangkir. Selain itu, selada, bayam juga banyak mengandung vitamin B7. Tentu swiss chard tidak hanya mengandung biotin, tapi juga vitamin C dan vitamin A.
  2. Roti Gandum, satu irisan roti gandum mengandung biotin sebanyak 0,2 - 6 mcg.
  3. Wortel, Secara umum, wortel mengandung beta karoten yang mampu menyehatkan mata. Namun ternyata wortel juga mengandung biotin. Untuk konsumsi harian, wortel yang dikonsumsi bisa mencapai 5 buah untuk mendapatkan sekitar 50 mcg biotin pada wortel.
  4. Telur Ayam, Telur bagus untuk dikonsumsi ke dalam tubuh. Namun, telur juga dapat membuat tubuh kehilangan banyak biotin. Telur mengandung biotin pada kuning telurnya, namun pada putih telur saat masuk ke dalam tubuh dapat membuat tubuh kehilangan biotin (dalam konsumsi yang terlalu banyak telur). Sehingga untuk mendapatkan biotin yang tepat, pisahkan putih telur dari kuning telurnya. Dikarenakan pada putih telur mengandung protein avidin yang mengikat biotin pada tubuh dan mengeluarkannya. Sebutir telur mengandung antara 13 sampai 25 mcg biotin. Dipengaruhi oleh ukuran telur dan jenisnya. Manfaat lain biotin pun terdapat pada telur. Dengan mengkonsumsi telur dalam beberapa kali setiap minggunya dapat membantu pertumbuhan rambut.
  5. Susu Sapi dan Susu Kambing, Selain mengandung kalsium dan zat lain yang bermanfaat, susu sapi dan susu kambing juga mengandung biotin yang cukup banyak.
  6. Keju, Dalam satu ons keju cheddar mengandung vitamin B7 sebanyak 0,4 sampai 2 mcg biotin.
  7. Ikan Salmon dan Ikan Halibut, Dengan takaran 3 ons, ikan salmon mengandung vitamin B7 sebanyak 4 sampai 5 mcg. Untuk ikan halibut sendiri selain mengandung omega 3 yang bagus untuk otak, ternyata juga mengandung biotin yang banyak. Sehingga bisa dijadikan pengganti ikan salmon jika Anda tidak mengkonsumsi ikan salmon.
  8. Hati, 3 ons hati hewan telah memenuhi seluruh kebutuhan biotin harian. Biotin yang terkandung di hati sekitar 27 sampai 35 mcg. Daging hati yang mengandung vitamin B7 adalah daging hati sapi, ikan salmon dan halibut.
  9. Kedelai, 100 gram kacang kedelai atau setara dengan setengah cangkir, mengandung biotin sebanyak 60 mcg.
  10. Kacang Almond, Kenari, dan Kacang-kacangan Lainnya, Berbagai kacang-kacangan seperti kacang almond dan kenari merupakan sumber makanan alami yang banyak mengandung vitamin B7. 
  11. Strawberri, Pisang, dan Buah-buahan Lainnya, Beberapa jenis berry seperti strawberry kemudian pisang, dan buah lainnya juga mengandung banyak vitamin B7. 
  12. Sayuran Berdaun Hijau, Sayuran hijau yang termasuk mengandung banyak biotin adalah bawang, mentimun, kembang kol.

disarikan dari berbagai sumber
readmore »»  

Sabtu, 04 Mei 2013

RHODOPSEUDOMONAS. Spp

Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas,spp) adalah mikroorganisme yang mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari bahan organik dan atau gas-gas berbahaya (misalnya hidrogen sulfida) dll, Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino, asam nukleik, zat-zat bioaktif dan gula, yang semuanya mempercepat pertumbuhan.

Hasil-hasil metabolisme yang diproduksi oleh bakteri ini dapat diserap langsung dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganime lainnya

Rhodopseudomonas.spp adalah bakteri gram negatif, terkenal karena kemampuannya untuk beralih antara empat mode yang berbeda dari metabolisme yang mendukung kehidupan : photoautotrophic, photoheterotrophic, chemoautotroph dan chemoheterotrophic. Ini berarti bahwa bakteri ini dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen, yang dapat menggunakan cahaya, senyawa anorganik, atau senyawa organik untuk energi, melainkan dapat memperoleh karbon baik dari fiksasi karbon dioksida atau hijauan berasal dari tumbuhan senyawa, dan juga dapat memperbaiki nitrogen. Fleksibilitas ini metabolik telah meningkatkan minat dalam komunitas riset dan membuat bakteri ini cocok untuk digunakan potensial dalam aplikasi bioteknologi

Rhodopseudomonas.spp adalah salah satu kelompok Bakteri ungu non sulfur. Kultur bakteri ungu (kontras dengan namanya) dapat berwarna beige, olive, hjau, merah oranye, pink, dan bahkan biru. Bakteri ungu nonsulfur memiliki 4 kelompok filogenetik yang berbeda, yaitu Rhozocyclus, Rhodospirillum, Rhodopseudomonas dan Rhodobacter. Bakteri ungu tersebut pertama termasuk kelompok filogenetik a-proteobakteri, sedangkan sisanya termasuk kelompok filogeneti b-proteobakteri. Bentuk sel bakteri ungu nonsulfur bervariasi, yaitu spirilum (Rhodospirillum), batang (Rhodopseudomonas dan Rhodobacter), dan jejaring sel.

Bakteri ungu nonsulfur hidup di lingkungan tanpa oksigen (anoksigenik) dan melakukan fotosintesis. Lingkungan anaerob dan bercahaya hanya dapat dijumpai di lingkungan akuatik dan dasarnya. Oleh karena itu bakteri ungu nonsulfur dapat dijumpai di lingkungan akuatik (tawar dan laut) di mana sinar matahari dapat menembus dasar perairan. Bakteri ungu nonsulfur tumbuh secara fotoautolitotrofik atau fotoheteroorganotrofik, tetapi dapat berubah menjadi kemoheteroorganotrof atau kemoautolitotrofik, jika ditumbuhkan pada lingkungan tanpa cahaya.

Pertumbuhan secara fotosintetik, menyebabkan bakteri ungu memerlukan cahaya sebagai sumber energi dan senyawa anorganik atau organik sebagai sumber karbon. Sulfur berperan sebagai sumber elektron. Banyak jenis bakteri ungu nonsulfur mengunakan nitrat, nitrit, dan nitrous oksida sebagai akseptor elektron dan menjadikan senyawa-senyawa tersebut menjadi nitrogen. Rhodopseudomonas capsulata dapat tumbuh di kegelapan dengan hidrogen sebagai sumber elektron dan oksigen sebagai akseptor elektron. Tanpa adanya akseptor elektron, maka bakteri ungu nonsulfur mampu melakukan fermentasi. Rhodospirillum rubrum mampu memfermentasi fruktosa menjadi suksinat, asetat, propionat, format, CO2, dan H2. Jika ditumbuhkan pada piruvat R. rubrum menghasilkan produk fermentasi berupa asetat, format, CO2, dan H2.

Senyawa sulfur berperan sebagai donor elektron untuk metabolisme fotosintetik. Selain sebagai sumber alektron, hidrogen sulfida dapat meracuni bakteri ungu nonsulfur. Bakteri ungu nonsulfur air laut lebih toleran terhadap hisrogen sulfida dibandingkan bakteri ungu nonsulfur air tawar.
readmore »»  

BIFIDOBACTERIUM BIFIDUM

Bifidobacterium Bifidum adalah salah satu genus bakteri asam laktat yang hidup di dalam usus besar manusia dan hewan. Beberapa karakteristik dari bakteri ini adalah gram-positif, anaerobik, non-motil (tidak bergerak), tidak membentuk spora, berbentuk batang, dan memiliki persen G+C (guanosin-sitosin) yang tinggi (55-67%). Sel umumnya terlihat berpasangan membentuk huruf V atau Y. Suhu optimal untuk pertumbuhan Bifidobacterium adalah 37-41 °C dan pH optimum antara 6,5-7.

Bifidobacterium pertama kali diisolasi pada tahun 1899-1890 oleh Tissier dari feses (kotoran) bayi yang disusui ibunya. Dia mendeskripsikan bakteri tersebut sebagai mikroorganisme berbentuk batang, tidak memproduksi gas, morfologi bifid, dan kemudian disebut sebagai Bacillus bifidus. Penamaan Bifidobacterium telah beberapa kali mengalami perubahan sejak pertama kali diisolasi. Bakteri ini pernah dimasukkan ke dalam genus Bacillus, Bacteroides, Nocardia, Lactobacillus, dan Corynebacterium, hingga akhirnya pada tahun 1974, bakteri tersebut dipisahkan menjadi genus baru.

Bifidobacterium adalah organisme sakarolitik dan mampu menghasilkan asam laktat dan asam asetat tanpa CO2. Semua Bifidobacterium yang diisolasi dari manusia dapat menggunakan sumber karbon berupa sukrosa, glukosa, galaktosa, dan laktosa. Substrat fermentasi yang dimanfaatkan oleh sebagian besar spesies bakteri ini meliputi D-galakosamin, D-glukosamin, amilosa, dan amilopektin. Untuk mengenai Bifidobacterium, dapat digunakan uji untuk mengetahui keberadaan enzim fruktosa-6-fosfat fosfoketolase yang merupakan enzim kunci dari spesies tersebut. Bakteri ini termasuk organisme fastidius (rewel), sehingga tidak dapat tumbuh di sembarang media. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan Bifidobacterium adalah agar MRS (de Man, Rogosa and Sharpe).

Bifidobacterium bifidum dominan terdapat pada membran mukus di sekitar usus besar dan saluran vagina. Spesies ini dimanfaatkan sebagai probiotik yang mampu meningkatkan asimilasi mineral yang penting untuk kesehatan tulang, contohnya besi, kalsium, magnesium, dan seng.

Bifidobacterium bifidum merupakan strain probiotik yang hidup dalam usus dan mukosa vagina dalam jumlah besar dan dalam jumlah yang lebih kecil dalam ASI dan mulut.

Bakteri ini terbukti memiliki sejumlah efek menguntungkan termasuk menyembuhkan dan mencegah infeksi jamur, infeksi saluran kemih, kolesterol tinggi, diare, kerusakan gigi, dan alergi.

Bifidobacterium bifidum mencegah perkembangbiakan E. coli, salmonella dan Clostridium. Bakteri ini juga memproduksi asam laktat dan asam asetat yang menurunkan pH usus dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat.

Apabila tubuh memiliki Bifidobacterium dalam jumlah yang cukup, maka bakteri tersebut dapat menempel pada usus dan berkompetisi mendapatkan makanan dan tempat untuk hidup dengan organisme patogen lain, seperti Candida albicans.

Bakteri patogen yang tidak dapat bertahan akan keluar dari dalam tubuh melalui saluran pencernaan. Bifidobacterium juga dapat hidup di lokasi tanpa oksigen dan di lingkungan asam karena menghasilkan asam asetat dan asam laktat. Tubuh akan terlindungi dari bakteri lain yang memerlukan oksigen atau lingkungan basa untuk hidup. Selain itu, bakteri ini juga memiliki beberapa manfaat positif bagi kesehatan manusia, seperti mampu menghasilkan beberapa vitamin B-kompleks yang bermanfaat bagi tubuh, membantu pengaturan diet bagi sebagian manusia yang menderita kondisi liver tertentu, dan mencegah bakteri yang mengubah nitrat (pada air dan makanan) menjadi nitrit, yang merupakan penyebab kanker.

readmore »»  

VITAMIN B6 (Piridoksina)

Piridoksina (vitamin B6) termasuk dalam kelompok vitamin B kompleks. Senyawa ini bersifat larut dalam air dan berperan sebagai koenzim untuk membantu memperlancar proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berujung pada pelepasan energi. Berperan vital dalam metabolisme asam amino dan sistem imun tubuh. Terdapat 6 bentuk umum yang sering dijumpai, yaitu :
  • Piridoksal (PL),
  • Piridoksina (PN),
  • Piridoksamine (PM),
  • Piridoksal 5'-Fosfat (PLP),
  • Piridoksin 5'-Fosfat (PNP),
  • Pridoksamin 5'-Fosfat (PNP).
Dengan bantuan Vitamin B6 (piridoksina), asam amino dapat diserap tubuh di usus penyerapan dan digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh.
Vitamin B6 turut bekerja dalam pemecahan protein dan sintesis asam amino. Selain itu, Berperan dalam pembentukan senyawa histamin, serotonin, dopamin, dan adrenalin
Serotonin yang dibentuk akan digunakan untuk menjaga sistem imun yang baik.
Piridoksina juga mampu menyembuhkan PMS pada wanita

Peranan penting piridoksina telah membawa vitamin ini untuk dikonsumsi sebagai suplemen untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga untuk membantu penyembuhan suatu penyakit. Beberapa penyakit terkait dengan metabolisme asam amino, seperti penyakit jantung dan stroke, dapat dipulihkan dengan lebih cepat dengan asupan vitamin ini, terutama bila dikombinasikan dengan asam folat dan vitamin B12. Penyakit lainnya yang dapat dibantu pemulihannya adalah anemia, gangguan saraf, dermatitis, kolesterol, dan batu ginjal

Konsumsi vitamin B6 yang cukup akan sangat membantu tubuh menjalankan fungsi dan metabolisme yang baik. Peranannya yang besar menjadikan vitamin ini bersifat esensial bagi tubuh manusia. Bila tidak terpenuhi maka tubuh akan mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa makanan yang dapat digunakan sebagai sumber vitamin ini adalah :
Biji bunga matahari, ikan, telur, daging, gandum, roti, sereal, sayur bayam, wortel, dan buah pisang.

vitamin B6 bersifat sensitif cahaya dan panas, seringkali rusak selama proses pemasakan.

Defisiensi piridoksina pada umumnya jarang terjadi karena vitamin ini tersebar di banyak sumber makanan. Jika terjadi kasus defisiensi, hal ini biasanya dikarenakan oleh adanya gangguan sistem penyerapan nutrisi di saluran pencernaan. Kejadian ini banyak terjadi pada pecandu alkohol. Mekanisme lain yang dapat terjadi adalah bila penderita banyak mengonsumsi obat tertentu, seperti isoniazid, hidrolazin, dan penisilamin yang mampu menonaktifkan kerja vitamin ini. Gejala yang ditimbulkan antara lain dermatitis, bibir pecah-pecah, peradangan mulut, sirosis, dan insomnia

Piridoksin memang digunakan untuk pencegahan penyakit jantung. Dimana piridoksin ini dapat membuka arteri dimana seharusnya tertutup setelah proses angioplasty. Sehingga penyumbatan arteri jantung bisa dicegah dan penyakit jantung bisa dihindari. Biasanya piridoksin ini diberikan pada pasien yang mengalami masalah jantung (jika kondisi darurat dirumah sakit) dengan dosis yang tinggi. Namun untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pasien yang sudah mengalami gejala dianjurkan banyak makan makanan seperti ikan, telur, susu, padi-padian, kacang-kacangan. Bahkan adanya kebiasaan kaum arab badui mengkonsumsi kurma yang mengandung piridoksin sampai 19% dicatat telah mampu mengurangi resiko penyakit jantung (USDA NATIONAL NUTRIENT DATABASE).

Vitamin B6 juga dapat digunakan untuk memperlancar siklus menstruasi bagi wanita. Ini bisa berdampak pada wanita lebih sering terserang depresi dengan adanya fase pra menstruasi hingga masa menstruasi awal. Sehingga piridoksin ini menyeimbangkan zat anti depresan pada tubuh yang mana pada masa pra menstruasi, esterogen pada wanita itu akan meningkat dimana membawa zat depresan. Jadi vitamin B6 ini dapat membantu wanita menjalani haidnya dengan lebih santai. Biasanya disebut sindrom tunnel karpal atau ketegangan pramenstruasi. Biasanya sering ditandai dengan nyeri di payudara dan depresi. Dosis yang diberikan untuk mengurangi sindrom ini adalah 500 kali dosis harian.

Sedangkan untuk ibu hamil dimana tidak bolehnya kekurangan gizi, maka pemberian makanan bergizi pun harus tetap ada. Kemungkinan adanya kekurangan vitamin saat ibu hamil mengalami mual dan tidak dimungkinkan makan makanan bergizi sehingga diberikan suplemen vitamin atau susu agar asupan gizi ibu hamil untuk piridoksin harian mencapai 1,2 mg. Sehingga sang ibu tidak kekurangan vitamin dan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin yang dikandungnya.

Menguatkan imunitas tubuh bisa dilakukan dengan mengkonsumsi vitamin B6 ini. Kandungan vitamin B6 ini banyak terkandung dalam minyak black seed. Kandungannya dalam 100gr larut air adalah 0,5 piridoksin. Selain bermanfaat meningkatkan tubuh terhadap penyakit, piridoksin ini mampu melawan penyakit. Tentu dalam kandungan terbaik makanan alami atau obat-obatan herbal. Karena banyak terbukti dapat menyembuhkan reumatik, penyakit pilek, melancarkan haid, mengurangi rasa sakit gigi akibat sensitifitas pada angin, sampai menyembuhkan penyakit kusta. Tentu untuk mendapatkan hasil optimal sesuai dengan penyakit yang diderita, ada baiknya berkonsultasi pada ahlinya karena penggunaan berlebih menyebabkan permasalahan pada tubuh.

Vitamin B6 ini mampu untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Tentu karena diasumsi oleh ibu hamil. Pertama ibu hamil yang mencoba memenuhi kebutuhan gizinya, tentu akan terpenuhi kebutuhan B kompleks pada tubuh. Lalu dengan terpenuhinya kebutuhan vitamin B kompleks, maka akan terbantu juga pemenuhannya dalam konsumsi vitamin B6. Dimana bayi dalam kandungan akan teroptimalkan perkembangan otak dan pembentukan saraf yang baik. Karena juga merupakan koenzim untuk membentuk sel darah merah baru.

Karena vitamin B6 ini dapat memecah protein dan asam amino. Kemudian pembentukan senyawa seperti histamine, dopamine, adrenalin, serta serotonin. Senyawa serotonin inilah yang dibentuk untuk digunakan dalam menjaga sistem imun yang baik. Seretonin adalah suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel enterokromafin dalam saluran pencernaan. Hormon inilah yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang dan juga dapat memberikan penjagaan baik untuk sistem imun tubuh.

Vitamin B6 juga dapat menjaga kadar gula darah seseorang. Biasanya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dapat membantu dalam menjaga kadar gula darah. Misalnya saja, buah durian yang ternyata dapat menurunkan kadar gula darah banyak mengandung vitamin B6. Karena ternyata durian memiliki nilai indeks glikemiks yang rendah. Yaitu bernilai 49. Jika dibawah 50, maka makanan tersebut tidak berpotensi banyak menaikkan gula darah. Tapi sebaliknya jika nilainya diatas 50 maka makanan tersebut akan membuat gula darah cepat naik.

Kebutuhan vitamin B6 per hari :
  • Wanita dan pria dewasa adalah 1,3 mcg,
  • Lanjut usia 1,5-1,7 mcg,
  • Wanita hamil menyusui 1,9-2,0 mcg.
  • Anak-anak 0,3-1,2 mcg sesuai usianya.
Sumber Vitamin B6
  1. Paprika ; Mengandung vitamin B6 0,27 mcg setiap sajian 1 cangkir atau 92 gram. Paprika adalah salah satu dari keluarga tanaman solanaceae nightshade yang berarti serumpun dengan cabe, cabe rawit, terong, tomat dan kentang.
  2. Lobak ; Mengandung vitamin B6 0,08 mcg setiap sajian 1 cangkir. artinya dalam konsumsi maksimal 2 mcg sehari lobak telah memenuhi setidaknya 4% vitamin B6 pada tubuh.
  3. Bayam ; Mengandung vitamin B6 0,44 mcg setiap sajian 1 cangkir masak dengan takaran 180 gram bayam. Bayam sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung, untuk penangkal radikal bebas, sebagai pembangun otot tubuh, menyehatkan saluran pencernaan, dll.
  4. Sawi ; Mengandung vitamin B6 0,09 mcg setiap satu cangkir sawi. Manfaat sawi adalah sebagai pencegah terjadinya osteoporosis. Kemudian bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah diabetes. Sawi juga mengandung niasin dimana dapat menurunkan resiko seseorang terserang penyakit jantung dan anemia.
  5. Brokoli ; Mengandung vitamin B6 0,16 mcg dalam takaran 1 cangkir. Manfaat dari brokoli adalah menurunkan kolesterol, membantu detoksifikasi, mengontrol kadar gula darah, mengurangi dampak alergi pada tubuh, banyak mengandung vitamin selain vitamin B6 sehingga mencegah tubuh kekurangan vitamin.
  6. Tomat ; Mengandung vitamin B6 0,14 mcg setiap takaran 1 cangkir. Tomat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan nafsu makan, mencegah kanker prostat, dan mengobati lemah syahwat. Selain itu manfaat tomat adalah sebagai antioksidan dan terapi kecantikan yaitu menghilangkan jerawat serta komedo di wajah.
  7. Asparagus ; Mengandung vitamin B6 0,12 mcg dalam takaran 1 cangkir. Manfaat asparagus sebagai antikanker, kaya akan antioksidan, anti aging atau penunda penuaan dini, serta sebagai diuretik alami.
  8. Ikan Salmon ; Mengandung vitamin B6 0,8 mcg setiap 3 ons ikan salmon. Ikan salmon banyak mengandung vitamin B lainnya seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B12. juga banyak mengandung vitamin A. Ikan ini hidup di air tawar saat usia ikan ini masih berupa telur dan ikan muda. Saat dewasa ikan ini akan hidup di laut.
  9. Ikan Tuna ; Mengandung vitamin B6 1,18 mcg setiap empat ons ikan tuna.
  10. Ikan Cod ; Mengandung vitamin B6 0,52 mcg setiap 4 ons ikan cod. Ikan ini bukan berasal dari Indonesia dan biasanya ditemui dalam bentuk instan berupa minyak ikan cod. Minyak ikan cod juga banyak mengandung omega-3 yang berfungsi dalam membantu proses tumbuh kembang otak.


(Dari berbagai sumber)
readmore »»  

VITAMIN B5 (Asam pantotenat/ Panthotenic acid)

Asam pantotenat (vitamin B5) merupakan salah satu jenis vitamin golongan vitamin B kompleks yang bersifat larut dalam air. Vitamin ini pertama kali ditemukan pada tahun 1933. Di dalam tubuh, asam pantotenat berperan sebagai koenzim A (CoA) yang berperan vital dalam banyak metabolisme pelepasan energi.

Asam pantotenat dapat ditemukan pada banyak jenis makanan karena pada dasarnya hampir semua makhluk hidup membutuhkannya.Beberapa contoh sumber makanan yang banyak mengandung vitamin ini adalah ragi, kuning telur, brokoli, dan hati. Sumber makanan lain yang juga mengandung vitamin B5 adalah daging ayam, ikan, susu, kacang-kacangan, alpukat, dan ubi. Konsumsi asam pantotenat yang dianjurkan perhari adalah 4-7 mg. Koloni bakteri diusus (Enterobakter) juga dapat mensintesis asam pantotenat dalam jumlah sedikit.

Seperti vitamin lainnya, asam pantotenat hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Akan tetapi, bila jumlahnya tidak mencukupi maka tubuh akan mengalami banyak gangguan kesehatan, seperti kekejangan dan mati rasa. Pada kondisi ringan, defisiensi asam pantotenat dapat menyebabkan sakit kepala, insomnia, dan gangguan pencernaan. Biasanya, defisiensi ini dialami oleh para pecandu alkohol dan manula. Hal ini disebabkan oleh menurunnya daya cerna makanan sehingga banyak nutrisi yang tidak diserap tubuh dan segera hilang.

DI dalam tubuh Asam pantotenat berperan sebagai komponen koenzim A yang terlibat langsung dalam proses asetilasi dan pelepasan energi dari molekul makronutrien. Koenzim ini sendiri memegang peranan kunci dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil dari metabolisme ini akan menghasilkan energi. Asam pantotenat juga berperan dalam sintesis senyawa spingolipida, fosfolipid, sterol, hormon pertumbuhan, sel saraf, dan antibodi

Manfaat dan fungsi vitamin B5
  1. Kesehatan Kulit
  2. Jerawat, asam pantotenat mampu untuk menghilangkan bekas jerawat.
  3. Penyembuhan Luka, Alkohol yang digunakan dalam pertolongan pertama pada luka atau digunakan pada bidang kedokteran lainnya berasal dari asam pantotenat. Oleh karena itu merupakan sintesis dari koenzim A ini, maka berfungsi untuk meningkatkan GSH selular dan dapat digunakan untuk penyembuhan luka. Dengan cara diberikan pada daerah luka dan memicu migrasi sel ke daerah luka dan mempercepat penyembuhan. Asam pantotenat inilah yang digunakan sebagai bahan dasar dalam alkohol oles atau pengobatan.
  4. Pertumbuhan Rambut.
  5. Infeksi Mata, Infeksi mata secara langsung memang tidak ada banyak hubungannya dengan penyembuhan menggunakan vitamin B5. Namun dalam suplemen untuk penyakit mata, vitamin untuk mata atau penyembuhan untuk mata, vitamin B kompleks selalu diikutkan untuk membantu vitamin A dalam mempermudah pengoptimalisasi vitamin dalam aliran darah yang menuju ke mata. Sehingga dalam suplemen mata pun tidak dipisahkan hanya vitamin A saja yang baik, tapi juga terkandung vitamin B5 untuk proses sintesis biokimia dalam tubuh yang diperlukan.
  6. Kadar Kolesterol dan Trigliserida Dalam Darah, Untuk dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, memang dianjurkan untuk dapat mengkonsumsi sayuran yang lebih banyak. Kadar kolesterol bisa meninggi diakibatkan mengkonsumsi lemak baik dari makanan hewani maupun nabati. Hal ini lebih sering terjadi daripada masalah pada ekskresi kolesterol ke usus melalui asam empedu. Untuk itu kebiasaan buruk seperti jarang berolahraga, merokok, kegemukan harus dihindari untuk mengontrol kolesterol. Sedangkan trigliserida dipicu dari konsumsi makanan yang dapat memicu pembentukannya dari lemak dan gliserol pada hati. Biasanya konsumsi alkohol, makanan manis, kemudian makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mengalami kenaikan kadar trigliserida pada darah. Untuk menurunkan kedua zat ini yaitu kolesterol dan trigliserida dalam darah, anda bisa mengkonsumsi alpukat. Dimana buah ini banyak mengandung asam pantotenat yang berfungsi untuk menurunkan kadar dua zat ini. Selain itu makanan seperti kubis, bawang merah, kunyit, temulawak, seledri adalah makanan yang mengandung asam pantotenat atau vitamin B5 ini yang bisa anda konsumsi selain alpukat.
  7. Memproduksi dan Melepaskan Energi dari Lemak (Metabolisme Tubuh), Vitamin B5 termasuk koenzim bagi tubuh. Dimana koenzim ini adalah koenzim A. Fungsinya untuk mengkonversi apa yang kita makan menjadi energi bagi tubuh. Terutama mengkonversi lemak menjadi energi sehingga metabolisme energi pun terjadi. vitamin B5 mengubah lemak pada tubuh menjadi energi.
Sumber Vitamin B5 (Panthotenic acid)
  • Daging, Ikan, dan Unggas,
  • Hati, 2,4 ons daging hati mengandung kebutuhan vitamin B5 sebanyak 50% yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun daging hati ini juga tentu banyak mengandung lemak dan kolesterol. Ikan Salmon, mampu memenuhi 20% kebutuhan vitamin B5 harian tubuh.
  • Telur, Bagian kuning telur mampu memenuhi 5% kebutuhan vitamin B5 harian.
  • Buah apel satu buah dengan ukuran medium mengandung 0,111 mcg ,
  • Alpukat ukuran medium satu buah mengandung 2,792 mcg,
  • Buah pisang satu buah ukuran medium mengandung 0,394 mcg
  • Asparagus setengah cangkir mengandung 0,203 mcg ,
  • Wortel setengah cangkir mengandung 0,181 mcg ,
  • Kubis satu setengah cangkir mengandung 0,13 mcg vitamin B5,
  • Kacang almond 1 ons mengandung 0,133 mcg,
  • Gandum 100 gram masak mengandung 0,135 mcg,
  • Kacang brazil 1 ons mengandung 0,052 mcg,
  • Gandung hitam 100 gram mengandung 1,233 mcg,
  • Kacang mete per ons mengandung 0,245 mcg,
  • Kacang kenari 10 biji mengandung 0,465 mcg,
  • Biji rami satu cangkir mengandung 0,101 mcg. Dll.
  • Brokoli, Brokoli banyak mengandung vitamin dan mineral. Brokoli setiap setengah cangkir yang telah dimasak mengandung 0,48 vitamin B5.
  • Jagung, Satu jagung besar bisa mengandung vitamin B5 sebanyak 0,935 mcg.
  • Biji Bunga Matahari, 100 gr biji bunga matahari kering mengandung 1,996 mcg vitamin B5.
  • Labu, Satu cangkir labu entah itu dimasak, direbus mengandung vitamin B5 sebanyak 0,492 mcg.
readmore »»  

Jumat, 03 Mei 2013

VITAMIN B3 (Niasin)

Vitamin B3 atau Niasin merupakan derivat piridin dengan gugus karboksil (COOH) adapun nikotinamida merupakan niasin yang gugus karboksilnya tergantikan oleh gugus amida (NH2). Bentuk aktif dari vitamin B3 adalah NADH/NADPH yang merupakan derivat nukleotida seperti vitamin B2. Vitamin B3 dan B2 merupakan kofaktor enzim pada reaksi redoks dalam tubuh. Rumus kimia Vitamin B3 , C6H5NO2

Niasin adalah salah satu senyawa organik yang ditemukan pada tahun 1937, yang berfungsi untuk mencegah penyakit pelagra. Senyawa organik yang lain disebut nikotinamida, keduanya mengandung alkaloid nikotina dan kemudian disebut sebagai vitamin B3, meskipun nikotinamida bukanlah nikotinamina.

Manfaat Vitamin B3 (Niasin)
  • Untuk kesehatan kulit
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Memperbaiki sistem pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi
  • Sekitar tahun 1956, niasin mulai digunakan pertama kali untuk menurunkan kadar kolesterol dan Mencegah serangan jantung.
  • Meningkatkan HDL,
  • Menurunkan kadar LDL dan trigliserida, namun penggunaan yang berlebihan dapat berakibat gagal hati yang hanya dapat diatasi dengan transplantasi,
  • Mencegah terjadinya kardiovaskular,
  • Mampu memproduksi histamin yaitu senyawa kimia yang mana bisa melebarkan pembuluh darah. Sehingga darah mengalir ke seluruh bagian tubuh dengan lebih leluasa. Saat pemberian dosis tinggi, Mencegah aterosklerosis. Karena saat sirkulasi darah terganggu, masalah seperti sakit kepala berlebihan dapat diatasi,
  • Mencegah diabetes dan juga menahan kebutuhan insulin,
  • Meningkatkan kekuatan sendi, tulang dan otot,
  • Memiliki efek anti-inflamasi
  • Mengobati rheumatoid arthritis.

Kekurangan niasin ini dapat terjadi dikarenakan seseorang membiarkan dirinya kekurangan niasin, karena kemiskinan (dinegara berkembang), dan kecenderungan alkoholik (dinegara maju). Akhirnya seseorang kekurangan vitamin B3. Kekurangan niasin berakibat turunnya metabolisme. Karena niasin berfungsi memecah karbohidrat menjadi glukosa yang akan digunakan menjadi energi, maka kekurangan vitamin B3 dalam keadaan normal akan membuat seseorang lemas. Sedangkan saat seseorang mengalami kekurangan vitamin B3 cukup banyak dan parah akan berakibat penyakit pellagra.

Penyakit pellagra ditandai dengan gejala seperti dermatitis, diare, demensia, serta kulit berlesi pada leher bagian bawah, hiperpigmentasi, radang mulut dan lidah, penebalan kulit (epidermis), adanya gangguan, delirium, amnesia dan kematian jika tidak ditangani dengan segera oleh medis. Kemudian gangguan mental bisa juga dialami oleh mereka yang mengalami defisiensi vitamin B3 ini. Seperti gelisah, depresi, apatis, kehilangan konsentrasi, mudah lupa, adalah beberapa penyakit mental yang menyerang mereka yang kekurangan vitamin B3.

Kebutuhan: Wanita 14 mg; Pria 16 mg; Wanita hamil 18 mg; Wanita menyusui 17 mg.

Sumber Vitamin B3 (Niasin)

Padi-padian, kacang-kacangan, daging sapi, jamur, sayuran, buah-buahan, ikan, unggas, susu, tuna, salmon, dada ayam, asparagus, daging rusa, hati domba dan telur.
readmore »»  

Kamis, 02 Mei 2013

VITAMIN B2 (Riboflavin)


Riboflavin, dikenal juga sebagai vitamin B2, terdiri dari cincin trisiklik bernama isoalloxazine yang berikatan dengan derivat alkohol yaitu ribitol. Riboflavin yang telah mengalami fosforilasi akan menjadi FMN (flavin mononukleotida) atau FAD (flavin adenina dinukleotida). FMN dan FAD berperan penting dalam reaksi redoks dalam tubuh karena FMN dan FAD merupakan kofaktor enzim dengan berikatan dengan enzim-enzim oksidoreduktase sebagai gugus prostetik.
 
Riboflavin adalah mikronutrisi yang mudah dicerna, bersifat larut dalam air, dan memiliki peranan kunci dalam menjaga kesehatan pada manusia dan hewan. Vitamin B2 diperlukan untuk berbagai ragam proses seluler. Seperti vitamin B lainnya, riboflavin memainkan peranan penting dalam metabolisme energi, dan diperlukan dalam metabolisme lemak, zat keton, karbohidrat dan protein. Vitamin ini juga banyak berperan dalam pembetukkan sel darah merah, antibodi dalam tubuh, dan dalam metabolisme pelepasan energi dari karbohidrat, mempertahankan kesehatan kulit dan rambut.

Susu, keju, sayur hijau, hati, ginjal, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, ragi, jamur dan badam merupakan sumber utama vitamin B2, namun paparan terhadap cahaya akan menghancurkan riboflavin.
Nama riboflavin berasal dari kata ribosa dan flavin.
Sumber vitamin B2 terbanyak ditemukan pada makanan hewani, seperti daging, hati, ginjal, dan jantung, serta susu. Beberapa tanaman juga mengandung vitamin ini dalam kadar yang cukup tinggi, antara lain kacang almond, jamur, gandum, dan kacang kedelai. Tepung dan sereal biasanya juga diperkaya dengan vitamin ini. Walaupun bersifat tahan panas, riboflavin cenderung larut dalam air selama proses pemasakan. Makanan yang mengandung riboflavin sebaiknya tidak disimpan dalam wadah transparan karena vitamin ini mudah rusak oleh paparan cahaya.

Konsumsi riboflavin sangat bergantung pada berat tubuh, laju metabolisme, dan asupan kalori di dalam tubuh. Berdasarkan RDA, konsumsi perhari bagi pria adalah 1,7 mg dan bagi wanita adalah 1,3 mg, sedangkan bagi wanita hamil perlu tambahan 0,3 mg.

Riboflavin merupakan salah satu koenzim yang berperan dalam berbagai metabolisme energi di dalam tubuh, terutama dalam pemecahan senyawa karbohidrat menjadi gula sederhana. Senyawa kompleks lainnya, seperti lemak dan protein, juga dapat dikonversi menjadi energi. Beberapa metabolisme vitamin lain dan mineral juga membutuhkan peranan vitamin ini. Selain itu, vitamin ini berperan dalam respirasi jaringan tubuh, pertumbuhan badan, dan produksi sel darah merah.  Karena riboflavin memegang peranan besar dalam metabolime energi di dalam tubuh maka defisiensi vitamin ini akan jelas berpengaruh pada produksi energi tubuh. Hal ini terjadi karena metabolisme pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein tidak berjalan dengan efisien. Secara fisik, defisiensi ini dapat terlihat dari warna mata yang cenderung merah, peningkatan sensitifitas terhadap cahaya matahari, peradangan di mulut, dan bibir pecah-pecah. Efek lainnya juga terlihat pada kerusakan jaringan kulit, keriput, dan kuku pecah.

Gejala awal defisiensi adalah sakit tenggorokan dan bibir pecah-pecah. Bila telah parah, penderita akan mengalami anemia, gangguan saraf, pembengkakan lidah. Defisiensi vitamin B2 ini sering dialami oleh para pecandu alkohol.

Berperan Penting Dalam Metabolisme Energi

  • Vitamin B2 berperan sebagai koenzim dalam berbagai metabolisme energi dalam.
  • Berperan untuk pemecahan senyawa karbohidrat menjadi gula yang lebih mudah dicerna. Berperan dalam mengkonversikan senyawa lain seperti protein dan lemak untuk menjadi energi. Berperan dalam pembentukan mineral dan metabolisme
  • Vitamin B2 sangat membantu bagi sebagian orang yang bekerja berat di pekerjaannya agar tidak mudah capek.
Antioksidan untuk Melindungi dari Radikal Bebas

Stress akibat udara kotor radikal bebas bisa saja terjadi. Saat segala macam senyawa gas tersebut masuk ke dalam tubuh dan merusak pelan-pelan sel dan jaringan dalam tubuh. Akibatnya seperti otak yang butuh banyak asupan oksigen, malah terasup banyak udara tidak bersih. Sehingga stress pun timbul. Vitamin B2 bermanfaat sebagai antioksidan. Karena vitamin B2 sebagai komponen penting dari terbentuknya redoks glutathione yang mampu untuk menghilangkan radikal bebas. Berperan juga dalam proses antioksidan dalam darah dan mecegah penyakit seperti asam urat.

Pembentukan Sel Darah Merah yang Kaya Oksigen

Sel darah merah pada tubuh dibentuk oleh vitamin B2. Bisanya sel darah merah yang kaya oksigen akan di suplai ke bagian organ mata. Karena radikal bebas dapat menyebabkan sel darah merah rusak oleh karena itu dibutuhkan vitamin B2 untuk dapat membentuk sel darah merah yang baru. Sel darah merah yang kaya akan oksigen mampu mengangkut oksiget melalui pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh. Karena organ tubuh akan rusak jika oksigen yang dibawa sel darah merah tidak cukup untuk asupan tubuh. Misalnya terjadinya pingsan atau pusing karena oksigen tidak cukup tersuplai ke otak.

Mengkonversi Vitamin B6 dan Asam Folat
Vitamin B6 dan B9 (asam folat) juga berfungsi sebagai pembentukan sel darah merah. Sehingga sangat terkait dengan fungsi dari vitamin B2. Karena vitamin B2 termasuk mengkonversi senyawa lain, ternyata juga mengkonversi dirinya sendiri yaitu vitamin B6 dan B9. Dimana fungsi dari vitamin B6 adalah untuk memproduksi lebih dari 60 enzim. Sedangkan vitamin B9 atau asam folat berfungsi untuk membantu sel tubuh tumbuh dan membelah dengan benar. Vitamin B9 juga membantu dalam mengontrol nafsu makan seseorang.

Manfaat Bagi Sistem Saraf

Vitamin B2 berpengaruh dalam kegunaannya melindungi sistem syaraf. Karena sistem syaraf yang kekurangan vitamin B2 akan terganggu Terutama saraf mata. Adanya gangguan pada mata seperti gangguan semakin sulit melihat jarak dekat atau jarak jauhnya pandangan melihatnya mata. Juga bermanfaat dalam saraf mata untuk mencegah katarak dan keratitis. Vitamin B2 sangat bermanfaat untuk menjaga organ tubuh.

Pemeliharaan Organ Tubuh

Pemeliharaan organ tubuh dengan vitamin B2 sudah dijelaskan diatas yaitu pada organ mata. Karena sel saraf pada mata dipelihara dengan vitamin B2. Organ pernafasan pun dapat dipelihara dengan mengkonsumsi vitamin B2. Diketahui bahwa vitamin B2 membantu dalam regenerasi energi pada tubuh dengan proses respirasi atau pernafasan. Dan juga mampu menangkal radikal bebas di udara. Sehingga kesehatan organ pernafasan seperti hidup dan paru-paru. Karena radikal bebas dapat merusak alveolus pada paru-paru dan vitamin B2 menjaganya dari kerusakan. Vitamin B2 juga mampu untuk mencegah dari penyakit seperti hipoglikemia dan kanker rahim.

Pertumbuhan Secara Umum

Karena vitamin B2 bisa dikonsumsi oleh ibu hamil untuk perkembangan bayinya. Karena vitamin B2 membantu dalam pembelahan sel pada tubuh dengan benar. Sehingga mencegah resiko adanya bayi lahir cacat akibat sang ibu kekurangan vitamin B2.
Bayi lahir cacat akan mengalami kecacatan tabung saraf, kelainan pada tulang belakang, dan kelainan dimana otak tidak terbentuk.

Masih banyak manfaat lain dari mengkonsumsi vitamin B2 seperti mencegah jerawat, stress, depresi, obesitas, anemia, kanker rahim, migrain, dan kram otot.

Dari berbagai sumber
readmore »»  

Rabu, 01 Mei 2013

VITAMIN B1 (Thiamine)

Thiamin adalah vitamin yang memiliki sifat terlarut dalam air.
Tiamina terdiri atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang dihubungkan oleh jembatan metilen. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak proses sel.
Tiamina disintesis dalam bakteri, fungi dan tanaman.
Asupan akan vitamin ini yang tidak cukup menyebabkan penyakit beri-beri, yang mempengaruhi sistem saraf tepi dan sistem kardiovaskular, masalah pada daya ingat, kehilangan nafsu makan dan gangguan tidur seperti insomnia.
Kekurangan vitamin B1 juga dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff. [gangguan yang biasanya berhubungan dengan konsumsi alkohol yang berlebihan tetapi penyebab utama Wernicke Korsakoff Syndrome adalah kekurangan vitamin B1 (thiamin.]

Manfaat Tiamin

Tiamina berperan sangat vital agar otak dapat bekerja dengan normal. Sebuah senyawa turunan tiamina yang disebut benfotiamina, dengan efektif, mengurangi plak amiloid dan fosforilasi protein tau pada area kortikal otak tikus dan menekan aktivitas enzim glikogen sintase kinase 3. Penelitian ini sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer in vivo. Senyawa turunan yang lain semisal tiamina pirofosfat, merupakan koenzim pada siklus asam sitrat yaitu pada kompleks piruvat dehidrogenase dan kompleks α-ketoglutarat dehidrogenase.

Berikut beberapa manfaat utama dari Tiamin (Vitamin B1)
  • Memperlancar metabolisme
  • Memperlancar sirkulasi darah
  • Mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak
  • Mencegah terjadinya kerusakan syaraf
  • Memulihkan gangguan syaraf pusat dan tepi

Kebutuhan Tiamin pada manusia :
  • Wanita 1,1 mg;
  • Pria 1,2 mg;
  • Wanita hamil dan menyusui 1,4 mg.
Sumber Thiamin (Vitamin B1)

Jumlah kandungan Vitamin B1 pada setiap 100 gram bahan makanan

Daging ...................................... 0,9 mcg
Ikan ........................................... 0,4 – 0,6 mcg
Telur ......................................... 0,03 mcg
Biji bunga matahari ........... 1,48 mcg
Kacang pinus ......................... 1,28 mcg
Kacang pistachio ................. 0,87 mcg
Kacang macadamia ............ 0,7 mcg
Kacang kemiri ...................... 0,66 mcg
Kacang polong ...................... 0,4 mcg
Kacang hijau .......................... 0,47 mcg
Nanas ....................................... 0,08 mcg
Jeruk nipis .............................. 0,04 mcg
Jeruk manis ........................... 0,08 mcg
Jeruk keprok ......................... 0,07 mcg
Jeruk bali ................................ 0,04 mcg
Buah anggur .......................... 0,05 mcg
Semangka ............................... 0,033 mcg
Asparagus ............................... 0,143 mcg
Bayam .................................... 0,08 mcg
Terong ..................................... 0,039 mcg
Paprika .................................... 22,0 mcg
Brokoli .................................... 10 mcg
Wortel ..................................... 0,04 mcg
Gandum .................................. 4,47 mcg
Sereal .................................... 0,5 mcg

(dari berbagai sumber)
readmore »»